Hamil Diluar Nikah

Hamil Diluar Nikah
bab 11 ~ Dela gadis yang baik ~


__ADS_3

Nadia benar-benar sakit hati mendengar ucapan Mahesa,dia tidak menyangka pria seperti Mahesa memiliki lidah setajam pisau,tetapi dia sedikit heran kenapa seorang Mahesa terus menerus mencari Dela.


"Semoga dia tidak menemukan wanita itu,sial banget dah hidupku,aku yang membawa dia,malah dia yang dapat pria kaya seperti Mahesa." Suara hati Nadia.


"Tuan,apa aku sudah bisa pergi,jika tuan tidak menginginkan tubuhku."


"Apa kamu tau dimana orang tua wanita itu tinggal."


"Tidak tuan,orang tuanya tidak menyukainya,jadi kemungkinan dia masih berada di kota ini." Ucap Nadia,dia sengaja menutupi semua tentang Dela kepada pria itu,karna dia tidak ingin Dela memiliki Mahesa.


"Silahkan keluar." Ucap Mahesa,sampai wanita itu meninggalkan ruangannya sedikit pun Mahesa tidak mau menatap wanita itu.


"Kaya sih,ganteng juga,tapi sayang dia terlalu dingin,paling nga suka liat pria angkuh seperti itu." Ucap Nadia lalu dia meninggalkan gedung perusahaan milik Mahesa.


*****


Dela sedang membereskan semua barang-barang membersihkan abu dari rak penyusunan stok barang,dan memasangkan baju-baju baru ke patung,agar bisa di pajang di depan tokonya.Dela sangat bahagia menekuni pekerjaannya ini,walaupun hannya penjaga toko pakaian di pasar tradisional,setidaknya dia bisa merasakan damai disana apalagi pemilik toko begitu baik kepadanya.


" Dela,sini dulu ada yang ingin Tante bilang kepadamu." Ucap wanita paruh baya itu,Dela langsung menghampiri wanita itu dan duduk di depan mejanya.

__ADS_1


"Ada apa tante."jawab Dela.


"Tante sama om,akan pergi ke luar negri,kami akan tinggal disana,dan kami tidak tau sampai kapan kami pulang."


"Deg..." Tiba-tiba jantung dela bergetar dia benar-benar takut kehilangan pekerjaannya ini,karna dia benar-benar nyaman bekerja dengan wanita itu,dan dia juga bingung mencari pekerjaan lagi,apalagi dengan keadaannya yang sedang Hamil muda,sebenarnya ingin sekali dia menceritakan keadaanya,tetapi dia merasa malu karna tidak punya suami.


"Dela,kamu mau kan meneruskan toko ini,kamu harus belajar bagaimana mengelola toko ini agar tetap bisa berjalan jika stok barang sudah mulai menipis,maka kamu harus belanja dari hasil penjualan mu,agar toko ini tetap berjalan." Ucap wanita itu,Dela merasa bingung dengan ucapan wanita itu.


"Tante maksud Tante toko ini akan tetap buka walau Tante dan om,pergi keluar negri?"


"Iya,aku percayakan toko ini untukmu,Tante harap kamu bisa mengelola dengan baik."


"Terima kasih Tante, aku akan berusaha sekuat tenagaku,sekali lagi terima kasih tante."Ucap Dela,Tampa sengaja dia menggenggam tangan wanita itu,saking bahagianya.


****


Sebulan sudah Mahesa menghabiskan waktu untuk mencari Dela,tapi sampai hari ini dia tidak bertemu dengan wanita itu,hingga dia benar-benar pasrah,dan dia tidak mencari wanita itu lagi.


Mahesa kembali ke rumahnya,dia melihat mobil yang dipakai tunangannya sudah terparkir di halaman seketika itu Mahesa merasa seluruh tubuhnya lemas,dia benar-benar malas jika harus bertemu dengan tunangannya itu.

__ADS_1


"Mahesa sini nak,kenapa akhir-akhir ini kata Zevana kamu tidak mau bertemu dengannya."


"Bukan mah,Mahesa lagi banyak kerjaan saja,jadi aku lagi tidak ingin di ganggu aja."


"Ya sudah mama lagi sibuk,mama tinggal Zevana di rumah ini,kalian harus lebih sering bersama,jangan terlalu dingin kepadanya." Ucap Maya ibunya Mahesa.


*****


Mahesa kembali menjalani hari-harinya seperti biasa,dia tidak ingin terus-menerus memikirkan wanita itu,yang membuat semangat kerjanya tidak karuan,akhirnya dia memutuskan untuk melupakan wanita yang bisa menggoyahkan hatinya beberapa Minggu ini.


"Ya sudahlah,semoga wanita itu mendapatkan pria yang baik agar dia bisa mendapat hidup yang layak nantinya." Ucap Mahesa,lalu pria itu kembali menggeluti pekerjaannya.


"Hendra bagaimana lahan yang sudah kamu tinjau itu apa memang pantas di daerah itu di bangun pusat perbelanjaan?" Tanya Mahesa,dia sedang melakukan meeting bersama beberapa staf penting di perusahaanya.


"Sepertinya lahan itu sangat bagus pak,dan daerah itu juga sangat menjanjikan karna terletak di daerah perkotaan."


"Baguslah,segera kalian urus tanah itu,beli lahan itu seberapa pun yang mereka tawarkan,karna aku menginginkan pembangunan pusat perbelanjaan di daerah itu segera di bangun.Rapat selesai segera berangkat ke lokasi itu,dan secepatnya beritahu perkembangannya kepadaku " Ucap Mahesa.


"Sayang..." Zevana langsung memasuki ruangan Mahesa setelah rapat singkat itu selesai.Mahesa berusaha lebih membuka hati kepada tunangannya,karna tidak mungkin baginya menunggu sesuatu yang tidak pasti.

__ADS_1


"Sayang,kita masuk yuk,aku pengen nih,udah lama kita tidak melakukannya."


***Bersambung**"


__ADS_2