
Selama di bandara papa Gerardo terus berharap agar Julie datang kesana.
Setiap orang yang masuk di ruang tunggu selalu diperhatikan oleh papa Gerardo.
Tapi harapan hanyalah tinggal harapan. Sampai petugas bandara mengumumkan untuk semua penumpang tujuan Singapura diminta untuk masuk ke dalam pesawat , Julie pun gak kunjung datang.
"Ayo kita masuk ke pesawat lagi pa" , ucap mama Isabella.
"Iya ma" , jawab papa Gerardo yang matanya masih melihat ke arah pintu yang ada disana.
Mama Isabella membantu mendorong kursi roda papa Gerardo sampai ke dalam pesawat.
Sampai di depan pesawat , pramugari membantu untuk memasukkan kursi roda ke dalam bagasi.
Mama Isabella dan papa Gerardo duduk di kursi kelas bisnis , sesuai dengan tiket yang dibelinya.
"Apa lagi yang papa pikirkan?" , ucap mama Isabella yang melihat suaminya hanya duduk terdiam sambil melihat kearah jendela.
"Gak ada ma" , jawab papa Gerardo yang sudah mengetahui kalau dia menyebut nama Julie , pasti istrinya akan mengoceh panjang seperti rel kereta api.
Mama Isabella pun mulai diam dan gak menanyakannya lagi.
Sampai akhirnya pesawat telah mendarat di bandara Singapura.
Mama Isabella dan papa Gerardo berjalan menuju ke pintu pesawat , di depan sudah terletak kursi roda milik papa Gerardo.
Papa Gerardo duduk di kursi rodanya dan mama Isabella mendorong kursi rodanya menuju ke tempat pengambilan bagasi.
Setelah mendapatkan kopernya , mama Isabella dan papa Gerardo berjalan keluar , terlihat di depan sudah ada Ethan sopir pribadi mereka disana.
Ethan langsung berjalan mendekati bos nya dan membantu membawakan koper bos nya sampai ke mobil.
Sampai di dalam mobil , mama Isabella mengeluarkan ponselnya dan menelpon Yui san.
Yui san yang sedang menyusui anaknya , mendengarkan suara ponselnya berbunyi , dia pun langsung mengulurkan tangannya dan mengambil ponsel yang ada di atas lemari di samping kasurnya.
Begitu Yui san melihat nama mama Isabella yang tertera disana , Yui san pun langsung menyentuh tombol terima panggilan disana.
"Halo ma" , jawab Yui san.
"Halo nak , mama dan papa sudah sampai di Singapura. Bagaimana keadaan Alberto?" , tanya mama Isabella.
"Kemaren aku ke rumah sakit , Alberto masih begitu juga ma. Gak ada reaksi sama sekali" , ucap Yui san dengan lirih.
"Baiklah nak. Besok mama mau ke rumah sakit untuk melihat Alberto. Apa kamu mau ikut bersama kami?" , tanya mama Isabella.
"Aku belum tau besok bisa pergi atau gak ma. Beberapa hari ini Aniela suka rewel" , ucap Yui san.
"Baiklah nak" , jawab mama Isabella.
"Mama bertemu dengan wanita itu ketika di Bali?" , tanya Yui san yang sangat penasaran dengan hal itu.
"Ketemu nak" , jawab mama Isabella.
"Apakah mama mengambil anaknya?" , tanya Yui san.
__ADS_1
"Mama sebenarnya mau mengambil anaknya , karena wajah anaknya mirip sekali dengan Alberto , tapi papa menahan mama. Keluarga mereka juga sangat sombong , masa mereka mau melaporkan mama ke kantor polisi" , ucap mama Isabella.
"Jadi mama gak bisa mengambil anaknya?" , ucap Yui san untuk memastikannya.
"Ya gak bisa la , benar-benar percuma pergi ke Bali. Gak ada yang bisa di dapatkan , tau gitu gak usah pergi ke Bali kalau cuma untuk memohon kepada wanita itu" , ucap mama Isabella.
"Mama memohon apa sama wanita itu?" , tanya Yui san.
"Bukan mama yang memohon , tapi papa. Papa meminta wanita itu untuk melihat Alberto di rumah sakit Singapura" , ucap mama Isabella.
"Apakah wanita itu mau datang untuk melihat Alberto ma?" , tanya Yui san dengan lirih.
"Dia gak mau , malahan dia mengusir papa dan mama dari rumahnya , mentang-mentang dia anak orang kaya di Indonesia" , ucap mama Isabella.
"Jadi ternyata dia anak orang kaya ma?" , tanya Yui san yang cukup terkejut mendengarnya.
"Iya nak , ketika di Bali begitu mama masuk ke rumahnya , ternyata rumahnya sangat bagus. Coba saja kalau mama tau dari dulu" , ucap mama Isabella.
"Apa sekarang mama jadi menyukai wanita itu , setelah mengetahui status aslinya?" , tanya Yui san.
"Mama tetap gak menyukainya nak , kamu tenang saja" , ucap mama Isabella.
"Iya ma" , jawab Yui san.
Gak terasa mobil yang dibawa oleh Ethan sudah sampai di rumahnya.
"Mama sudah sampai dirumah , lain kali mama telpon lagi ya nak" , ucap mama Isabella.
"Iya ma" , jawab Yui san sambil memutuskan sambungan telponnya.
********
Julie yang keluar untuk mengambil air minum di dapur , melihat Wayan disana.
"Wayan , apa kamu mau ikut pindah ke Jakarta bersama kami?" , tanya Julie.
"Maaf nyonya , saya ada orang tua disini. Saya gak bisa ikut ke Jakarta" , ucap Wayan.
"Bukankah nanti kalau liburan kamu bisa pulang kesini" , ucap Julie.
"Tapi kalau nanti ada apa-apa dengan orang tua saya , saya gak bisa melihatnya dengan cepat. Orang tua saya itu sudah berusia 70 tahun nyonya" , jawab Wayan.
"Baiklah , kalau gitu kamu bantuin buat masukin mainan Christian ke dalam kardus ya" , ucap Julie.
"Baik nyonya" , jawab Wayan.
Julie meminum airnya setelah itu dia kembali masuk ke dalam kamar untuk melanjutkan memasukkan baju-bajunya ke dalam koper.
"Sayang , aku sudah nanya Wayan. Dia gak mau ikut kita ke Jakarta" , ucap Julie.
"Kenapa dia gak mau sayang?" , tanya Kevin.
"Katanya dia masih ada orang tua disini dan orang tuanya sudah berusia 70 tahun" , jawab Julie.
"Oh , pantesan" , jawab Kevin.
__ADS_1
Julie pun menganggukkan kepalanya sambil menyusun bajunya ke dalam koper.
"Nanti apa kita mau mencari babysitter di Jakarta saja sayang" , ucap Kevin.
"Lihat nanti saja sayang , nanti kan aku juga gak ada kerja. Aku rasa aku bisa menjaga Christian sendiri" , ucap Julie.
"Tapi kalau nanti usia kandungan kamu sudah mulai besar , kamu gak akan bisa lagi menggendong Christian" , ucap Kevin.
"Tenang nak , nanti ketika di rumah kan ada mama , ada Shinta , ada Ida dan bu Sri juga ikut kalian kan ke Jakarta. Jadi ada banyak orang yang bisa membantu melihat Christian" , ucap mama Farah.
"Baiklah ma , kalau gitu aku jadi tenang" , jawab Kevin.
"Iya nak , kamu tenang saja. Sampai di Jakarta sudah orang banyak yang bisa melihatkan anak kalian" , ucap mana Shinta.
"Iya ma" , jawab Kevin.
Tidak lama setengah lemari pun sudah kosong.
"Kita makan dulu yuk sayang , aku sudah lapar" , ucap Kevin.
"Baiklah" , jawab Julie sambil berdiri dari duduknya.
"Ma , kita makan dulu yuk" , ucap Julie.
"Iya nak , mama panggil papa dulu ya" , ucap mama Shinta.
"Iya , aku juga mau panggil suami aku dulu" , sahut mama Farah.
"Iya ma" , jawab Julie sambil tersenyum.
"Sayang , Christian masih tidur" , ucap Julie.
"Nanti minta Wayan saja untuk melihatnya di kamar ya" , ucap Kevin.
"Iya sayang" , ucap Julie.
Kevin dan Julie berjalan bersama keluar dari kamar menuju ke ruang makan.
Tidak terlihat Wayan ada disana.
"Sayang , aku melihat Wayan dulu di kamar Christian ya" , ucap Julie.
Kevin pun menganggukkan kepalanya.
Julie berjalan menuju ke kamar Christian , begitu Julie membuka pintu kamarnya , terlihat Wayan yang sedang memasukkan mainan-mainan Christian ke dalam kardus.
"Wayan , tolong lihatin Christian dulu ya. Dia masih tidur di kamar saya" , ucap Julie.
"Baik nyonya" , jawab Wayan sambil berdiri dan berjalan keluar bersama dengan Julie.
Wayan berjalan menuju ke kamar Julie dan Julie berjalan menuju ke meja makan.
Tidak lama papa dan mama mereka sudah keluar dari kamar dan menuju ke meja makan.
Mereka pun makan malam bersama sambil mengobrol santai disana.
__ADS_1