Hamil Diluar Nikah

Hamil Diluar Nikah
Episode 223


__ADS_3

Mama Farah dan mama Shinta yang sangat bahagia dengan kelahiran cucu lelaki mereka gak lama lagi , hari itu sibuk mempersiapkan acara sederhana untuk tujuh bulanan Julie.


Hari itu mama Farah sudah mengundang pendeta untuk datang ke rumah mereka dan beberapa tetangga yang ada di sekitar rumah mereka untuk menghadiri acara tujuh bulanan Julie.


Christian yang susah mulai bisa jalan saat itu , hanya berani mondar mandir disekitar mama dan papanya , Christian pun agak kebingungan dan sedikit takut melihat banyaknya orang yang tidak dikenal olehnya disana.


Kevin yang melihat anaknya sedang kebingungan pun langsung menggendong anaknya dan meletakkannya di atas pangkuannya.


Setelah beberapa waktu acara doa tujuh bulanan untuk Julie dan anaknya pun sudah selesai. Sudah saatnya Julie dan Kevin yang sambil menggendong Christian menjual rujak dan dawet dengan menggunakan uang koin palsu.


Tidak butuh waktu lama , semua rujak dan dawet telah habis dibeli oleh para tamu undangan.


Setelah para tamu menikmati rujak , dawet dan hidangan yang telah disediakan disana , tidak lama satu persatu dari mereka pun sudah mulai berpamitan untuk pulang.


"Akhirnya selesai juga acaranya sayang" , ucap Kevin.


"Iya sayang" , jawab Julie sambil tersenyum.


Bella yang juga hadir disana bersama dengan Ricko , Anastasia dan Austin pun mendekati Julie dan Kevin.


"Semoga nanti saat kelahiran baby boy nya lancar ya" , ucap Bella dan Ricko yang sudah mengetahui anak mereka yang kedua lelaki.


"Iya kak , terima kasih" , jawab Julie dan Kevin bersamaan.


"Apa nanti kalian akan menambah anak lagi?" , tanya Bella.


"Belum dulu kak , biarkan Julie benar-benar istirahat dulu setelah melahirkan anak yang kedua ini" , jawab Kevin.


"Sekarang jadi Kevin ya yang gak mau nambah anak lagi" , ucap Ricko sambil tersenyum.


"Menunggu selama 40 hari itu berat kak" , ucap Kevin.


Julie langsung menyinggung tangan Kevin , Bella dan Ricko hanya tersenyum melihat pasangan yang selalu mesra kapanpun dan dimana pun itu.


Anastasia yang sudah sering bertemu dengan Christian selama Julie pindah di Jakarta , memilih untuk bermain bersama dengan adik sepupunya selama menunggu orang tuanya mengobrol.


Papa Sebastian dan papa Chandra yang tadi sedang mengobrol di depan bersama beberapa tamu yang mereka kenal , sudah masuk ke dalam rumah.


"Sudah beres semua?" , tanya papa Sebastian.


"Sudah pa , paling nanti tinggal membersihkan rumah saja" , jawab Julie.

__ADS_1


"Kamu istirahat lagi ya nak , biar semuanya dikerjakan oleh asisten rumah tangga , mba Iyem kan disini juga untuk membantu bebersih-bersih" , ucap mama Shinta yang baru keluar dari dalam.


"Iya ma" , jawab Julie dengan perutnya yang susah membesar.


Tidak lama Ricko dan Bella pun berpamitan untuk pulang.


"Kami pulang dulu ya" , ucap mereka berdua bersamaan.


"Aku pulang dulu ya Christian , da...da..." , ucap Anastasia sambil melambaikan tangannya.


Christian pun menyebut "da...da.." , sambil melambaikan tangannya.


Julie , Kevin , berserta papa dan mama hanya tersenyum melihat Anastasia dan Christian yang sudah semakin akrab.


"Jadi sepi deh rumah" , ucap mama Farah ketika Ricko , Bella beserta anak-anaknya sudah pergi dari sana.


"Iya , kalau banyak anak-anak rame ya" , ucap mama Shinta.


"Gak lama lagi juga rumah ini akan ramai dengan tangisan bayi lagi" , ucap papa Chandra.


"Iya , sebentar lagi juga jagoan kita akan hadir meramaikan suasana dirumah ini" , ucap papa Sebastian.


"Iya pa" , jawab Julie dan Kevin bersamaan.


.


.


Mama Shinta dan papa Sebastian beserta mba Iyem permisi untuk pulang ke rumah mereka yang tepat bersebelahan dengan rumah mama Farah.


Christian yang sudah tertidur di atas kursi sofa , diangkat oleh Kevin dan Julie menuju ke kamar mereka.


"Sayang , kenapa sekarang perut kamu gak sebesar waktu hamil Christian ya?" , ucap Kevin setelah mereka sudah berada di dalam kamar.


"Karena ngidamnya di kamu semua sayang" , jawab Julie sambil tersenyum.


"Iya nih , perut aku udah gak six pack lagi sejak kamu hamil anak kedua" , jawab Kevin sambil melihat ke arah perutnya yang sudah bulat seperti adonan roti itu.


"Gak apa-apa sayang , meskipun perut kamu sudah seperti ini , aku masih cinta kok sama kamu" , ucap Julie sambil menyentuh perut suaminya.


"Makasih sayang , tambah cinta deh sama istri aku yang cantik ini" , ucap Kevin sambil menyentuh wajah istrinya dengan lembut.

__ADS_1


Julie pun langsung tersenyum bahagia melihat suaminya.


Tidak lama wajah Kevin pun mulai turun dan mencium bibir Julie dengan lembut dan akhirnya menuntut lebih , sampai bibir Kevin sudah turun ke leher Julie dan tangannya sudah mulai mengangkat daster yang digunakan oleh istrinya dengan pelan.


"Sayang , nanti Christian bisa terbangun lho" , ucap Julie.


"Seperti biasa kamu harus bisa menahan suaranya sayang. Lebih baik sekarang kita melakukannya sayang , kalau nanti malam kan Christian suka bangun. Kalau dia tidur sore , tidurnya bisa sangat nyenyak dan lama" , ucap Kevin dengan nafas yang sudah panas dan menggebu-gebu disana dan membawa tubuh istrinya menuju ke kursi yang khusus di beli oleh Kevin untuk melakukan aktivitas panas mereka.


Setiap sentuhan belaian lembut dan ciuman lembut yang diberikan oleh Kevin , membuat Julie menikmati semua siraman cinta yang diberikan oleh suaminya.


********


Di Singapura.....


Yui san sama sekali tidak pernah melihat papa Gerardo di rumah sakit sejak papa Gerardo dirawat disana.


Sejak Yui san tinggal sendiri , bisa dibilang emosinya menjadi tidak stabil , saat anaknya sedang rewel menangis , Yui san pasti selalu marah-marah dan membentak anaknya yang masih kecil dan tidak tau apa-apa itu.


"Nyonya , kasihan Aniela kalau di marahin seperti itu. Yang ada juga Aniela gak akan berhenti nangisnya" , ucap Filli.


"Ya sudah , kamu saja yang urus Aniela. Kepala aku lagi sakit banget dengar tangisannya yang gak berhenti dari tadi , aky mau istirahat , kamu bawa Aniela keluar sekarang" , ucap Yui san.


Filli langsung mengangkat Aniela yang terus menangis di dalam box bayinya itu dan membawanya keluar dari kamar Yui san.


Yui san duduk di atas kasurnya dan memijit pelipisnya dengan pelan.


"Alberto , apa yang harus aku lakukan sekarang? Aku sangat lelah" , ucap Yui san.


Tidak lama ponsel Yui san berbunyi dan Yui san mengulurkan tangannya untuk melihat siapa yang menelponnya.


"Apa lagi sih maunya mama telpon aku? Gak tau apa kepala aku lagi sakit sekarang" , ucap Yui san sambil melihat nama mama Isabella yang tertera di layar ponselnya dan menyentuh tombol terima panggilan telpon disana.


"Halo ma , ada apa lagi?" , ucap Yui san.


"Halo nak , kenap kamu gak pernah melihat papa di rumah sakit?" , tanya mama Isabella.


"Aduh , aku saja pusing mengurus Aniela ma. Mana ada waktu untuk aku pergi ke rumah sakit lagi" , jawab Yui san.


"Iya nak , mama tau kamu pasti sibuk mengurus Aniela sendirian. Tapi masa sehari saja kamu gak bisa melihat papa disini" , ucap mama Isabella.


"Mama tau kan mengurus anak kecil itu gak mudah , mana Aniela suka menangis terus. Untuk diamnya lama banget. Kepala aku aja udah mau pecah rasanya" , ucap Yui san.

__ADS_1


"Ya sudah nak , kalau gitu mama gak akan memaksa kamu lagi. Tapi kalau kamu ada waktu , datang kesini ya lihat papa" , ucap mama Isabella dengan raut wajah yang sedih saat itu dan pastinya Yui san tidak bisa melihatnya.


"Iya ma" , jawab Yui san sambil memutuskan sambungan telponnya dengan cepat.


__ADS_2