
Akibat pukulan keras yang diterima Dela mengakibatkan dia belum sadarkan diri sampai sudah hampir satu jam lebih Mahesa sudah memberikan minyak kayu putih di hidungnya agar dia segera bangun tetapi semuanya sia-sia.Dia enggan membawa Dela kerumah sakit karna hari ini wanita itu berpakaian sangat minim,dia takut orang lain berprasangka buruk kepadanya.
"Dia tidur atau pingsan sih,kok sampai sekarang belum juga sadar."Ucap mahesa lalu dia memutuskan membawa Dela ke hotel.Saat dia membawanya memasuki kamar hotel beberapa mata menatap ke arah Mahesa tetapi dia berusaha biasa saja.Dia menggendong Dela dan membawanya memasuki kamar hotel.
Setelah sampai dia membiarkan wanita itu tidur diatas ranjang lalu menutup tubuh wanita itu dengan selimut yang ada di ranjang itu.Dia merasa takut tidak bisa mengendalikan dirinya,apalagi dia masih ingat bagaimana dia sangat menikmati tubuh wanita itu.
Mahesa merasa bingung dengan wanita yang ada dihadapannya kenapa sampai sekarang dia belum juga sadar,ingin dia memanggil dokter langganan nya tapi karna berhubung ini sudah larut malam dia merasa enggan akhirnya dia membiarkan wanita itu tetap pingsan.
pada saat malam semakin larut akhirnya Dela sadar dia mengucek-ucek matanya lalu dia berusaha mengumpulkan kesadarannya,dan dia melihat Mahesa yang tertidur di atas sopa.
"Ternyata pria itu membawaku ketempat ini,ternyata dia pria baik-baik." Ucap Dela lalu dia bangkit dari tidurnya dan dia tersenyum saat pria itu ternyata memberikan jasnya untuk dua kenakan menutupi tubuh polosnya.
Saat Dela hendak menuruni ranjang dia sangat kaget saat Mahesa telah menatapnya dengan tatapan yang tidak bisa diartikan.
"Kamu pingsan atau tidur kenapa sampai larut begini kamu baru terbangun menyusahkan ku saja." Sungut Mahesa membuat Dela merasa tidak enak tadinya dia ingin mencari makanan di kulkas karna dia sangat kelaparan tetapi mendengar ucapan Mahesa seketika rasa laparnya hilang.
"Maafkan aku tuan,dan terima kasih sudah menolongku keluar dari tempat terkutuk itu." ucap Dela lalu dia Kemabli merebahkan tubuhnya dia atas ranjang dia takut pria itu berbuat sesuatu kepadanya apalagi dia hannya memakai pakaian yang sangat seksi.
Sementara itu Nadia benar-benar kesal dengan yang terjadi rumah bordir itu akibat ulah dela,dia harus membayar kerugian untuk kerusakan beberapa meja dan juga pengobatan pria yang dihajar Mahesa dan beberapa penjaga di tempat itu.
"Kamu nga jelas jadi orang Nadia masak kamu membawa wanita yang selalu buat susah,kamu membuatku pusing saja cepat kamu bayar semua kerugian di tempat ini." Ucap mami pengelola rumah bordir itu.
__ADS_1
Nadia terus terlihat mengumpat dia benar-benar marah kepada Dela yang terus membuatnya frustasi.
"Maafkan aku mami,aku akan membayar semua kerugian itu." Ucap Nadia,lalu dia kembali bekerja mencari pelanggan.
"Siapa lagi pria yang membantu Dela,kenapa wanita itu sehebat itu,selalu saja ada orang yang membantu wanita itu huh menyebalkan." Sungut Nadia.
Keesokan harinya Dela terbangun jam sudah menunjukkan pukul sepuluh pagi.
"Aku terlambat bangun,bahkan pria itu sudah pergi aku harus bagaimana ini." ucap Dela lalu dia melihat paper bag Dela membuka kotak itu dan melihat beberapa helai baju,pakaian dalam dan juga sandal.
"Sialan bahkan dia membelikan aku pakaian dalam,dari mana dia tau ukuran milikku apa dia semalam melecehkan ku sialan itu pria." Ucap Dela lalu dengan terpaksa dia turun dan beranjak menuju kamar mandi.
"Bodoh amatlah yang penting aku sekarang punya baju yang layak pakai." ucap Dela saat dia sudah selesai beres-beres dia hendak keluar dari hotel,dia tidak biasa tinggal di tempat mewah seperti itu.Tetapi saat dia ingin membuka pintu dia sama sekali tidak bisa buka pintu dia bingung bercampur takut.
"Bagaimana ini,kenapa aku dikunci di hotel ini." Ucap Dela tidak mungkin dia berteriak akhirnya dia memutuskan menunggu orang yang datang ke ruangannya.
Sementara itu dirumah Mahesa dia kedatangan tamu orang tua Grace mereka dari pagi sudah menunggu Mahesa di rumah itu,karna Grace memaksa papanya untuk segera menikahkan mereka.
"Ada apa om pagi-pagi kerumah pagi ini aku ada meeting penting aku tidak bisa menemani om dan Tante dirumah." Ucap Mahesa dia sedikit risih dengan kehadiran kedua orang tua Grace.
"Maafkan kami nak,kami sudah merepotkan mu,kami hannya memastikan hubungan kamu dan anak om." Ucap pria itu Mahesa benar-benar kesal dia merasa sedikit risih dengan kedua orang tua itu.
__ADS_1
"Om,Tante,maafkan Mahesa untuk sekarang aku masih sangat sibuk,aku belum kepikiran untuk menikah lebih baik kami jalani saja dulu." Ucap Mahesa dia sangat berharap kedua orang tua Grace mengerti keadaanya.
"Itulah Grace kamu sudah dengar kan lebih baik jalani saja dulu,tidak mungkin nak Mahesa ingkar dengan janjinya kami sudah ada perjanjian." Ucap papanya,Grace sedikit merasa malu dengan ucapan Mahesa.
"Nga masalah papa kami jalani dulu,tapi mas mahesa harus lebih peduli kepadaku karna aku paling tidak suka dicueki." ucap Grace.Sementara itu putri benar-benar cemburu melihat kehadiran Grace ke rumah itu,dia tidak menyangka kalau Mahesa sudah memiliki calon istri karna selama dia bekerja ditempat itu kurang lebih dari dua Minggu belum pernah sama sekali wanita datang ke tempat itu untuk mencari Mahesa.
Putri datang membawa air minum,dia sengaja meminta air yang dibawakan pelayan lain dia ingin memberikan pelajaran kepada wanita itu.
"Burrr!!!! Aduhhhh....Kalau jalan pakai mata dong lihat ni minumannya membasahi bajuku dasar babu sialan." Ucap Grace dia begitu marah saat air yang dibawa oleh putri langsung tumpah ke bajunya.
"Maaf nyonya,aku tidak sengaja." Putri pura-pura membersihkan baju grace dan dalam hatinya dia cukup puas melihat baju wanita itu sudah basah kuyup.
"Papa..Kita pulang aja yang penting papa sudah bicara dengan mas Mahesa,lagian mas Mahesa mau kerja,aku tidak mau nanti kita mengganggu nya. " ucap Grace dia bangkit dari duduknya bersama orang tuanya.
Setelah mereka pergi Mahesa langsung menarik napas lega,dia sedikit berhutang kepada pelayan barunya itu,tapi dia tidak ingin pelayan itu merasa besar kepala.
"Tuan aku akan menyiapkan sarapan lagi tuan?" Tanya putri dia juga merasa cukup puas melihat keluarga itu keluar dari rumah Mahesa.
"Ternyata mereka pergi dari rumah calon suamiku ,tidak ada satu orang pun yang bisa mendekati calon suamiku." Suara hati putri dia tersenyum puas karna bisa menyingkirkan Grace lagi ini dari rumah Mahesa.
***bersambung***
__ADS_1