
Bara berlari dengan terburu-buru memasuki ruangan perawatan Dela,dia sangat yakin jika kedua wanita yang barusan punya sesuatu niat buruk terhadap Dela.
"Aku tidak bisa kecolongan,kedua Mak lampir itu pasti punya rencana jahat."Batin bara,akhirnya dia menghirup napas lega saat di ruangan Dela dua orang perawat sedang menjaganya.
"Apa yang terjadi dengannya sus?"
"Tidak papa,dia baik-baik saja,mungkin dia sedang berjuang keras untuk sadar dari kritisnya.Baiklah kami keluar dulu tolong dijaga pasien ini dengan baik."Ucap seorang perawat lalu keluar meninggalkan barang yang sedang berdiri mematung sambil menatap wajah pucat Dela.
"Cepatlah sadar nona,tidak kah kamu kasihan dengan suamimu yang selalu setia menjagamu setiap saat,apa kamu tidak ingin bahagia bersamanya,ini pertama dalam hidupku melihat seorang pria rela melakukan apa pun demi seorang wanita,cinta memang terkadang mengalahkan segalanya." Ucap bara,lalu dia berjalan kearah sopa lalu mendaratkan bokongnya.
"Sangat membosankan,tunggu...,apa yang dilakukan kedua Mak lampir itu dirumah sakit ini,apa perlu aku menemui dan bertanya kepada dokter yang menangani nona Dela,sepertinya mereka keluar dari ruangannya."batin bara, dia terlihat sejenak memikirkan apa yang kira-kira dilakukan kedua wanita itu ingin sekali dia kesana tapi melihat Dela yang tidak ada yang menjaganya akhirnya dia mengurungkan niatnya.
__ADS_1
*****
Karin membawa mobil dengan kecepatan rendah,dari tadi telinganya sudah sangat panas mendengar ocehan-ocehan nenek tua,yang gagal menjalankan aksinya.
"Bisa-bisanya dokter itu memperlakukan aku tidak sopan,apa perlu kita menyuruh orang lain untuk menghabisinya,seumur hidup aku tidak pernah direndahkan oleh orang lain."Ucap nenek dengan wajah datar,dia terus memandangi mobil-mobil yang berusaha mendahului mobil yang dikendarai Karin.
"Tidak perlu nenek,kita masih banyak cara untuk menghabisi nyawa wanita itu,kita tidak perlu mempersulit keadaan kita."Jawab karin bijak.
******
Sementara itu putri tidur dengan malas-malasan dirumah kontrakan orang tuanya,sejak kedatangan nenek Mahesa kerumah dan Dela tidak berada dirumah dia merasa enggan tinggal dirumah itu,biar bagaimana pun selama ini dia punya beking kuat dirumah itu.
__ADS_1
"Sampai kapan kamu akan tinggal dirumah ini?" Tanya Maria istri kedua dari ayahnya,semenjak kehadiran putri ke kontarakan mereka dia terlihat sangat tidak menyukainya,tapi putri tidak mau ambil pusing karna baginya dia hannya sementara tinggal dirumah busuk itu.
"Sampai Dela kembali kerumah,lagian kamu pikir aku sudi tinggal di kontrakan busuk ini,biasanya aku disana sudah makan enak tidur enak segalanya dilayani,bukan kayak disini tidur ditempat sampah,keluar dari kamar ini kamu membuatku kesal."Ucap Putri kepada mama tirinya yang dipanggil tante.
"Dasar sialan Uda numpang nga tau diri, kamu pikir kamu ratu sadar diri dong buat dirimu itu berguna kamu sudah besar harusnya kamu kerja jangan cuma bisa menjadi benalu dirumah orang dasar manusia nga berguna kamu."Sungut Maria wajahnya sangat terlihat kesal mendengar ucapan yang dilontarkan putri.
"Cuiiihh,aku juga tidak sudi tinggal ditempat sampah ini ya,lagian yang bayar kontrakan ini juga ayahku apa hak mu mengusirku." Bentak putri,dia tidak mau kalah hingga mereka terlibat pertengkaran hebat,hampir saja mereka saling memukul beruntung ayah putri langsung pulang membawa makanan hingga mereka tidak berani lagi saling marah.
"Maria,kamu tidak boleh memarahi anakku,kamu tau jika Dela sudah kembali kerumah suaminya dia yang akan membantu kita untuk mendekati suami Dela,lagian kamu kenapa sih kalau dia disini diakan anakku juga layani lah dia dengan baik,apa karna dia bukan anakmu?" Putri sangat puas melihat wajah Maria yang sudah pucat pasi karna ayahnya sudah membelanya habis-habisan.
"Sudahlah,aku cuma kesal saja melihat dia yang setiap saat makan tidur."Jawab Maria yang berusaha membela dirinya,sementara putri cukup puas melihatnya dimarahi ayahnya.
__ADS_1
***** bersambung****