
Sudah beberapa hari ini Mahesa tidak melihat keberadaan wanita itu,dia benar-benar ingin melihat wanita itu,tetapi dia begitu gengsi bertanya kepada semua orang yang ada di kantor itu.
Saat dia memasuki kantornya,Mahesa langsung berteriak memanggil asistennya
"Doni....Lihat lah kenapa dengan toilet kamarku begitu kotor,apa kalian tidak membersihkannya,panggi semua petugas kebersihan keruangan ini,sepertinya aku harus turun tangan untuk mengajari mereka." Ucap Mahesa mencari alasan.Doni langsung menghubungi kepala kebersihan dan menyuruh semua OB ke ruangan Mahesa.
Saat semua sudah berkumpul dan berbaris Mahesa pura-pura mengelilingi mereka,dia memperhatikan satu persatu petugas kebersihan itu,dan memastikan wanita itu,tetapi dia hannya bisa menelan pil pahit karna ternyata wanita itu tidak ada.
"Kenapa petugas kebersihan kurang,pantas saja kerjaan kalian tidak becus kemana sebagian lagi?"Tanya Mahesa,lalu ratu,dengan PD nya menjawab Mahesa,
"Maaf tuan,anak baru yang kemarin sudah keluar,katanya dia tidak tahan bekerja di perusahaan ini." Ucap Ratu,Seketika perasaan Mahesa tidak tenang belum sempat dia menyelidiki wanita itu,tetapi dia sudah keluar terlebih dahulu.
"Baik lah silahkan kalian keluar semuanya perhatikan semua cara kerja kalian." Ucap Mahesa lalu dia duduk di kursinya,dan menghisap rokoknya.
__ADS_1
Seketika perasaan Mahesa berubah dia tidak bisa lagi berpikir dengan normal akhirnya pria itu meninggalkan kantornya dan kembali ke rumahnya nya.
Saat dia memasuki rumahnya nya,dia sudah melihat tunangannya berada di kamarnya berpakaian begitu seksi,dia sama sekali tidak menyukai wanita itu.
"Sayang,kamu sudah kembali,aku menunggu mu dari tadi." Ucap Zevana,dia berusaha menggoda pria itu,Mahesa sudah begitu lama tidak pernah menyentuhnya.
"Apa yang kamu lakukan di ruamhku,kenapa kamu selalu melakukan Tampa ijinku,sekarang kamu keluar."
"Sayang...Tadi aku sudah ijin kepada para pelayanmu."
"Dasar pria sialan,untung kamu pria banyak uang,kalau tidak aku tidak Sudi memiliki pria tempramental sepertimu." Ucap Zevana lalu segera meninggalkan tempat itu.
*****
__ADS_1
"Ma....mama,mana uang buku,ku,mana?"
"Maaf sayang,mama tidak punya uang,Kaka mu dela tidak pernah memberiku uang lagi." Ucap Denada,dia begitu kesal,semenjak dela pergi merantau,hidup mereka semakin melarat,karna tidak ada lagi tulang punggung untuk mencari uang buat mereka.
"Kemana dia mah...apa dia sudah melupakan kita,apa mungkin karna mama begitu galak kepadanya," Ucap putri,dia seakan-akan mengompori orang tuanya.
"Makanya mama dulu tidak setuju dia berangkat kekota,lihatlah kabarnya pun tidak ada,padahal kemarin itu,Nadia menghubungi mama,memberitahu pekerjaan dela,katanya dia bekerja sebagai wanita panggilan,pastinya uangnya kan banyak." Ucap wanita itu.
"Apa mah,coba aja mama hubungi Nadia lagi,suruh dia bertanggung jawab,kenapa sampai hari ini kabarnya pun tidak ada,apa mungkin dia sudah mati."
Keluarga Denada,begitu kesulitan ekonomi setelah dela meninggalkan desa itu,ayahnya ya tidak bertanggung jawab membuat Denada semakin frustasi.
"Mah...Susul saja dia ke kota,bagaiman kita hidup di desa,sementara untuk makan saja kita begitu susah.biarkan saja papa tinggal di desa ini,dia pun sama saja tidak bisa di andalkan." Ucap putri,dia begitu kesal kepada dela karna dia belum mengirimkan uang kepada mereka.
__ADS_1
👉bersambung👉