
Melihat Grace yang terus berada di ruangannya membuat Mahesa benar-benar kesal.
"Kenapa kamu belum juga pulang apa kamu tidak bosan terus duduk menemaniku,apa kamu pikir aku suka dengan wanita yang begitu posesif?" Ucap Mahesa dia menghunus pandangan nya kepada wanita itu.
"Aku tidak peduli itu,yang aku tau aku begitu mencintaimu,dan aku menunggumu sampai kita berangkat ke butik langganan nenek agar bisa melakukan Fitting baju kita di hari istimewa kita nanti." Ucap Grace hal itu membuat Mahesa semakin kesal kepada wanita itu.Grace sudah benar-benar muak akhirnya dia langsung berdiri dari kursi dan berjalan menuju pintu
"Mau kemana?" Tanya Grace lalu berlari mengejar Mahesa,ternyata pria itu memasuki ruangan daniel.
"Antar kami sekarang ke butik." Mahesa langsung keluar meninggalkan Daniel dan juga Grace yang masih terpaku di ruangan itu.Melihat Mahesa semakin jauh akhirnya Grace berlari mengejar pria itu.Daniel berlari mengejar Mahesa dia langsung membuka pintu untuk pria itu,tapi sayangnya Mahesa menolak untuk berdekatan dengan Grace dia lebih memilih duduk di samping Daniel,walaupun dia sangat tidak menyukai pria itu.
Setelah sampai di butik mereka disambut oleh menejer butik,sebelumnya sang nenek sudah memberitahukan kepada pemilik butik itu,hingga dia menyuruh sang menejer untuk menyambut sang cucu konglomerat karna pemilik butik lagi berhalangan untuk datang ke butik hari ini.
"Selamat siang tuan,silahkan masuk senang bisa melayani cucu konglomerat di kota ini." Ucap sang menejer,dia sangat berusaha sebaik mungkin untuk melayani Mahesa dan Grace.Tetapi sedikit pun Mahesa tidak merasa bahagia,wajahnya terlihat ditekuk,karna hidupnya benar-benar menyakitkan di besarkan dengan aturan yang membuatnya hampir tercekik.
Sang menejer memberinya sebuah majalah gambar-gambar model desain pakaian pengantin Grace dengan antusias langsung menerima majalah itu.
__ADS_1
"Berikan kami minum." Ucap Grace,dia sudah bersikap layaknya seorang nyonya besar, dengan sopan sang menejer langsung keluar menuju belakang untuk mengambil minuman yang diminta oleh Grace.
Mahesa benar-benar sangat kesal dengan sikap dan gaya Grace akhirnya dia mengambil ponselnya lalu melihat sudah lima kali dela menghubunginya.Dia sengaja menonaktifkan nada ponselnya karna dia takut asisten sang mata-mata dan juga Grace mengadu kepada neneknya yang begitu jahat.
Mahesa pelan-pelan pergi ke kamar mandi,dia bertanya lebih dahulu kepada menejer yang sudah berdiri di hadapannya setelah menyuguhkan dua gelas teh dimeja,sementara Grace begitu asik melihat berbagai rancangan baju pernikahan.Sampai dia tidak menyadari Mahesa sudah berjalan menuju kamar mandi.
Mahesa lalu mengambil ponsel dan menghubungi kekasihnya,dia sangat takut jika dela menghubunginya apalagi sampai berkali-kali itu artinya wanita itu sedang membutuhkan nya.Karna dela tidak akan menghubunginya jika memang tidak ada hal yang mendesak.
Berkali-kali Mahesa mencoba menghubungi dela tetapi tidak diangkat sama sekali hal itu membuat Mahesa begitu khwatir.Dia benar-benar takut jika terjadi sesuatu kepada Dela.Mahesa terus mencoba menghubunginya tapi hasilnya tetap sia-sia.Akhirnya Mahesa keluar dari kamar mandi lalu berjalan melewati Grace yang masih sibuk dengan majalah di tangannya.Saat keluar dari butik Mahesa berjalan melewati mobil,dia tidak melihat Daniel di dalam mobil hal itu dipergunakan Mahesa untuk pergi dari tempat itu.
Sesampainya di apertemen Mahesa langsung cepat-cepat memasuki apertemenya dan dia belum melihat keberadaan Dela akhirnya dia memasuki kamar tetapi tetap saja dia tidak menemukan dela.Mahesa semakin panik lalu dia menghubungi ponselnya dan ternyata ponsel itu berada di meja ruang tamu Mahesa berjalan kesana dan akhirnya dia melihat tubuh dela terbujur kaku di bawah kursi.Mahesa benar-benar kaget dia berlari dan meraih tubuh wanita itu,dia menendang meja dengan kakinya karna begitu sulit dia mengambil tubuh wanita itu dari sana.
"Rumah sakit XXX pak tolong cepat ya pak." Ucap Mahesa.Sopir langsung menyetir dengan cepat Karna sepanjang jalan Mahesa tidak henti-henti untuk mendesak sang sopir agar menyetir dengan kecepatan tinggi.Setelah sampai di rumah sakit Mahesa membayar argo yang sudah tertulis setelah itu dia pergi membawa Dela kedalam rumah sakit,dia tidak peduli lagi dengan panggilan sang sopir untuk mengembalikan ongkosnya.
Selama dirumah sakit beberapa kali ponselnya berbunyi baik dari nenek atau pun dari Grace,dia benar-benar tidak peduli dengan mereka lagi,dia tidak mungkin membiarkan sesuatu terjadi kepada wanita itu.
__ADS_1
Setelah dela mendapat perawatan,wajah Dela sudah mulai normal,dan tangannya juga tidak sedingin saat mahesa menemukannya pingsan di apertemen nya.
****
Sang nenek begitu marah saat dia tau Mahesa melarikan diri dari butik,dia mengelabui asisten barunya,dan juga semua orang yang ada di butik itu,sang nenek begitu malu saat pemilik butik itu memberitahu kepadanya.
"Lihat....Lihatlah anak itu,dia sudah berani melawanku,sepertinya dia pikir aku sedang bermain-main dengan ucapan ku." Ucap sang nenek berang.Menantunya sampai bergidik ngeri mendengar ucapan wanita itu karna dia begitu tau betapa kejamnya wanita itu.
"Aku tidak akan memaafkan jika memang ada seseorang yang ingin merusak anak nakal itu,lihatlah sikapnya semakin pembangkang.Daniel..Cepat selidiki di mana anak nakal itu menyembunyikan wanita itu." Ucap sang nenek kepada Daniel.Daniel langsung mengangguk mendengar perintah dari wanita tua itu.
Setelah Daniel mendapat perintah dari wanita itu,dia langsung pulang menuju rumahnya,sebenarnya dia sedikit malas bekerja di keluarga itu,mengingat begitu sulit baginya mengikuti setiap aturan wanita itu,belum lagi harus mengurusi cucunya yang mencintai wanita lain saat dia sudah ingin menikah.Tapi karna gajinya begitu mengiurkan dia menerimanya,walaupun pekerjaannya benar-benar menyakitkan.
Saat dia sudah keluar dari dalam rumah orang kaya itu,dia langsung pergi menuju bar disana dia menemui seseorang yang bisa dia suruh untuk mencari tau tentang kekasih tuannya itu.
Sementara itu Mahesa dengan sabar menunggu Dela sadar dari pingsannya,betapa kagetnya dia saat dia tau ternyata Dela sering tidak makan hal itu yang membuat asam lambungnya selalu naik.Mahesa meraih tangan dela lalu menciumnya.
__ADS_1
"Sayang!!! bangunlah aku begitu merindukanmu,kenapa kamu sampai sakit apa kamu ingin membunuh dirimu agar kamu bisa mati dengan cepat makanya kamu jarang makan,bahkan jika kamu mati aku pun akan mengikuti mu juga." Ucap Mahesa sambil mengelus-elus tangan itu.
****bersambung****