Hamil Diluar Nikah

Hamil Diluar Nikah
bab 50 ~ Perseteruan Bobby dan Mahesa ~


__ADS_3

Bobby terlihat berjalan melewati lorong-lorong rumah sakit,dia datang kerumah sakit itu karna mamanya yang sedang di rawat disana karna sakit vertigo.Tetapi pada saat dia ingin membelok tiba-tiba dia melihat Mahesa keluar dari salah satu ruangan di rumah sakit itu.Bobby langsung sembunyi di baling salah satu bunga besar,dia ingin memastikan siapa yang dirawat dirumah sakit ini,dia curiga jika dela kembali hamil atau sedang sakit.


Saat Mahesa sudah melewatinya,Bobby langsung berjalan memasuki ruangan dimana dia melihat Mahesa keluar.Dia terlebih mengintip dari kaca,karna dia takut salah dan dia takut dituduh yang tidak-tidak oleh pasien jika itu bukan dela.Ternyata benar dugaannya dela sedang dirawat di dalam sana dia langsung memasuki ruangan itu dan berjalan menuju ranjang dela.Dia meraih tangan dela yang begitu kurus dan wajahnya yang sangat pucat.Bobby Mengepal kuat tangannya dia tidak menyangka Mahesa begitu kejam memperlakukan Dela hingga wanita itu benar-benar menderita.


"Dela..Bangun apa yang terjadi denganmu?" Ucap Bobby sambil menyentuh tangan dela.Tiba-tiba dela mulai tersadar tangannya bergerak dan dia membuka matanya dia melihat sekelilingnya dan ini bukan kamarnya,lalu dia menoleh ke arah Bobby,dia begitu heran kenapa pria itu berada di ruangan ini.


"Apa dia membawa ku kesini?" Suara hati Dela.Tetapi dia mengabaikan pertanyaan nya karna dia merasa badannya begitu lelah tidak berdaya.


"Apa yang terjadi denganmu dela,apa pria itu sudah menyebabkan kamu begini,kenapa kamu tidak melarikan diri saja darimu? Dela mari kita menikah,aku akan menghalalkan mu,pria itu bukan pria baik-baik " Ucap Bobby dia terus menyentuh tangan dela,saat itu dari kejauhan Mahesa melihat pintu ruangan dela terbuka dia langsung berlari kecil agar secepatnya sampai di ruangan itu tapi betapa kagetnya dia saat sudah sampai di ruangan itu dia melihat Bobby sedang menyentuh jari tangan dela.


"Brakkk" Dengan kasar Mahesa langsung menendang kursi yang diduduki Bobby hingga pria itu tersungkur ke lantai.Tidak puas Mahesa mencengkram baju Bobby lalu melayangkan satu pukulan ke wajah Bobby hingga sudut bibir Bobby mengeluarkan darah segar.Keributan tidak bisa dihindari lagi.


Tidak tahan melihat keributan itu akhirnya Dela memaksa tubuhnya,lalu dia mencabut infus yang ada ditangannya lalu turun dari ranjang dan memeluk tubuh Mahesa dari belakang.


"Hentikan...Aku benar-benar sakit." Ucap Dela,seketika itu amarah Mahesa langsung meredup,hatinya benar-benar luluh saat Dela memeluknya di hadapan Bobby.Bobby akhirnya berdiri dan mendekati Mahesa.

__ADS_1


"Kamu pria bajingan aku tidak akan membiarkan kamu selalu menyakiti dela,aku akan membawanya suatu saat nanti.Dela pikirkan apa yang ku katakan tadi,dia bukan pria yang baik untukmu ingat itu.Menikahlah denganku." Ucap Bobby lalu meninggalkan ruangan itu,dan saat akan keluar dua orang security mendatangi ruangan itu karna mendengar adanya keributan disana.


Mahesa lalu membopong tubuh dela dan kembali membaringkan tubuhnya ke atas ranjang,lalu dia keluar memanggil suster untuk memasang kembali infus ke tangan dela.


"Benar-benar sial,pria itu telah membuatku benar-benar marah,melihat keadaan tubuh dela aku yakin dia tidak bahagia,bahkan mungkin dia sedang menderita." Suara hati Bobby.Wajahnya terlihat marah,karna dia merasa Dela terlalu bodoh harus bertahan dengan pria seperti Mahesa.


Berhubung Karna sudah pagi,Mahesa ingin berangkat kerja tapi dia begitu takut meninggalkan Dela di rumah sakit sendirian akhirnya dia menghubungi Doni dan menyuruhnya datang ke rumah sakit itu,dia tidak ingin neneknya semakin murka kepadanya jika dia tau dia tidak datang kekantor hari ini.Sebenarnya dia sangat berat rasanya untuk meninggalkan Dela di rumah sakit,tapi dia lebih tidak mau lagi jika sang nenek tau tentangnya.


Setelah beberapa menit Doni sampai dirumah sakit,dia begitu heran kenapa mantan bosnya itu menyuruhnya datang ke tempat yang sangat dihindari manusia itu.


"Kamu sudah datang? Maaf mengganggumu,sekarang pekerjaanmu menjaga istriku dirumah sakit ini,karna dia sedang sakit." Ucap Mahesa,Doni begitu kaget mendengar kata istri yang di ucapkan oleh mantan bos nya itu.


" Bos,sejak kapan kalian menikah? padahal aku baru kemarin dipecat oleh nenekmu,tapi kamu sudah menikah saja." Ucap Doni,dia terlihat sangat percaya jika kedua pasangan itu sudah menikah.


"Maafkan aku Doni saat ini aku belum bisa membantumu,untuk kembali menjadi asistenku,jika kamu mau aku bisa membuatmu bekerja sebagai sekretaris di perusahaan ku,tapi untuk saat ini,kamu harus menjaga Dela disini dulu jangan coba-coba untuk menggodanya " Ucap Mahesa sambil meletakkan mangkok yang ada ditangannya.

__ADS_1


"Baiklah bos,aku akan melakukannya untukmu." Ucap Doni,kali ini dia serius dalam ucapannya.Dia juga sangat tau bagaimana sikap kejam wanita tua itu,dan yang dia heran kan wanita itu sudah lumayan tua tapi dia terlihat semakin sehat bahkan awet muda.


Akhirnya Mahesa berangkat ke kantor dengan naik taksi hari ini,di dalam taksi dia terkekeh,karna dia memiliki banyak mobil,bahkan punya mobil sport tapi beberapa kali dia sudah menaiki taksi.Penampilannya terlihat sangat amburadul hari ini karna memang dia belum mandi atau membersihkan dirinya,dia masih memakai jas yang dia kenakan kemarin.


Setelah dia sampai dikantornya dia sudah melihat Daniel asistennya sedang berbicara dengan para kariawan lain,pria itu terlihat dekat dengan kariawan,hal seperti itu tidak disukai oleh Mahesa sama sekali.Dia mengabaikan sapaan para karyawannya lalu dia menaiki lift menuju ruangannya,dia juga mengabaikan Daniel yang terlihat asik berbicara dengan semua kariawan itu.


Setelah dia sampai di ruangannya dia sudah melihat wanita yang benar-benar membuatnya ingin muntah,entah kenapa wanita itu selalu mengganggunya setiap saat,dia benar-benar sebagai penganggu di hidupnya.Dia sangat menyesali perjanjiannya dulu dengan calon mertuanya.


"Apa lagi yang kamu lakukan di ruangan ku ini?"


"Maksud kamu apa,mas sampai kapan kamu seperti ini padaku?setelah kamu meninggalkan ku di butik,sedikitpun kamu tidak minta maaf." Ucap Grace,dadanya naik turun menahan emosi yang sudah memuncak.


"Sekarang kamu keluar agar aku bisa bekerja,aku sudah mengikuti semua keinginanmu." Ucap Mahesa,lalu dia membuka leptop nya dan memulai aktifitasnya." Melihat itu Grace semakin emosi dia meraih leptop yang dia kenakan lalu melemparnya kelantai hingga hancur berantakan.


****bersambung****

__ADS_1


__ADS_2