Hamil Diluar Nikah

Hamil Diluar Nikah
Episode 195


__ADS_3

Leonardo memikirkan cara untuk istrinya bisa kembali seperti dulu lagi.


Leonardo gak menyangka kalau ternyata istrinya sangat menginginkan perusahaan papa milik papa Gerardo.


Malam itu Alexandria pulang larut malam lagi.


"Sayang , kenapa kamu belum tidur?" , tanya Alexandria ketika melihat suaminya masih duduk di atas kasur sambil menyandarkan tubuhnya di kepala kasur.


"Aku menunggu kamu sayang. Apa kamu gak tau kalau aku sudah sangat merindukan kehangatan dari kamu?" , ucap Leonardo sambil tersenyum.


"Aku capek malam ini sayang" , jawab Alexandria.


"Kalau aku pergi mencari wanita lain , apa kamu gak akan memarahi aku?" , ucap Leonardo mencoba mengancam istrinya.


"Apa karena aku gak bisa melayani kamu malam ini , kamu mau mencari wanita lain dan meninggalkan aku?" , ucap Alexandria.


"Bukan cuma malam ini saja , kemaren-kemaren kamu juga gak mau. Bahkan anak kamu saja juga sudah gak kamu perhatikan lagi sejak kamu bekerja. Aku merasa bahwa kamu sudah gak peduli dengan kami lagi" , ucap Leonardo.


"Kamu sendiri tau kan kalau mengurus perusahaan itu kerjaannya banyak banget" , ucap Alexandria.


"Bukannya aku gak tau , aku saja mengurus perusahaan aku sendiri , bahkan aku juga mengurus kafe milik kamu. Tapi aku masih bisa punya waktu untuk istri dan anak aku" , ucap Leonardo.


"Kamu kan beda sama aku , kamu sudah berpengalaman , kalau aku baru memegang perusahaan ini sekarang. Jadi masih banyak yang harus aku pelajari" , ucap Alexandria.


Leonardo turun dari kasur dan berjalan mendekati istrinya.


"Aku mohon sayang , jangan memaksakan diri kamu. Kalau kamu gak sanggup , kita cari Mathew saudara kamu saja. Bagaimana?" , ucap Leonardo dengan lembut sambil memeluk tubuh istrinya.


"Tapi papa dan mama gak mau kalau Mathew pulang kesini bersama dengan istrinya" , ucap Alexandria.


"Kita belum mencobanya sayang , siapa tau dengan keadaan Alberto yang sekarang , papa dan mama bisa menerima Mathew kembali" , ucap Leonardo.


"Tapi aku ingin saham perusahaan sebagian untuk aku juga" , ucap Alexandria yang sudah mulai mempunyai ambisi untuk memiliki perusahaan.


"Kamu dulu gak seperti ini sayang. Kenapa sekarang kamu berubah? Apa uang dari aku gak cukup buat memenuhi kebutuhan kamu" , ucap Leonardo.


"Aku gak mau menjadi wanita lemah yang selalu ditekan sama mama" , ucap Alexandria.


"Mama gak pernah menekan kamu. Asalkan kita bisa mempunyai anak yang sehat , mama dan papa pasti gak akan menekan kamu lagi" , ucap Leonardo.


"Tapi aku sudah terlanjur ingin memiliki perusahaan sayang" , ucap Alexandria.


"Aku mohon kamu coba tenang dulu dan buang semua pikiran kamu malam ini. Aku minta kamu hanya fokus dengan aku saja" , ucap Leonardo sambil menciumi leher istrinya dan tangannya mulai membuka kancing baju istrinya satu persatu.


"Aku belum mandi sayang" , ucap Alexandria.

__ADS_1


"Gak apa-apa sayang , nanti setelah ini aku akan menemani kamu mandi" , ucap Leonardo yang sudah membuka semua pakaian istrinya dan membiarkannya jatuh di lantai.


Leonardo menciumi bibir istrinya sambil memainkan lidahnya disana dan membawa tubuh polos istrinya sampai ke kasur.


Leonardo mulai melancarkan aksinya , dia mulai memainkan tangan dan mulutnya di dua bukit kembar yang sangat disukainya itu dan tangan satu lagi mulai memainkan area tubuh bawah Alexandria.


Membuat tubuh Alexandria pun menjadi bergetar hebat seperti tersengat listrik.


Sejenak semua masalah yang ada di pikirannya menjadi hilang dan Alexandria merasakan kenikmatan yang tidak pernah dia rasakan setelah dia sibuk mengurus perusahaan milik papanya.


Melihat istrinya sudah sangat siap , Leonardo langsung mulai melakukan penyatuan diantara mereka sampai mereka mencapai kenikmatan bersama.


"Aku benar-benar mencintai kamu sayang" , ucap Leonardo dengan nafasnya yang terengah-engah di dekat telinga istrinya setelah dia melakukan pelepasan.


"Aku juga sangat mencintai kamu sayang" , jawab Alexandria sambil memeluk tubuh suaminya yang sudah dipenuhi oleh keringat setelah aktivitas mereka.


Saat itu Leonardo melepaskan tubuhnya dan memeluk tubuh istrinya.


"Aku mau mandi sayang , tadi kan kamu bilang akan menemani aku mandi setelah ini" , ucap Alexandria.


"Beri aku waktu sedikit lagi untuk memeluk kamu seperti ini sayang , aku sudah kangen banget sama kamu" , ucap Leonardo.


Alexandria pun membiarkan suaminya memeluk tubuhnya untuk beberapa waktu.


"Kalau kamu sudah gak peduli dengan aku dan anak kita , aku mau mencari wanita lain yang benar-benar mau mengurus aku dan anak kita" , ucap Leonardo yang sebenarnya itu bukan dari lubuk hatinya , dia hanya mau mengetes istrinya saja.


Tiba-tiba Alexandria langsung menitikkan air matanya.


"Kamu kenapa menangis?" , ucap Leonardo.


"Karena kamu bilang mau mencari wanita lain. Apa kamu gak mencintai aku lagi?" , ucap Alexandria.


"Aku sangat mencintai kamu , tapi kamu yang belakangan ini gak pernah peduli dengan aku dan anak kita. Aku gak masalah kamu menjalankan perusahaan papa kamu. Tapi aku mohon kamu bisa mengatur waktu juga buat aku dan Salvio. Bukan cuma perusahaan yang membutuhkan kamu , kami juga membutuhkan kamu sayang. Aku ingin kamu kembali seperti yang dulu" , ucap Leonardo sambil mengelus punggung polos istrinya.


"Kalau aku bisa mengatur waktu aku , kamu janji ya jangan mencari wanita lain" , ucap Alexandria sambil terisak tangis.


"Iya sayang , aku janji. Yang penting setiap aku pulang kerja , aku mau melihat kamu juga sudah pulang kerja" , ucap Leonardo.


"Baiklah , tapi nanti kamu bantu ngajarin aku beberapa dokumen perusahaan yang aku gak ngerti ya" , ucap Alexandria.


"Baiklah sayang , kamu bawa pulang saja ke rumah" , ucap Leonardo.


Alexandria pun menganggukkan kepalanya.


"Tubuh aku sudah terasa lengket , kita mandi ya" , ucap Alexandria dengan manja.

__ADS_1


"Baiklah" , ucap Leonardo sambil melepaskan pelukannya dan mereka berjalan menuju ke kamar mandi bersama , untuk membersihkan diri mereka.


Selesai mandi , Alexandria dan Leonardo pun tidur bersama sambil berpelukan.


Karena mereka tidur sudah hampir subuh , jadinya pagi itu Leonardo dan Alexandria bangun telat.


Begitu Alexandria terbangun dari tidurnya , Alexandria melihat jam di dinding sudah menunjukkan pukul 10 pagi.


"Sayang , bangun...kita sudah telat ke kantor" , ucap Alexandria.


"Gak apa-apa sayang , perusahaan kita sendiri ini" , jawab Leonardo sambil mengucek matanya.


"Aku yang gak bisa sayang , sebentar lagi aku ada meeting dengan perusahaan M" , ucap Alexandria.


"Baiklah ayo kita bersiap-siap" , ucap Leonardo.


Setelah Alexandria dan Leonardo sudah rapi dengan baju kerja mereka.


Alexandria mau langsung pergi ke kantornya.


"Sayang , kita harus melihat anak kita dulu sebelum kita pergi" , ucap Leonardo.


"Baiklah sayang" , ucap Alexandria yang akhirnya mengikuti permintaan suaminya , karena dia takut kalau nanti Leonardo akan mencari wanita lain.


Alexandria dan Leonardo mengecup kening anaknya , setelah itu baru mereka berjalan turun ke bawah.


"Sayang" , panggil Leonardo ketika melihat Alexandria yang sudah berjalan dengan cepat.


"Apa lagi sayang? Oh iya aku belum mencium kamu" , ucap Alexandria sambil berjalan mendekati suaminya.


"Bukan sayang , tapi kamu harus menemani aku sarapan dulu. Baru kamu pergi" , ucap Leonardo.


"Tapi aku sudah mau telat" , ucap Alexandria.


"Aku yang lebih penting atau meeting kamu yang lebih penting" , ucap Leonardo.


Akhirnya Alexandria menemani Leonardo sarapan pagi itu.


Setelah selesai sarapan baru Alexandria diijinkan pergi oleh suaminya.


"Aku pergi dulu ya sayang" , ucap Alexandria sambil mencium bibir suaminya.


"Iya sayang , hati-hati di jalan ya" , ucap Leonardo sambil tersenyum.


"Iya sayang" , jawab Alexandria sambil berjalan menuju ke mobilnya dan menjalankannya menuju ke perusahaannya.

__ADS_1


__ADS_2