
Dela sedikit tidak mengerti arti ucapan Bobby,dia menatap ke arah pria itu dia seperti meminta penjelasan arti dari ucapan pria itu.
"Apa maksud dari ucapan mu mas?" Tanya Dela memastikan ucapan pria itu.
"Kamu tidak tau jika malam itu,kamu diperkosa oleh seorang pria,dan kamu tidak tau jika pria yang memerkosanya waktu itu adalah Mahesa." Ucap Bobby,dia ingin melihat reaksi dari Dela saat tau kenyataanya.
"Dan selama ini Mahesa tidak memberitahumu karna dia ingin menunggu waktu yang tepat untuk mengatakannya kepadamu.Dela!!!!Mahesa bukanlah pria sembarangan dia cucu dari seorang konglomerat hebat di negara ini,jika kamu mengharap kepadanya yang ada kamu hannya akan sakit hati,karna kamu tidak akan bersatu dengan pria itu." Ucap Mahesa dia menyentuh kedua tangan Dela,dia juga tidak mengerti kenapa cinta yang ada dihatinya untuk Dela sangat begitu besar.
Dela menepis dengan halus tangan Bobby,dia tidak ingin jika tiba-tiba Mahesa melihatnya dia akan salah mengartikannya.
"Mas!!! Dia tidak memerkosa ku,malam itu akulah yang meminta kepadanya karna pengaruh obat perangsang yang diberikan temanku kepadaku,untuk menjebak ku malam itu,mas aku ini wanita pendosa dan aku benar-benar wanita kotor biarlah aku kotor dengan satu pria dan aku sangat bersyukur mas memberitahu kenyataanya kepadaku.Jika memang dia bukan pria yang bisa ku gapai maka aku akan membesarkan anak kami Tampa menikah dengan pria mana pun,jadi jangan berharap kepadaku mas." Ucap Dela,lalu dia berdiri dan bergegas meninggalkan Bobby ditempat itu.
"Dela!!!! aku akan terus menunggumu,kapan pun kamu datang kepadaku,aku membuka pintu hatiku untukmu." Ucap Bobby,Dela masih mendengar setiap ucapan pria itu,sejujurnya dia merasa kasihan dengan Bobby tapi hatinya tidak bisa berbohong karna dia sangat mencintai Mahesa.
"Takdir....Sepertinya takdir sedang mempermainkan ku,aku tidak pernah menyangka pria,tidur denganku malam itu,adalah Mahesa." Dela tersenyum kecut dengan takdir yang dia hadapi saat ini.
Mahesa neneknya dan Grace sedang terlihat memasuki mall itu,mereka sedang menemani klien penting dari Jepang,klien itu meminta agar mereka menemaninya sekedar berjalan-jalan atau membeli sesuatu dari negara ini untuk diberikan kepada keluarganya di Jepang.
Dan saat itu juga Dela hendak pulang,dia menabrak tubuh seorang wanita,dia begitu kaget tampa melihat wajahnya dia menunduk dan minta maaf.
__ADS_1
"Dela!!!! sedang apa kamu disini?" Tanya Nadia Dela langsung melihat kedua wanita itu dan ternyata itu Putri adiknya dan juga Nadia mantan sahabatnya.
Dela mengabaikan kedua wanita itu,dia langsung pergi dan meninggalkan tempat itu karna dia takut terjadi keributan di tempat itu.
"Tunggu kamu mau kemana? tidak kah kamu ingin memberikan penjelasan kepadaku dan apa kamu tidak merindukan keluargamu."
"Sejak mereka meminta uang kepadamu,mereka bukan lagi keluargaku,dan aku tidak kenal dengan kalian berhenti menganggu ku." Ucap Dela,dan dia berusaha untuk pergi tapi Nadia terus menahan tangannya.
"Lepaskan tanganku,"ucap Dela lalu menepis tangan Nadia dengan kasar hingga beberapa pasang mata melihat keributan itu.Tidak berbeda dengan Mahesa dia begitu kaget saat melihat Dela sedang bersama Nadia dan mereka terlibat keributan dia melihat Nadia terus menarik tangan Dela,seketika emosinya meluap tapi dia tidak berani mendekatinya karna sang nenek sedang disampingnya.
"Sayang bukankah wanita itu,orang yang bersamamu waktu di restoran."Ucap Grace dia sedikit memancing perhatian sang nenek,benar saja sang nenek langsung menoleh ke arah Dela yang terus berusaha menarik tangannya,beruntung saat itu dua security langsung menangani mereka dan disitu juga tiba-tiba Bobby menolong dela dan menarik tangannya dari tangan Nadia.
"Nenek,aku ke kamar mandi." Ucap Mahesa,lalu dia langsung pergi dia cukup merasa lega karna wanita tua itu tidak curiga kepadanya,dia asik berbicara bisnis dengan kliennya itu.
"Dela!!! aku akan mengantarmu." Ucap Bobby Dela melepaskan tangan Bobby yang masih memegangi pergelangan tangannya
"Maaf mas." Ucap Dela.Setelah itu dia melihat taksi dan langsung memasuki taksi lalu meninggalkan pusat perbelanjaan itu.Dia begitu menyesal hari ini pergi ke tempat itu,maksud hati ingin menghibur diri,malah hidupnya begitu apes karna bertemu Nadia dan adiknya yang sangat dia benci.
Mahesa benar-benar marah saat dia baru sampai dikantornya,semua dokumen-dokumen yang ada dimeja dia lempar ke lantai hingga semua kertas berserakan.Sang asisten datang dan melihat ruangan bosnya yang sudah seperti kapal pecah.
__ADS_1
"Keluar!!! jangan berani masuk saat aku tidak memanggilmu." Ucap Mahesa,Daniel begitu takut dia langsung keluar,dan meninggalkan pria itu di ruangannya.Mahesa mengingat Grace yang seakan-akan memancing neneknya untuk mengalihkan perhatiannya kepada Dela.
"Sepertinya dia juga wanita ular,aku harus hati-hati,takkan kubiarkan wanita seperti Grace menyentuh wanitaku apalagi sampai menyakitinya.
Sesampainya di apertemen Dela menghempaskan tubuhnya di sopa dia melakukannya dengan sangat hati-hati dia begitu menjaga kandungannya karna dia tidak ingin kehilangan janinnya untuk kedua kalinya.
"Nak!! maafkan mama,mungkin takdir kita harus seperti ini,apa aku terlalu egois jika mempertahankan papa mu,padahal mungkin kita tidak memiliki harapan sedikit pun." Ucap Dela dia mengelus-elus perutnya yang masih rata.Dia ingin sekali bertemu dengan Mahesa walau cuma sebentar,dia ingin memastikan jika ucapan Bobby itu benar adanya.
Dela kembali mengambil ponsel dan menghubungi nomor Mahesa tetapi,dia selalu menelan pil pahit,karna nomor itu tetap tidak aktif.
Grace begitu terlihat bahagia.Dia sedang nongkrong bersama teman-temanya di sebuah cafe mewah.Dia begitu bangga menceritakan suaminya yang seorang konglomerat itu.
"Grace emang kamu wanita hebat,bahkan seorang super model seperti Zevana bisa kamu singkirkan." Ucap diandra teman dekat Grace.
"Iya dong cinta,siapa dulu dong Grace!!! dan kamu tau suami aku sebentar lagi akan membangun hotel bintang lima.Yaaahh begitulah takdir mengantarkan ku menjadi seorang nyonya Mahesa." Ucap Grace dengan begitu angkuhnya.Bahkan hari ini gayanya terlihat begitu glamor.Dia memakai mobil sport milik Mahesa tampa ijin yang punya mobil.
"Kamu lihat mobil yang kubawa barusan itu hannya satu di antara beberapa mobil mewahnya yang terparkir di garasi rumah." Ucap Grace kembali.Semua temannya merasa kagum dengan hidup Grace sekarang ini,karna dia dilamar seorang cucu konglomerat hebat di negara ini.
****bersambung****
__ADS_1