Hamil Diluar Nikah

Hamil Diluar Nikah
Episode 231


__ADS_3

Yui san dan Takeshi akhirnya berangkat juga ke Jepang siang itu.


"Apa kamu gak mau memberitahukan kepada mertua kamu , kalau kamu pulang ke Jepang?" , tanya Takeshi ketika mereka sudah sampai di bandara.


"Gak perlu , nanti juga Kiehl akan memberitahukan kepada mama Isabella kalau aku pulang ke Jepang , ketika dia mengembalikan mobil yang diberikan oleh Alberto untuk aku" , jawab Yui san.


"Oh baiklah" , jawab Takeshi.


Tidak lama Aniela mulai rewel ketika di bandara.


"Kenapa lagi sih anak ini?" , ucap Yui san dengan kesal.


"Anak kamu mau minum susu kali" , ucap Takeshi.


"Gak mungkin , baru juga tadi di mobil aku nyusuin dia" , ucap Yui san sambil melihat popok Aniela dan ternyata Aniela sedang pup.


Yui san langsung tambah kesal , karena itu hanya membuat dia repot selama di bandara.


"Kenapa sayang?" , tanya Takeshi.


"Aniela pup lagi , males banget kan aku mengerjakannya sendiri" , ucap Yui san.


"Memangnya selama ini kamu gak pernah membersihkan pup anak kamu sendiri?" , ucap Takeshi.


"Gak , selalu Filli yang mengerjakannya" , jawab Yui san.


"Terus sekarang bagaimana?" , tanya Takeshi.


"Mau gak mau aku harus membersihkannya di nursery room" , ucap Yui san sambil berdiri dan berjalan menuju ke kamar mandi.


Takeshi juga mengikutinya dari belakang sampai ke nursery room.


Yui san mulai membuka popok Aniela dan membersihkannya disana.


Takeshi terus melihat apa yang dilakukan oleh Yui san sampai selesai.


Setelah mereka keluar dari nursery room , terdengar pengumuman penumpang tujuan Jepang , di persilahkan naik ke atas pesawat.


Yui san yang sedang menggendong Aniela dan Takeshi langsung buru-buru menuju ke ruang tunggu mereka untuk naik ke atas pesawat.


.


.


Kiehl yang mengantarkan mobil ke rumah utama , langsung ditanyai oleh mama Isabella.


"Kenapa mobil Yui san kamu antarkan kesini?" , tanya mama Isabella.


"Nona Yui san sudah berangkat ke Jepang nyonya besar dan mobilnya disuruh untuk diantarkan kesini" , ucap Kiehl sambil memberikan kunci mobil kepada nyonya besar Isabella.


"Kapan dia berangkat ke Jepang? Bukankah dia seharusnya tahun depan baru boleh pulang ke Jepang" , ucap nyonya besar Isabella.


"Saya gak tau juga nyonya besar" , jawab Kiehl.


"Ya sudah kamu boleh pulang" , ucap nyonya besar Isabella.


"Baik nyonya" , jawab Kiehl.


Mama Isabella mengambil kunci dan surat-surat mobil atas nama Alberto yang diberikan oleh Kiehl.


"Dia benar-benar sudah tidak mendengarkan kata-kata aku lagi" , ucap mama Isabella sambil berjalan naik ke atas menuju ke kamarnya.


Mama Isabella meletakkan surat-surat dan kunci mobil di dalam lemarinya sambil menghela nafasnya dengan kasar. Setelah itu mama Isabella mengambil ponselnya dan menyentuh nama Alexandria disana.

__ADS_1


Alexandria yang sedang meeting saat itu...


"Meeting kita tunda selama 15 menit" , ucap Alexandria sambil berjalan keluar dari ruangan meeting.


Semua karyawannya hanya menganggukkan kepala mereka.


Sampai diluar , Alexandria menyentuh tombol terima panggilan disana.


"Halo ma" , jawab Alexandria.


"Halo nak , Yui san beneran sudah pergi ke Jepang" , ucap mama Isabella.


"Dari mana mama tau?" , tanya Alexandria.


"Tadi Kiehl mengantarkan kunci mobil yang digunakan oleh Yui san ke rumah kita" , ucap mama Isabella.


"Ya sudah ma , biarkan saja lah dia pergi. Dia juga sudah gak menganggap kita lagi. Aku mau melanjutkan meeting lagi ya ma" , ucap Alexandria.


"Iya nak" , jawab mama Isabella sambil memutuskan sambungan telponnya.


Mama Isabella duduk terdiam sambil berbicara dengan pelan...


"Sekarang semuanya sudah mulai pergi meninggalkan aku satu persatu. Hanya tinggal aku sendiri yang tua dan renta di rumah yang sangat besar ini".


********


Dirumah Julie...


Christian siang itu membawa Choco , anjing pudel yang baru di belikan oleh papanya ke rumah oma Shinta.


"Apa Farah gak marah ya kalian pelihara anjing?" , tanya mama Shinta.


"Gak ma , karena Christian sangat menyukainya. Sekarang juga Christian setiap bangun pagi , langsung mencari Choco. Dia sudah tidak mencari mamanya lagi" , ucap Julie.


Mama Shinta pun menganggukkan kepalanya sambil tersenyum.


"Iya oma" , jawab Christian.


Dengan nyamannya anjing kecil itu pun menikmati sentuhan lembut dari tangan mungil milik Christian.


"Gak lama lagi kamu akan lahiran , apa Christian mau tinggal bersama mama dulu?" , tanya mama Shinta.


"Nanti aku coba nanya ke Kevin dulu ya ma" , jawab Julie.


"Iya nak" , ucap mama Shinta.


Julie mengobrol terus bersama dengan mamanya , tidak terasa hari sudah sore dan Kevin pun sudah pulang ke rumah.


Kevin berjalan menuju ke kamarnya dan ceklek , bunyi suara pintu pun terbuka.


"Sayang , aku pulang" , ucap Kevin.


Tidak ada suara balasan yang terdengar disana. Hanya kamar sepi dan kosong.


"Pada kemana istri dan anak aku?" , gumam Kevin sambil meletakkan tas kerjanya di atas sofa yang ada disana dan berjalan keluar dari kamar mencari mamanya.


"Ma" , panggil Kevin ketika sudah berada di depan pintu kamar orang tuanya.


"Iya nak" , ucap mama Farah dari dalam sambil berjalan membukakan pintu kamar.


"Julie kemana ma?" , tanya Kevin setelah melihat mamanya.


"Ke rumah Shinta" , jawab mama Farah.

__ADS_1


"Kalau gitu aku ke rumah mama Shinta dulu ya ma" , ucap Kevin.


"Iya nak , jangan lama-lama ya. Sebentar lagi sudah waktunya makan malam" , ucap mama Farah.


"Iya ma" , jawab Kevin sambil berjalan menuruni anak tangga dan terus berjalan sampai ke rumah mama Shinta.


Di depan pintu rumah mama Shinta , Kevin langsung menekan bel yang ada di depan pintu.


Ting...tong....


"Siapa yang datang jam segini?" , ucap mama Shinta.


"Jangan-jangan itu Kevin ma , biasanya dia pulang kerja jam segini. Biar aku saja yang buka pintunya ya ma" , ucap Julie sambil berdiri dari duduknya.


Mama Shinta pun menganggukkan kepalanya.


Julie berjalan dengan agak lambat menuju ke pintu depan dan membuka pintu rumahnya.


"Sayang" , ucap Kevin yang langsung memeluk dan mencium wajah istri yang sangat dicintainya.


"Iya sayang" , jawab Julie sambil tersenyum.


"Anak papa hari ini baik-baik kan di dalam perut mama" , ucap Kevin sambil mengelus perut Julie yang sudah membesar itu.


"Iya , baik pa. Meskipun aku suka sekali menendang perut mama" , jawab Julie.


"Jangan nakal gitu nak , nanti mama kesakitan" , jawab Kevin.


"Gak apa-apa papa , karena nanti besar aku mau menjadi pemain bola" , jawab Julie.


"Papa gak mau kamu jadi pemain bola , papa maunya kamu jadi pengusaha saja ya" , ucap Kevin.


Julie pun tersenyum melihat suaminya.


"Ya ampun , mama kira siapa yang datang. Karena Julie lama banget bukain pintunya" , ucap mama Shinta yang sudah berjalan keluar dan melihat Julie dan Kevin yang sedang mengobrol mesra di depan pintu.


"Iya ma , karena aku sudah kangen sama istri dan anak-anak aku. Christian mana ma?" , ucap Kevin.


"Ada di dalam bersama dengan Choco" , jawab mama Shinta.


Kevin , Julie dan mama Shinta berjalan bersama menuju ke dalam.


"Sayang" , ucap Kevin.


Mendengar suara papanya , Christian pun melihat ke belakang.


"Papa" , ucap Christian sambil berdiri dan berjalan mendekati tubuh papanya.


"Iya sayang , kamu lagi main bersama Choco ya" , ucap Kevin sambil mengangkat anaknya dan mencium wajahnya.


"Iya papa" , jawab Christian.


Kevin mengobrol sebentar dengan mama mertuanya disana.


Tidak lama , mereka pun berpamitan untuk pulang.


"Kami pulang dulu ya ma" , ucap Kevin dan Julie.


"Iya nak" , jawab mama Shinta.


Tidak ketinggalan Christian pun pamitan pulang dengan oma Shinta.


"Aku dan Choco pulang dulu ya oma" , ucap Christian.

__ADS_1


"Iya nak , besok-besok main ke rumah oma lagi ya".


"Iya oma" , jawab Christian sambil berjalan dan diikuti oleh Choco yang tidak di rantai itu berjalan menuju pulang ke rumahnya.


__ADS_2