
"Sayang bagaimana caranya agar aku bisa dekat dengan keluargamu." Tanya Dela,dia merasa tidak enak jika dia terus diam kepada keluarganya,tapi untuk mendekati mereka juga dia begitu takut.Mahesa lalu keluar dari kursinya dan mendekati istrinya yang sedang duduk di sopa.
"Sabar sayang,semua ada prosesnya,aku yakin suatu saat mereka akan menerimamu dengan tulus apa lagi mereka lihat aku begitu mencintaimu " Ucap Mahesa sambil memandang istri itu.Saat itu Daniel mengetuk pintu.
"Hamm masuk."
"Permisi tuan sore ini kita ada pertemuan dengan klien di restoran XX."Ucap Daniel.
"Baiklah,keluarlah dan suruh Doni keruangan ku." Ucap Mahesa,walaupun dia benar-benar tidak menyukai Daniel,dia selalu mencoba menghargai keputusan neneknya.
Setelah Daniel keluar dari ruangan dan pergi menuju ruangan Doni.Sebenarnya Daniel begitu iri kepada Doni walaupun dia mantan asisten tuannya tapi sepertinya tuannya jauh lebih mempercayai mantan asistennya itu dari pada dia.Tapi dia hannya berusaha terus berbuat baik dan berharap tuannya bisa mempercayainya suatu hari nanti sama seperti Doni mantan asisten tuanya itu.
"Apa lagi yang akan ditugaskan bos menyebalkan ini kepadaku,beruntung neneknya yang kejam tidak melibatkan aku waktu dia kabur,bisa berabe hidupku jika wanita tua itu tau kalau kami begitu dekat,untungnya dia hannya memecat ku sebagai asistennya saja." Ucap Doni lalu memasuki ruangan bosnya itu.
"Bos ada apa?" Tanya Doni,dia tidak tau jika Dela ternyata mengikutinya kekantor.
"Hari ini ada pertemuanku dengan klien temani istriku belanja,dan usahakan dia tidak terlalu capek,."Ucap Mahesa,Doni mengerutkan keningnya ternyata sekarang pekerjaannya sudah bertambah menjadi baby sitter istri bosnya itu.
Karna hari semakin sore setelah selesai meeting dengan kliennya akhirnya Mahesa kembali kekantor disana dia menemukan istrinya yang sedang menonton Drakor dari ponselnya.
"Sayang apa Doni nga jadi mengantarmu,ke mall atau jalan-jalan?" Tanya Mahesa dia lalu mengambil ponsel istri dan mematikan ponsel itu .
__ADS_1
"Jangan bermain ponsel terus sayang nga baik buat anak kita."Ucap mahesa lalu memasukkan ponselnya ke dalam tas istrinya.
"Aku lagi nga mood sayang ke mall,rasanya setelah hamil besar seperti ini aku terlalu malas untuk jalan-jalan."Ucap Dela,lalu dia berdiri sambil berpegangan ke tangan suaminya yang masih berdiri di depannya.
Mahesa lalu mencium kening istrinya,entah kenapa rasa cintanya kepada istrinya semakin dalam apalagi melihat istrinya yang sedang hamil besar darah dagingnya.Bahkan dia rela mengorbankan segalanya jika keluarganya tetap menolak istrinya.
Setelah hari semakin sore Mahesa kembali kerumah bersama istrinya,setelah itu mereka membersihkan tubuh dan mulai bergabung bersama keluarga di meja makan.Ritual makan malam selalu dilakukan keluarga itu.
"Nenek aku ambilkan untukmu?" Ucap Dela dia berusaha untuk mendekati wanita tua itu,karna biar bagaimana pun dia akan selalu merasa tidak nyaman jika mereka semua tidak ada yang mau bicara kepadanya.Sang nenek begitu jijik saat Dela menawarkan makanan kepadanya ingin sekali dia marah kepada wanita itu karna sudah terlalu lancang memanggilnya nenek tapi dia berusaha meredam amanahnya karna dia tidak ingin Mahesa kembali marah kepadanya.
"Berikan nasinya kepadaku sayang." Ucap Mahesa dia begitu kasihan kepada istrinya karna sudah di acuhkan oleh neneknya dia meraih tangan istrinya yang ada di kolong meja dan menggenggamnya seperti memberikan semangat kepada wanita yang begitu dicintainya itu.
"Mampus,makanya jangan belagu cari muka kepada nenek,kamu pikir wanita sampah sepertimu akan diterima di rumah ini dengan baik hahahah." Suara hati Grace dia benar-benar bahagia saat ini,dia tidak menyangka wanita tua itu berani mengabaikan wanita kampungan itu di hadapan Mahesa suaminya.
"Sayang makanlah apa aku menyukaimu." Tanya Mahesa,Dela semakin salah tingkah dihadapan semua orang karna tiba-tiba saja semua orang yang ada di meja makan itu menatapnya dengan sinis.
"Aku belum lapar mas." Ucap Dela berbohong dia begitu menyesal karna sudah membuat suasana di meja makan itu tegang.
Mahesa sepertinya tau jika istrinya sangat sakit hati dan malu akhirnya dia menyudahi makan malamnya dan ingin segera meninggalkan meja makan itu.
"Sejak kapan kamu menjadi orang tidak punya sopan santun,orang tua masih di meja kamu ingin pergi begitu saja duduk,jangan gara-gara wanita ini etika mu juga semakin tidak ada." Ucap sang nenek dengan suara lantang.Mahesa kembali duduk dia tidak ingin membuat istrinya semakin salah tingkah.
__ADS_1
"Maafkan aku nenek,aku tidak suka nenek memperlakukan istriku seperti itu,dia wanita yang sangat berharga untukku." Balas Mahesa.Sang nenek semakin geram melihat keberanian Mahesa kali ini untuk melawan nya.
"Branggggh..." Sang nenek melempar gelas yang berisi air ke lantai hingga gelas itu hancur berantakan,Dela benar-benar kaget seketika perutnya langsung kram tapi dia berusaha untuk menahan ya karna dia tidak ingin suasana semakin keruh.
"Jika hannya karna wanita itu,perangai mu semakin buruk tinggalkan wanita itu sekarang juga,itulah makanya aku melarang mu berhubungan dengannya,lihatlah sikap mu itu semakin tidak baik,dia hannya memberikan pengaruh buruk untukmu." Ucap sang nenek dengan lantang.Seketika Susana di meja makan menjadi tegang,Dela semakin tidak tahan menahan rasa sakit di perutnya.
"Kamu kenapa sayang." Ucap Mahesa,dia tiba-tiba melihat wajah istrinya sudah pucat dan tangannya memegangi perutnya yang semakin kram.
"Sayang kamu kenapa?" Tanya Mahesa kembali dia semakin takut melihat wajah istrinya yang semakin tegang dan pucat.
"Bawa wanita miskin itu dari ruangan ini,sikap nya yang pura-pura lugu tidak bisa menipuku,jika ingin berakting jangan di ruangan ini."Ucap sang nenek tampa perasaan.
"Nenek...." Mahesa berteriak kepada neneknya karna dia sudah tidak sabar dengan sikap neneknya yang semakin berlebihan.
"Plak...Jangan coba-coba membentak anak nakal,berani-beraninya kamu berteriak di hadapanku." Wanita itu menampar Mahesa dengan kasar sementara dela semakin tidak kuat menahan perutnya yang semakin sakit akhirnya.
"Brakk.Dela hampir saja jatuh Ke lantai bersyukur Mahesa langsung sigap menahan tubuh istrinya.
"Sayang....Sayang.. bangun kamu kenapa." Ucap Mahesa sambil menepuk-nepuk wajah istrinya,melihat istrinya pingsan degan wajah yang sangat pucat Mahesa langsung membopong tubuh istrinya lalu memasukkan kedalam mobil dan membawanya ke rumah sakit.
****bersambung****
__ADS_1