
Mahesa memasuki ruangannya setelah mengakhiri pembicaraannya dengan sang nenek,dia melihat wanita itu sedang melihat-lihat semua alat-alat elektronik Yang ada di apertemen itu.
"Apa kamu pandai menggunakan ini?" Tanya Mahesa saat Dela sedang memegang sebuah alat sedot abu.Dela hannya menggeleng sejujurnya dia cukup malu mengakui kepada pria itu segala yang ada di apertemen itu tidak satupun yang bisa dia gunakan.
"Apa aku menyewa pembantu saja untukmu sekalian biar kamu ada yang menemani?" Tanya Mahesa lagi-lagi wanita itu menggeleng.
"Aku tidak butuh pembantu karna kenyataanya aku bukan lah seorang nyonya yang harus di layani." Ucap Dela.
"Aku pulang dulu kamu disini tidak papa?"Tanya Mahesa dela hannya mengangguk lalu dia mengeluarkan sebuah ponsel dari dalam kantongnya tapi sepertinya ponsel itu masih baru karna masih terlihat sangat mulus cuma dia tidak ada kotak lagi.
"Aku memberikan ponsel ini untukmu kamu bisa memakainya sesuka mu tapi jangan coba-coba menghubungi pria lain karna aku sudah membajak ponsel ini,jadi aku tau siapa saja yang kamu hubungi." Ucap Mahesa memberikan ultimatum kepada wanita itu.Dela menerima ponsel itu,baru kali ini dia memakai ponsel sebagus itu bahkan mungkin butuh uang puluhan juta untuk membeli ponsel itu.
"Berapa harganya?" Tanya dela saat dia selesai melihat-lihat luar ponsel itu.
Mahesa terkekeh dia begitu gemas melihat wanita yang ada di depannya bahkan untuk ponsel pemberiannya saja harus dia tanya.
"Pakai saja jika kamu tau kamu bisa kaget." Ucap Mahesa,lalu dia bergegas keluar dari apertemen itu,dela tiba-tiba saja merasa hatinya kosong,walaupun pria itu sangat menyebalkan entah kenapa saat dia pergi tiba-tiba perasaanya hampa.Dela benar-benar tidak tau semua hal tentang Mahesa yang dia tau pria itu kaya dan memiliki perusahan tapi dia tidak tau jika pria itu sudah dijodohkan dengan wanita lain.
*****
Setelah mendengar kabar jika malam ini keluarga Mahesa akan datang melamarnya,Grace begitu sibuk cari tadi sore,dia dari sore sudah melakukan perawatan membeli baju mahal bahkan jam masih setengah tujuh dia sudah terlihat begitu cantik.
__ADS_1
"Mama...Apa aku cantik,menurutmu apa Mahesa akan tertarik denganku?" Entah sudah berapa kali Grace mengajukan pertanyaan itu kepada mamanya.Karna tidak ingin terlambat Grace dan kedua orang tuanya langsung berangkat ke hotel milik keluarga Mahesa.
Sementara Mahesa baru saja sampai di rumahnya,dia di sambut oleh putri pelayan yang benar-benar sangat tidak menginginkan pria itu menikah dengan Grace.
"Tuan anda sudah di tunggu oleh nyonya a...apa.. tuan akan melamar nona Grace?" Tanya putri dengan suara terbata-bata sebenarnya dia begitu kesal saat tau sang nenek menjodohkan Grace dengan tuannya yang begitu dia kagumi.
"Jadi menurutmu aku harus melamar mu?" Ucap Mahesa dengan ketus,sebenarnya dia ingin mengabaikan wanita itu.
"Kamu sudah datang nak?" Tanya Maya saat menuruni tangga bersama neneknya.
"Nenek kenapa harus buru-buru menikah dengan wanita itu aku belum ingin menikah." Ucap Mahesa dengan nada suara yang cukup tinggi dia sudah menahan rasa kesal kepada neneknya dari kemarin.
Setelah wanita tua itu menyuruh seseorang untuk menyelidiki latar belakang Grace,wanita itu langsung tertarik dengan Grace dia tidak menyangka kalau papa Grace memliki ratusan H tanah di kota Jakarta ini.Hal itu yang menyebabkan sang nenek memaksa Mahesa melamar Grace agar rencana membangun hotel bintang lima terkabul secepatnya.
Mahesa tidak mampu sedikitpun untuk membantah wanita itu,dia dengan kesal menaiki tangga lalu mandi dan mengganti pakaiannya,sebelumnya dia sudah menyuruh asistennya untuk datang ke rumahnya agar dia yang menyetir malam ini karna dia begitu kesal.
Setelah dia selesai dia keluar dari kamar dan menuruni tangga menemui sang nenek.Malam ini dia berpenampilan asal-asalan tapi aura ketampanan nya tetap terpancar hal itulah yang membuat banyak wanita tergila-gila dengannya.Apalagi kekayannya yang tidak akan habis tujuh turunan walaupun sebenarnya itu semua milik neneknya yang sangat kejam.
Setelah sang asisten datang mereka langsung berangkat menuju restoran yang ada di hotel mereka,sebelumnya sang nenek sudah mengabari ke pihak hotel untuk mengosongkan ruangan VVIP.Mereka langsung di sambut hangat saat datang ke tempat itu,apalagi sang pemilik gedung dia sudah sangat jarang datang mengunjungi tempat itu.
"Senang bertemu dengan anda nyonya besar,dan kami sangat merasa terhormat Karna keluarga besar nyonya akan mengadakan lamaran di hotel ini!" Ucap sang menejer dia begitu takut jika salah bicara karna wanita itu tidak akan segan-segan memecat orang jika memiliki sedikit kesalahan saja.Wanita itu hannya mengangguk lalu memasuki ruangan yang sudah di tentukan dan di antar oleh sang menejer.
__ADS_1
Sementara Mahesa pikirannya sangat cemas karna pada saat di mobil dia melihat cuaca malam ini cukup tidak bagus bahkan petir menyambar-nyambar,dia sangat tau jika dela sangat takut gelap apalagi malam ini adalah malam pertama baginya tidur di apertemen itu.
Sepanjang pembicaraan mereka sedikit pun Mahesa tidak mendengar pembicaraan mereka dia terus begitu khawatir apalagi dia melihat hujan deras melalui kaca.Saat itu tiba-tiba ponselnya bergetar untung dia tadi sempat membuatnya nada diam hingga keluarga besar itu tidak curiga dengannya.
"Om,Tante,nenek Mahesa ke toilet dulu sebentar." Ucap Mahesa lalu dia langsung melangkah keluar dan menuju toilet lalu dia menghubungi dela kembali perasaanya semakin tidak enak saat wanita itu mengunjunginya.
📞 [Ada apa kamu menghubungiku?" ]
📞[A...Aku cukup takut disini,lampu mati petir dan hujan aku benar-benar ketakutan]
📞[ Baiklah tunggu disana jangan takut aku akan segera datang.] Mahesa lalu memutuskan sambungan ponsel lalu keluar dari toilet,dia mencari alasan yang pas untuk di berikan kepada mereka semua agar dia bisa pergi menemui dela sang kekasih simpanan.
Dia kembali duduk dengan sopan,sepanjang berada di sana dia sama sekali tidak tau apa saja yang di bahas disana dia sama sekali tidak memperhatikannya setiap perbicangan kedua keluarga itu.
Mahesa merasa sulit untuk permisi dari tempat itu apalagi dia melihat sang nenek yang sibuk membahas pembangunan hotel yang sudah mulai di rencanakan
****bersambung***
Gambaran rumah mewah Mahesa dan keluarganya.
__ADS_1