
"Honey , papa menelpon aku meminta untuk mengantarkannya ke bandara" , ucap Mathew.
"Apakah kamu mau mengantarkan papa ke bandara?" , tanya Leoni.
"Iya honey , lebih baik aku yang mengantarkannya , jadi aku bisa memastikan kalau papa dan mama beneran pulang ke Singapura hari ini , aku gak mau kalau nanti mereka buat keributan lagi di rumah Julie" , ucap Mathew.
"Baiklah honey" , jawab Leoni sambil berjalan untuk memanggil Maria dan Lionel yang sedang bermain dengan anak yang lainnya disana.
"Maria , Lionel , ayo kita pulang sayang" , ucap Leoni.
"Tapi aku masih mau bermain disini ma" , jawab Maria.
"Papa masih ada urusan yang harus diurus sayang" , ucap Leoni.
"Ini kan hari libur ma , masa papa masih harus bekerja di hari libur. Biasanya papa gak pernah bekerja di hari libur" , jawab Lionel.
"Iya sayang , tapi ini juga sangat dadakan. Ayo kita pulang" , ucap Mathew.
Akhirnya Maria dan Lionel mau pulang juga.
Mathew dan istri beserta anak-anaknya berpamitan kepada Julie dan Kevin.
"Kami pulang dulu ya Julie , Kevin" , ucap Mathew.
"Kenapa cepat sekali?" , tanya Kevin.
"Papa meminta saya untuk mengantarkannya di bandara" , jawab Mathew.
"Oh baiklah , kalau gitu" , jawab Kevin dan Julie.
Mathew berjalan keluar dari rumah Julie bersama dengan istri dan anaknya.
Mathew mengantarkan istri dan anaknya pulang ke rumah terlebih dahulu.
"Aku pergi dulu ya honey" , ucap Mathew setelah mencium bibir istrinya sekilas.
"Iya honey , hati-hati di jalan ya" , ucap Leoni.
Mathew pun menganggukkan kepalanya.
Mathew menjalankan mobil dengan kecepatan sedang setelah melihat istri dan anaknya masuk ke dalam rumah.
Sampai di depan hotel K , Mathew memarkirkan mobilnya dan turun dari mobil jalan masuk ke dalam hotel menuju ke kamar papa dan mamanya.
Ting...tong....
Bunyi bel pun berbunyi , mama Isabella langsung berjalan membukakan pintu kamar.
"Kamu sudah datang nak?" , ucap mama Isabella.
"Iya ma , mana koper papa dan mama" , ucap Mathew.
__ADS_1
"Disini nak" , jawab mama Isabella sambil menunjuk ke arah kopernya.
Mathew melangkahkan kakinya masuk ke dalam kamar penginapan papa dan mamanya , mengambil koper yang sudah terletak disana.
"Kita jalan sekarang pa" , ucap Mathew.
"Iya nak" , jawab papa Gerardo.
Mathew dan orang tuanya keluar dari kamar dan menuju ke resepsionis untuk check out.
Ketika papa dan mamanya sedang di resepsionis...
"Aku ambil mobil dulu ya pa , ma , nanti aku tunggu di depan lobby" , ucap Mathew.
"Iya nak" , jawab papa Gerardo dan mama Isabella bersamaan.
Mathew jalan keluar dari hotel sambil membawa koper orang tuanya menuju ke parkiran mobil.
Setelah memasukkan koper di bagasi mobil , Mathew menjalankan mobilnya menuju ke depan lobby hotel.
Ketika Mathew sampai disana , sudah terlihat papa dan mama nya disana.
Mathew menghentikan mobilnya tepat di depan orang tuanya , setelah itu Mathew turun dari mobil dan membantu memasukkan kursi roda yang digunakan oleh papanya ke dalam bagasi mobil.
Sudah masuk semuanya di mobil , Mathew menjalankan mobilnya dengan kecepatan sedang menuju ke bandara.
"Apakah permintaan papa sudah kamu pertimbangkan nak?" , ucap papa Gerardo.
"Kali ini kita pergi ke Bali benar-benar sia-sia pa. Mathew gak mau kembali ke Singapura dan kita juga gak bisa mendapatkan anak kandung Alberto" , ucap mama Isabella.
"Papa hanya berharap agar Julie mau menyusul kita di bandara siang ini dan berangkat bersama ke Singapura" , ucap papa Gerardo , meskipun papa Gerardo sendiri mengetahui bahwa itu kemungkinannya sangat kecil sekali.
Tapi paling enggak , dia sudah berusaha.
"Untuk apa papa mengharapkan wanita itu datang. Gak ada gunanya pa. Nanti dia ke Singapura juga pasti gak ada pengaruh untuk Alberto" , ucap mama Isabella.
"Sudah cukup ma , papa gak mau lagi mendengarkan kata-kata mama itu lagi" , ucap papa Gerardo.
"Baiklah....baiklah...." , ucap mama Isabella sambil melipat kedua lengannya di dadanya dengan perasaan yang kesal.
Mathew hanya diam saja melihat kedua orang tuanya dan fokus menjalankan mobilnya.
Tidak lama mobil yang dibawa oleh Mathew telah sampai di bandara.
Mathew hanya mengantarkan papa dan mamanya sampai di depan pintu keberangkatan.
"Aku mengantarkan sampai disini saja ya pa , ma" , ucap Mathew setelah menurunkan koper dan kursi roda papanya.
"Iya nak , papa mohon kamu coba pikirkan lagi. Kalau kamu mau kembali ke Singapura , papa akan menerima kamu beserta istri dan anak kamu. Kamu juga gak pernah papa keluarkan dari kartu keluarga nak. Kamu masih tetap anak papa dan mama. Papa juga mau meminta maaf atas kesalahan yang sudah papa perbuat kepada kamu dulu" , ucap papa Gerardo.
Mama Isabella hanya menghembuskan nafasnya dengan kasar , karena dia selalu merasa gak pernah melakukan kesalahan.
__ADS_1
Mathew yang mengetahui reaksi dari mamanya pun tidak memperdulikannya.
"Iya pa , semuanya sudah aku maafkan" , ucap Mathew yang melihat ada ketulusan yang terpancar dari mata papanya.
"Iya nak , terima kasih ya. Kalau gitu papa sudah mulai tenang sekarang" , ucap papa Gerardo.
"Iya pa" , jawab Mathew.
Setelah itu papa Gerardo dan mama Isabella berjalan masuk ke dalam bandara , Mathew menjalankan mobilnya menuju ke rumahnya.
********
Di rumah Julie acara ulang tahun anaknya pun telah selesai.
Setelah semua tamu pulang , bu Sri dan Wayan mulai membersihkan semua bekas pesta. Tukang dekor juga sudah mulai membongkar dekorasi dan mengangkat kursi dan meja yang disewa untuk acara.
Julie beserta suami dan orang tuanya berjalan masuk ke dalam rumah.
Kebetulan Christian sudah mulai mengantuk , Julie mulai menidurkan anaknya terlebih dahulu. Setelah Christian tertidur Julie mulai mengambil koper dan memasukkan baju-bajunya kesana.
"Kamu gak mau istirahat dulu sayang?" , tanya Kevin.
"Gak sayang , kebetulan aku gak capek. Aku mau cepat membereskan semua barang-barang kita" , ucap Julie.
"Iya sayang , tapi jangan dipaksakan juga ya. Ingat ada anak kita lagi disini" , ucap Kevin sambil mencium perut istrinya.
"Iya suamiku sayang , aku pasti akan menjaga buah cinta kita dengan sangat baik" , ucap Julie sambil tersenyum.
"Iya sayang , kalau gitu aku bantuin kamu biar kita cepat membereskannya" , ucap Kevin.
Julie pun menganggukkan kepalanya.
"Sayang , bu Sri mau ikut kita ke Jakarta. Kalau Wayan aku belum menanyakannya" , ucap Julie.
"Kamu tanyain nanti saja setelah mereka selesai membersihkan taman" , ucap Kevin.
"Baiklah sayang" , jawab Julie sambil terus memasukkan baju-bajunya ke dalam koper.
Tidak lama terdengar suara ketukan di pintu kamar Julie dan Kevin.
Tok....tok....tok....
Kevin berjalan membukakan pintu kamarnya.
"Ada apa ma?" , tanya Kevin yang melihat mama Shinta dan mama Farah sudah ada disana.
"Pastinya kami mau membantu kalian membereskan barang-barang" , ucap mama Shinta sambil tersenyum.
"Kalau gitu langsung masuk saja ma , aku dan Julie juga sudah mulai beberes" , ucap Kevin.
Mama Shinta dan mama Farah berjalan bersama masuk ke dalam kamar.
__ADS_1
Sampai di dalam kamar , mama Shinta dan mama Farah mulai memasukkan barang-barang Christian yang ada di dalam kamar Julie ke dalam koper besar.