
Mahesa hannya menghela napas saat dia mendengar jawaban ketus dari dela,ingin sekali dia marah tapi apa boleh buat dia tidak mampu lagi melakukan itu,Karan semakin hari perasaannya kepada wanita itu semakin dalam.Tiba-tiba ponsel yang ada di tangan Mahesa langsung bergetar.
"Bos aku sudah ada di ruangan bos." Ucap Doni.Lalu Mahesa mematikan ponsel lalu meninggalkan dela dan keluar dari kamar itu.
"Bagaimana apa kamu mendapatkannya?"
"Dapat bos,ini semua data-data apertemen itu,jika bos merasa cocok sekarang juga kita bisa melunasi pembayarannya." Ucap Doni Mahesa mengambil iPad yang ada di tangan Doni lalu memeriksa Poto apertemen itu.Melihat dari beberapa gambar yang ada di iPad Doni Mahesa merasa sangat cocok.Mahesa langsung bangkit dari duduknya dan memasuki kamar,
"Sayang kita berangkat sekarang kamu ingin tempat dimana kamu tidak di pindahkan terus kan segeralah bersiap-siap." Ucap Mahesa Dela hannya mendengus mendengar ucapan Mahesa sejujurnya dia merasa kesal jika pria itu memanggilnya sebutan sayang.
"Sejak kapan sih aku jadi sayangmu,jangan panggil aku sayang aku tidak menyukai itu." Ucap Dela Ketus lalu memasuki bergegas merapikan pakaian dan menyisir rambutnya.Mahesa hannya bisa menghela napas saat mendengar ucapan ketus si dela.
Setelah selesai mereka terlihat meninggalkan kantor semua mata menatap ke arah wanita itu,karna wajah itu sepertinya sangat familiar,dela sedikit menunduk karna dia cukup malu melewati banyak orang.
Saat mereka sampai di parkiran Doni menekan kunci,hingga berbunyi tiba-tiba Grace yang baru saja turun dari mobilnya langsung mendekati Mahesa lalu menarik lengan pria itu.
"Sayang nenek menyuruhku kesini katanya hari ini kita harus ke butik untuk fitting baju pengantin kita." Ucap Grace sambil bergelut mesra di lengan pria itu.Mahesa benar-benar kesal melihat tingkah wanita itu,belum lagi dia melihat perobahan wajah Dela.
__ADS_1
"Bawa dia pergi terlebih dahulu!!!" Ucap Mahesa kepada asistennya pria itu langsung membuka pintu untuk Dela dan mempersilahkan wanita itu masuk dan membawanya pergi untuk melihat apertemen yang dia inginkan.
Mahesa langsung menarik pergelangan tangan Grace dengan kasar lalu kembali memasuki gedung kantornya dan menaiki lift menuju ruangannya.
"Sayang tanganku sakit tolong lepaskan tanganku." Ucap Grace saat pria itu terus memasuki ruangannya lalu menghempaskan tubuh wanita itu ke atas sopa.
"Jelaskan apa yang bisa kamu berikan kepadaku?" Tanya Mahesa lalu dia dengan kasar membuka baju grace hingga terlihat kedua ***********.Grace sedikit kaget dengan perlakuan Mahesa tapi dia benar-benar berharap pria itu menanam benih di rahimnya agar dia bisa memiliki senjata kepada pria itu.
"Sayang pintunya masih terbuka." Ucap Grace ter mendesah saat Mahesa memasukkan jari tangannya ke area sensitifnya.Dan Mahesa hannya tersenyum saat dia tau wanita itu sudah tidak suci.Dia mencoba memasukkan dua jarinya dan itu terlihat sangat mudah untuk memasukinya,dan kini bisa dia simpulkan kalau wanita itu penggemar pergaulan bebas.
"Biarkan ini yang kamu inginkan dariku hingga kamu selalu ingin menempel di tubuhku seperti parasit." Ucap Mahesa lalu dia menaikkan rok yang menutupi area sensitifnya dan membuka pakaian kecil yang di kenakan oleh Grace dan membuangnya di lantai.Mahesa lalu membuka ikat pinggang dan celananya setelah itu dia menghujam miliknya ke area sensitif Grace hingga dia mendesah kencang dia benar-benar menikmati permainan yang di suguhkan oleh Mahesa walaupun cenderung sangat kasar.
"Sayang hentikan aku cukup lelah kamu benar-benar pria hebat,aku sudah beberapa kali mencapai surga dunia kamu sekali saja belum." Ucap Grace.Mahesa lalu memakai kembali pakaiannya lalu dia berjalan menuju kamar mandi dan membersihkan tubuhnya.Setelah itu dia keluar dari kamar mandi dia masih melihat Grace tidur dengan tubuh telanjangnya.
"Apa kamu masih tidak ingin keluar? Silahkan keluar kita akan pergi besok aku akan ada urusan hari ini." Ucap Mahesa dan meninggalkan Grace di kamar lalu menghubungi OB dan menyuruh membersihkan seluruh kamarnya dan Menganti seluruh seprei dan selimut serta handuk yang ada di kamar pribadinya itu.
"Kamu ada urusan atau mau menemui wanita sialan itu?" Tanya Grace tiba-tiba saja sudah datang ke ruangan itu tampa sehelai benang pun di tubuhnya.
__ADS_1
Mahesa langsung membalikkan tubuhnya menatapnya dengan tatapan membunuh" Berapa kali kukatakan jangan mengurusi kehidupanku apa kamu tuli?" Mahesa menjerit kepadanya hingga Grace tiba-tiba merasa gemetaran mendengar suara pria itu,dan saat itu seorang OB datang memasuki ruangan Mahesa Tampa mengetuk pintu hingga dia melihat tubuh polos Grace.
"Ma....Ma...Maaf tuan aku tidak tau kalau tuan sedang....?"
"Cepat lakukan apa yang ku suruh apa kamu bodoh hingga kamu berdiri disitu?" Mahesa membentak OB dengan kasar hingga dia juga gemetaran dia benar-benar malu harus melewati mereka berdua apalagi posisi Grace yang tidak mengenakan pakaian sedikit pun.Sementara Grace tidak ambil pusing dengan sang OB Karna baginya itu bisa menjadi senjata agar para kariawan di perusahan itu tau kalau dia akan secepatnya jadi nyonya Mahesa.
OB langsung memasuki kamar Mahesa dan menutup pintu dari dalam."Ya ampun...dasar wanita gila bisa-bisanya dia tidak memakai baju saat aku sedang masuk " Ucap sang OB sambil memulai pekerjaannya.
Sementara itu sepanjang perjalanan Dela hannya diam, biar bagaimana pun jauh di dalam lubuk hatinya dia cukup sakit hati saat wanita itu merangkul lengan Mahesa,lengan itu yang selalu memeluknya ternyata sebentar lagi akan menjadi milik orang lain dan selamanya aku akan menjadi pemuas nafsunya.Tampa terasa setetes bening jatuh dari wajah mulusnya sebenarnya dia sudah berjanji dan berusaha sekuat tenaga agar tidak menaruh hati kepada pria itu ternyata benteng pertahanannya tidak sekuat itu.
Doni yang melihat Dela tidak berani komentar dia takut wanita itu akan marah kepadanya,dia hannya merasa kasihan melihat nasib wanita itu.
"Nona apa kamu ingin makan?" Tanya Doni berusaha memecah suasana karna dia tidak ingin melihat wanita itu larut dalam pikirannya.
"Apa kamu punya uang? Aku sama sekali tidak punya uang." tanya dela tiba-tiba dia ingin menagis sekuat tenaga Karna baru sadar selama ini pria itu gratis menikmati tubuhnya.
"Hahaha...Bahkan sepeser uang pun aku tak punya sementara bos mu yang gila itu setiap saat menikmati tubuhku dengan gratis dia tidak membayar ku sepeserpun dan hari ini dia ingin fitting baju untuk menikah apa aku akan menjadi pemuas nafsunya selamanya hiks....hiks..hiks" Dela menagis dengan keras hingga Doni pelan-pelan menepikan mobilnya.
__ADS_1
****bersambung****