
Mama Isabella terus menanyakan kenapa Yui san dan Alberto gak pulang-pulang ke rumah utama.
"Papa gak tau ma , makanya mama jangan memaksakan kehendak mama kepada Alberto" , ucap papa Gerardo.
"Huft....kalau seperti ini mama akan menelpon Yui san" , ucap mama Isabella sambil mengambil ponselnya di meja.
Yui san yang sedang berada di ruangan kantor Alberto , mendengarkan suara ponselnya berbunyi...
"Mama yang menelpon suamiku" , ucap Yui san ketika melihat layar ponselnya.
"Mau apa lagi mama menelpon kita?" , ucap Alberto sambil terus melihat kerjaannya.
"Aku gak tau , aku angkat atau gak?" , tanya Yui san.
"Terserah kamu" , jawab Alberto.
Yui san pun menyentuh tombol terima panggilan disana.
"Halo ma" , jawab Yui san.
"Halo sayang...Kenapa lama banget angkat telpon mama?" , ucap mama Isabella.
"Iya ma , aku lagi di kantor bersama dengan Alberto" , jawab Yui san.
"Kenapa kalian gak pulang ke rumah nak?" , tanya mama Isabella.
"Alberto mau kami tinggal di apartemen saja ma" , jawab Yui san.
"Kamu kan sedang hamil , mana bisa membersihkan apartemen sendiri" , ucap mama Isabella.
"Alberto sudah memanggil asisten rumah tangga yang kerja cuma setengah hari ma , jadi aku sudah gak membersihkan apartemen , bahkan baju juga sudah di bereskan dengan asisten rumah tangga" , ucap Yui san.
"Papa pengen makan mochi dan dessert buatan kamu sayang" , ucap mama Isabella mencari alasan.
Papa Gerardo hanya menggelengkan kepalanya mendengar istrinya membawa namanya.
"Nanti aku tanya dengan Alberto ya ma" , ucap Yui san.
"Baju kalian kan masih banyak disini nak" , ucap mama Isabella lagi.
"Iya ma , aku juga sudah bilang , tapi kemaren Alberto menyuruh aku untuk membeli baju baru , jadi baju kami juga masih cukup ma" , jawab Yui san.
"Tapi kan boros sayang kalau belanja terus , baju kalian juga masih bagus disini" , ucap mama Isabella lagi.
"Nanti aku bilang ke Alberto dulu ya ma" , ucap Yui san.
"Iya sayang , kalau bisa kamu bujuk Alberto untuk tinggal disini lagi ya" , ucap mama Isabella.
__ADS_1
"Iya ma" , jawab Yui san sambil memutuskan sambungan telponnya.
"Mama sebenarnya cuma ingin Alberto dan Yui san tinggal disini lagi kan? Makanya mama banyak mencari alasan" , ucap papa Gerardo setelah melihat istrinya meletakkan ponselnya di atas meja.
"Iya pa , mama pengen mereka disini. Sejak Yui san tinggal disini , mama ada teman ngobrolnya" , ucap mama Isabella.
"Makanya mama mulai berubah , kalau gak anak-anak mana mau dekat dengan mama" , ucap papa Gerardo.
"Iya pa" , jawab mama Isabella , tapi dalam hatinya dia masih belum bisa kalau tidak mengatur kehidupan anaknya.
"Bagaimana dengan keadaan Salvio ya ma? Kita belum melihat cucu kita sejak pertama kali Salvio pulang waktu itu" , ucap papa Gerardo yang merindukan cucu nya itu.
"Untuk apa dilihat pa , palingan juga sama , masih tidur saja. Salvio kan gak bisa ngapa-ngapain selain tidur dan nangis atau gak enak badan" , ucap mama Isabella.
"Biar bagaimana pun Salvio itu cucu kita ma" , ucap papa Gerardo.
"Cucu papa sendiri aja. Mama cuma mau cucu yang sehat" , ucap mama Isabella sambil mengambil remote dan menyalakan televisi yang ada di dalam kamarnya.
Papa Gerardo sudah tidak tau mau ngomong apa lagi dengan istrinya yang keras kepala itu.
Meskipun Gerardo sendiri juga dulunya keras kepala , tapi sejak dia sakit dan melihat keadaan cucunya , dia pun mulai berubah.
********
"Mama bilang apa sayang?" , tanya Alberto.
"Kayaknya mama minta kita untuk tinggal dirumah utama lagi" , jawab Yui san.
"Kenapa sekarang kamu menyuruh aku tinggal di rumah mama? Kamu gak sayang lagi sama aku" , ucap Yui san.
"Bukannya gitu , kamu kan suka mengobrol dengan mama , kalau kamu mau disana , aku gak akan melarangnya" , jawab Alberto.
"Aku memang senang mengobrol dengan mama , karena aku bisa mendapatkan kasih sayang dari seorang ibu yang sudah lama gak pernah aku dapatkan. Tapi kamu suami aku , kemanapun kamu pergi , aku akan ikut dengan kamu. Kalau kamu gak mau kita tinggal di rumah mama , aku juga gak akan meminta untuk tinggal di rumah mama" , ucap Yui san.
"Baguslah kalau seperti itu. Sekarang aku belum mau untuk tinggal di rumah utama" , ucap Alberto.
"Baiklah suamiku" , jawab Yui san yang sudah tidak mau membantah Alberto lagi.
Alberto melanjutkan pekerjaannya kembali.
Yui san mulai melihat-lihat belanjaan online lagi.
"Suamiku , kasur ini cantik ya , nanti kita belikan buat anak kita ya" , ucap Yui san.
"Kalau kamu mau , langsung pesan saja dari sana" , ucap Alberto.
"Hmmmmm" , Yui san berpikir sejenak.
__ADS_1
"Jangan dulu deh , aku mau lihat barang aslinya dulu" , ucap Yui san.
"Nanti ketika hari libur kita pergi cari ya" , jawab Alberto.
"Baiklah suamiku" , ucap Yui san sambil melanjutkan melihat-lihat perlengkapan bayi yang lainnya.
********
Julie sudah bisa masuk kerja hari itu , karena Christian sudah sembuh dari sakitnya.
"Christian sudah sembuh Julie?" , tanya Mathew yang baru datang ke kantor siang itu.
"Sudah pak" , jawab Julie.
"Syukurlah , memang udara lagi gak bagus sekarang , anak saya juga kena batuk pilek" , ucap Mathew.
"Maria atau Lionel pak yang kena batuk pilek?" , tanya Julie.
"Keduanya" , jawab Mathew.
"Iya sama , anak aku juga lagi sakit pilek" , ucap Haris.
"Memang lagi musim juga kali ya" , ucap Julie.
"Iya kayaknya" , jawab Haris.
"Gak juga , anak aku sehat-sehat saja" , ucap Rio.
"Ya iya la sehat , secara kan istri kamu gak pernah mau keluar rumah , hanya makan , tidur , atau kalau gak nonton film drama korea dikamar. Kalau anak kamu sakit , baru itu aneh namanya" , ucap Haris.
"Eh enak aja , biarpun istri aku itu pemalas , tapi mama mertua aku selalu membawa anak aku keluar. Setiap pagi dibawa ke pasar" , ucap Rio.
"Wah , jago nawar dong anak kamu kalau sering dibawa ke pasar" , ucap Haris sambil terkekeh.
"Bukannya jago nawar , tapi jago sama duit. Sekarang kalau dikasih duit , maunya yang warna merah semua" , ucap Rio.
"Itu namanya mata duitan" , ucap Haris.
Rio yang kesal karena anak dan istrinya dikata-kata in dengan Haris , membuat bola kertas dengan tangannya dan melemparkannya kepada Haris.
"Aduh! Kenapa kamu lempari aku dengan kertas" , ucap Haris.
"Habisnya kamu ngeledek terus" , jawab Rio.
"Sudah sudah sudah , jangan berantem lagi. Seperti anak kecil saja" , ucap Mathew yang memperhatikan Rio dan Haris dari tadi.
"Si Haris itu pak yang mulai duluan" , ucap Rio.
__ADS_1
"Ya sudah , lebih baik kalian bekerja lagi" , ucap Mathew.
"Baik pak" , jawab Haris dan Rio bersamaan.