
Alberto dan Yui san yang sudah masuk ke dalam rumah , melihat papa Gerardo dan mama Isabella yang sedang menonton televisi disana.
"Pa...ma..." , sapa Yui san dan Alberto.
"Iya nak" , jawab papa dan mama bersamaan.
"Bagaimana keadaan Salvio nak?" , tanya mama Isabella.
"Tadi Salvio kejang kejang ma" , jawab Yui san.
"Kenapa bisa begitu?" , ucap papa Gerardo.
"Kata suster Hesty kalau anak yang kena kelumpuhan otak bisa terjadi seperti itu pa , sampai tubuhnya menjadi kaku semua , untungnya suster Hesty bisa mengatasinya , jadinya Salvio sudah kembali baik-baik saja" , ucap Yui san.
Papa Gerardo pun hanya menganggukkan kepalanya mendengarkan penjelasan dari Yui san.
"Untuk apa Alexandria dan Leonardo mempertahankan anak itu. Anak itu hanya akan menyusahkan mereka saja , bukankah lebih baik kalau mereka fokus untuk program anak lagi" , ucap mama Isabella.
"Mama gak boleh gitu ma , biar bagaimanapun itu anak kakak , kakak sangat menyayangi anaknya itu" , ucap Alberto.
"Untuk apa menjaga anak yang sakit-sakit seperti itu" , ucap mama Isabella.
"Mama itu terlalu egois , anak itu pemberian Tuhan , bagaimana pun kita harus menjaganya dengan baik" , ucap Alberto.
"Tapi jangan membuang waktu juga hanya demi anak seperti itu. Lagian juga Alexandria kan gak menyusui , apa salahnya dia program hamil secepatnya" , ucap mama Isabella.
"Aku gak tau mau ngomong apa lagi sama mama. Mama juga seorang ibu , harusnya mama bisa mengerti perasaan kakak , bukan hanya menuntut keinginan mama terus kepada kami" , ucap Alberto sambil berjalan menuju ke kamarnya dengan perasaan yang kesal.
Yui san hanya bisa terdiam mendengar perkataan mama mertuanya dan mengikuti suaminya masuk ke dalam kamar.
"Suamiku , kenapa kamu mengambil baju kaos dan celana panjang?" , ucap Yui san yang melihat suaminya mengganti baju di depan lemari.
"Kita makan diluar saja. Aku malas dirumah hari ini" , ucap Alberto.
"Nanti setelah makan diluar , kita balik ke sini lagi?" , tanya Yui san.
"Gak tau" , jawab Alberto.
Yui san pun hanya diam dan memilih untuk mengikuti suaminya saja.
Alberto yang sudah siap mengganti bajunya , berjalan dengan istrinya turun ke bawah.
"Aku makan diluar bersama dengan Yui san ma , pa" , ucap Alberto.
"Iya nak" , jawab papa Gerardo.
"Kenapa kalian gak makan dirumah? Mama sudah minta Elis buat masak yang banyak" , ucap mama Isabella.
__ADS_1
"Aku gak selera makan dirumah ma" , jawab Alberto.
"Apa-apaan kamu Alberto!!! Apa kamu mau menentang mama lagi?" , ucap mama Isabella.
"Harusnya aku gak tinggal disini ma , kalau bukan karena Yui san hamil , aku juga gak akan tinggal bersama dengan mama" , ucap Alberto.
"Kalau kamu mau pergi dari rumah ini , ya sudah pergi saja. Mama juga gak akan peduli. Kalian sudah gak ada yang mau mendengarkan kata-kata mama" , ucap mama Isabella.
"Sudah ma , jangan begitu lagi dengan Alberto" , ucap papa Gerardo yang sudah gak mau kehilangan anaknya lagi.
Cukup dengan kepergian Mathew sudah membuat luka dihatinya sekarang , ditambah dengan kelahiran cucu nya yang tidak sehat , membuat Gerardo semakin merasa bersalah kepada anak-anaknya.
Hanya istrinya Isabella yang belum menyadari dan masih menuntut terus kepada anak-anaknya.
Alberto yang tidak mau menanggapi mamanya , memegang tangan istrinya dan pergi keluar rumah.
Sampai di restoran steak favorit kesukaan Alberto.
Alberto dan Yui san memesan makanan mereka disana , tidak lama makanan yang mereka pesan pun sudah terhidang di atas meja.
"Sayang , malam ini kita tidur di apartemen saja ya , aku lagi malas pulang ke rumah" , ucap Alberto.
"Baiklah suamiku , aku akan ikut kemana pun kamu pergi" , jawab Yui san.
Alberto pun menganggukkan kepalanya sambil memakan steak dagingnya.
Di rumah Ricko...
Bella sudah merasakan sakit perut yang luar biasa malam itu.
Anastasia sangat ketakutan melihat mamanya kesakitan seperti itu.
"Mba , papa kapan pulangnya?" , tanya Anastasia kepada Ina babysitter nya.
"Sebentar lagi Anastasia" , jawab Ina yang sudah menelpon tuan Ricko untuk menyampaikan keadaan nyonya Bella.
"Tapi kasihan mama sudah kesakitan seperti itu mba" , ucap Anastasia.
Ricko yang baru sampai di rumahnya , langsung berlari masuk ke dalam rumah.
"Kita langsung ke rumah sakit saja ya sayang" , ucap Ricko sambil memegang tubuh istrinya.
Bella pun menganggukkan kepalanya.
"Ina , tolong bawain koper nyonya" , ucap Ricko.
"Baik tuan" , jawab Ina sambil membawa koper yang sudah disiapkan di dekat lemari baju.
__ADS_1
Ricko memapah tubuh Bella turun tangga sampai ke luar rumah.
"Pa , aku ikut juga ya" , ucap Anastasia.
"Gak boleh nak , kamu dirumah saja ya , nanti ketika adiknya sudah lahir , baru papa bawa kamu ke rumah sakit" , ucap Ricko.
"Tapi pa...." , karena Ricko yang buru-buru ke rumah sakit , perkataan Anastasia pun gak didengarnya lagi. Ricko langsung masuk ke dalam mobil dan menjalankan mobilnya keluar dari rumah.
"Mba , kenapa papa gak mau mendengarkan aku selesai bicara dulu?" , ucap Anastasia.
"Papa harus pergi secepatnya ke rumah sakit Anastasia. Adek Anastasia kan sudah mau lahir , jadi papa harus cepat membawa mama ke rumah sakit" , jawab Ina.
"Kenapa aku gak boleh ikut?" , tanya Anastasia.
"Kalau sekarang anak-anak belum boleh ikut ke rumah sakit , kan tadi tuan Ricko sudah bilang kalau nanti ketika adik lahir , Anastasia akan dibawa ke rumah sakit" , ucap Ina mencoba menjelaskan.
Anastasia yang masih belum menerima dirinya di tinggal dirumah , mengambil ponselnya dan menelpon oma Shinta.
Shinta yang sedang mengobrol dengan suaminya untuk masalah acara resepsi pernikahan Julie dan Kevin nanti , mendengarkan suara ponselnya berbunyi , mengulurkan tangannya untuk mengambil ponselnya yang terletak di atas lemari di samping kasurnya.
Terlihat nama cucunya di layar...
Shinta langsung tersenyum sambil menyentuh tanda terima panggilan disana.
"Halo cucu oma yang imut , ada apa menelpon oma malam-malam begini?" , ucap oma Shinta.
"Papa dan mama ke rumah sakit oma , kata papa mama mau melahirkan , masa aku disuruh tinggal di rumah dan gak boleh ikut ke rumah sakit" , jawab Anastasia.
"Mama kamu sudah mau melahirkan?" , tanya oma Shinta.
"Kalau kata papa dan mba Ina begitu oma , tadi aku lihat mama kesakitan sambil memegang perutnya" , ucap Anastasia.
"Berarti benar mama kamu sudah mau melahirkan. Sekarang Anastasia memang harus tinggal dirumah dulu , karena anak kecil belum boleh ikut ke rumah sakit sayang. Besok kalau adek sudah lahir , oma dan opa jemput Anastasia untuk pergi ke rumah sakit ya" , ucap oma Shinta.
"Tapi kenapa anak kecil gak boleh ikut ke rumah sakit oma?" , tanya Anastasia.
"Anak kecil memang gak boleh berada di rumah sakit lama-lama sayang , untuk mama melahirkan juga butuh waktu yang lama. Nanti kamu juga pasti akan bosan selama menunggu mama melahirkan. Cucu oma yang pintar , cantik dan imut harus mau menurut ya , malam ini tinggal dirumah dulu ya bersama mba atau Anastasia mau tidur di rumah oma?" , ucap oma Shinta.
"Aku tidur disini saja oma , tapi besok ketika adek sudah lahir , oma jemput aku ya , aku kan mau melihat adek juga" , jawab Anastasia.
"Baiklah sayang , sekarang Anastasia tidur lagi ya" , ucap oma Shinta.
"Iya oma" , jawab Anastasia sambil memutuskan sambungan telponnya.
"Bella sudah mau melahirkan ya ma" , ucap papa Sebastian yang sudah mendengarkan percakapan istrinya.
"Iya pa , kayaknya besok pagi baru lahir , besok kalau sudah dapat kabar dari Ricko , kita pergi jemput Anastasia dulu ya pa , baru ke rumah sakit" , ucap mama Shinta.
__ADS_1
"Iya ma" , jawab papa Sebastian.