
"Maaf tuan saya sudah gak mau melihat Alberto lagi. Terakhir kali kami bertemu saya juga sudah mengatakan langsung kepadanya kalau saya gak mau melihatnya lagi" , ucap Julie.
"Apa kamu benar-benar gak mau melihat Alberto lagi? Siapa tau ini terakhir kalinya kamu bisa melihatnya" , ucap tuan Gerardo yang masih mencoba memohon kepada Julie.
"Maaf tuan , saya benar-benar tidak mau" , jawab Julie.
"Sudah pa , kalau wanita ini gak mau ikut kita , lebih baik anaknya saja kita bawa. Anaknya sangat mirip dengan Alberto dan dia juga laki-laki , jadi bisa menjadi penerus perusahaan kita" , ucap mama Isabella.
"Maaf nyonya anak ini bukan anaknya Alberto. Kalian gak ada hak untuk mengambilnya" , jawab Julie.
Mama Isabella langsung berdiri dan berjalan menuju ke arah Kevin yang sedang menggendong Christian.
Mama Isabella bermaksud ingin mengambil Christian dari tangan Kevin dengan paksa , tapi mama Farah yang mengetahui ada keanehan dari sikap mama Isabella , langsung menghadangnya.
"Kamu mau ngapain?" , tanya mama Farah.
"Aku mau membawa cucu aku" , ucap mama Isabella.
"Jangan seenak kamu saja ya. Anak kamu yang sudah meninggalkan Julie dan kalian juga kan yang gak pernah menyetujui hubungan Julie dan anak kalian. Sekarang kenapa kamu mau mengambil cucu aku? Kalau kamu membuat keributan disini , aku bisa menelpon polisi dan membuat kamu gak bisa lagi untuk menginjakkan kaki kamu di Indonesia ini" , ucap mama Farah.
"Aku gak perduli , selama aku bisa membawa cucu aku pergi ke Singapura" , ucap mama Isabella dengan suara tinggi.
"Cucu kamu? Siapa bilang itu cucu kamu?" , ucap mama Shinta yang keluar dari kamar bersama suaminya dan juga Chandra karena mendengar adanya keributan disana.
"Kalian mau bekerja sama untuk mengeroyok aku?" , ucap mama Isabella.
"Siapa yang mau mengeroyok kamu? Jelas-jelas kamu yang sudah membuat keributan di rumah kami" , jawab papa Chandra.
"Anak ini sudah terdaftar sebagai anak dari keluarga Wijaya , kalian tidak bisa mengambil seenaknya saja. Lagian anak kalian tidak pernah bertanggung jawab selama kehamilan Julie dan malah mencampakkannya dalam keadaan hamil" , ucap papa Sebastian.
"Sudah ma , jangan buat keributan lagi disini" , ucap Mathew yang jadi malu karena keluarganya tiba-tiba datang dan selalu membuat keributan di rumah Julie.
"Mama gak akan menyerah , mama akan tetap mengambil anak kandung dari Alberto" , ucap mama Isabella.
"Cukup ma , jangan buat Julie semakin tidak suka dengan kita" , ucap papa Gerardo.
__ADS_1
"Tapi pa.....Anak ini benar-benar mirip dengan Alberto pa" , ucap mama Isabella.
"Sudah ma , kalau kita bawa anak ini , Yui san dan Alexandria gak akan mau menjaganya. Biarkan saja dia bersama dengan mama kandungnya" , ucap papa Gerardo.
"Tapi pa....."
"Sudah cukup ma" , ucap papa Gerardo yang membuat mama Isabella akhirnya terdiam.
"Aku rasa kita harus pergi dari sini pa. Kalian jangan membuat keributan lagi" , ucap Mathew.
"Saya mohon Julie , kamu tolong pertimbangkan permintaan saya. Kalau kamu mau pergi dengan kami ke Singapura saya akan menunggu kamu di bandara besok siang" , ucap papa Gerardo.
"Saya sudah gak ada hubungan lagi dengan keluarga anda dan anak anda. Jadi tolong jangan membuang waktu kalian hanya untuk meminta saya pergi melihatnya , karena saya tetap tidak akan melihatnya lagi" , jawab Julie dengan tegas.
"Sudah pa , ma , ayo kita pulang" , ucap Mathew.
"Ayo ma kita pulang" , ucap papa Gerardo yang sudah gak tau lagi mau memohon seperti apa kepada Julie.
Mama Isabella masih bersikeras mau membawa Christian dari sana , sempat terjadi keributan lagi antara mama Isabella dan keluarga Julie.
"Baiklah , aku gak bisa membawa cucu aku sekarang , tapi aku pasti bisa membawanya suatu hari nanti" , ucap mama Isabella.
"Cukup ma , jangan membuat keributan lagi. Nanti kalau mama Julie melaporkan kita ke polisi , apa mama mau dibawa ke kantor polisi malam ini dan di deportasi dari sini karena sudah membuat keributan" , ucap Mathew.
Akhirnya mama Isabella terdiam dan mengikuti suaminya keluar dari rumah Julie.
"Saya benar-benar minta maaf ya Julie. Saya benar-benar jadi tambah gak enak sama kamu , karena keluarga saya selalu mengganggu kamu dan keluarga" , ucap Mathew.
"Saya mohon tolong pastikan orang tua bapak gak mengganggu hidup saya lagi" , ucap Julie.
"Baiklah Julie" , ucap Mathew.
Mathew jalan keluar dari rumah Julie dengan orang tuanya sambil diantarkan dengan papa Chandra sampai ke depan pintu depan.
Setelah memastikan Mathew pergi dengan kedua orang tuanya , barulah papa Chandra masuk ke dalam rumah kembali.
__ADS_1
********
"Kenapa papa melarang mama terus untuk membawa anak kandung Alberto?" , ucap mama Isabella yang masih merasa kesal ketika mereka sudah berada di dalam mobil.
"Cukup ma , kita jangan membuat kesalahan lagi. Sudah cukup kesalahan yang dulu kita perbuat dengan anak-anak kita" , ucap papa Gerardo yang sudah mulai merasa capek dan lelah.
"Mama gak pernah merasa kita telah membuat kesalahan dengan anak-anak kita pa. Yang ada kita selalu ingin yang terbaik untuk kehidupan anak-anak kita" , ucap mama Isabella.
"Gak ada yang baik dengan kehidupan anak kita sekarang ma" , ucap papa Gerardo.
"Mama harusnya sadar ma , apa yang mama lakukan dulu itu telah menyakiti anak-anak mama" , ucap Mathew.
Mama Isabella langsung terdiam begitu Mathew mengatakannya.
"Sudah ma , sekarang papa sedang sakit kepala , tolong mama jangan berisik lagi" , ucap papa Gerardo.
Mama Isabella pun terdiam sambil menahan amarah yang masih ada di dalam dirinya.
Tidak terasa mobil yang dibawa oleh Mathew telah sampai di depan hotel K.
"Apa kamu gak mau ikut kami pulang ke Singapura besok nak?" , tanya papa Gerardo.
"Aku belum siap pa. Terlalu banyak kenangan pahit yang aku dapatkan disana , terutama di rumah. Aku sudah gak akan sanggup untuk tinggal di rumah kita lagi" , jawab Mathew.
"Baguslah , mama juga gak suka dengan istri kamu" , ucap mama Isabella.
"Cukup ma. Kalau mama seperti ini terus , papa gak tau apa yang akan terjadi kepada mama nanti setelah papa tiada" , ucap papa Gerardo.
"Ya sudah , ya sudah , terserah papa mau bilang apa. Mama juga sudah capek mendengarnya. Sedikit sedikit ngancam nya selalu seperti itu" , jawab mama Isabella dengan wajah kesalnya.
Papa Gerardo hanya membiarkan saja istrinya mau berkata apa dan turun dari mobil Mathew.
Mama Isabella mengikuti suaminya turun dari mobil dan berjalan masuk ke dalam hotel K menuju ke kamar mereka.
Mathew hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat sifat keras yang dimiliki oleh mamanya dari dulu sampai sekarang tidak pernah berubah sama sekali.
__ADS_1