
"Kenapa suamiku?" , tanya Yui san.
"Papa sudah tau masalah kak Mathew sayang?" , jawab Alberto.
"Bagaimana bisa?" , tanya Yui san.
"Kayaknya papa dan mama buat masalah ketika pergi melihat anak kakak yang baru dibawa pulang kerumah , jadi kak Alexandria terbawa emosi , sampai menceritakan masalah aku bertemu dengan kak Mathew.
"Apakah mama dan papa juga tau masalah kamu bertemu dengan anak dan mantan pacar kamu?" , ucap Yui san dengan lirih sambil menundukkan kepalanya dan mengelus perutnya.
"Kayaknya kak Alexandria gak menyebutkannya sayang" , ucap Alberto sambil berdiri dari kursinya dan berjalan mendekati tubuh Yui san.
"Benarkah kakak gak menceritakannya?" , tanya Yui san dengan lirih.
"Kamu sedih ya sayang?" , ucap Alberto sambil menyentuh wajah istrinya dan mengangkatnya supaya bisa melihat wajah istrinya dengan jelas.
"Iya , aku takut kalau nanti kamu akan pergi lagi bersama dengan mantan kekasih kamu dan anak kamu" , ucap Yui san yang matanya sudah berkaca-kaca.
"Kamu tenang saja , aku kan sudah bilang kalau aku akan menyayangi kamu sekarang , mereka juga sudah gak menginginkan aku lagi , jadi gak ada alasan untuk aku mencari mereka lagi" , ucap Alberto.
"Benarkah suamiku?" , ucap Yui san yang sudah menitikkan air matanya.
"Iya sayang , kenapa kamu menangis lagi , setelah sekian lama aku gak melihat tangisan ini di wajah kamu" , ucap Alberto sambil mengusap air mata Yui san dengan kedua tangannya.
"Karena aku takut , makanya aku menangis" , ucap Yui san.
"Sudah , gak ada alasan untuk kamu menangis lagi , sekarang aku hanya punya kamu dan anak kita , jadi jangan berpikir yang macam-macam lagi ya mulai sekarang" , ucap Alberto.
"Iya sayang" , ucap Yui san sambil mengeratkan pelukannya di pinggang Alberto sambil meletakkan kepalanya di perut Alberto yang sudah mulai membulat karena banyak makan makanan yang dibuatkan oleh Yui san.
"Sudah mulai tenang kan sayang" , ucap Alberto .
Yui san pun menganggukkan kepalanya.
"Baiklah kalau gitu kamu harus memberikan aku ciuman , baru aku bisa bekerja lagi" , ucap Alberto.
Yui san pun mengangkat kepalanya melihat wajah suaminya sambil tersenyum.
"Wajah ini yang harus kamu perlihatkan kepada aku setiap hari sayang" , ucap Alberto sambil menyentuh wajah Yui san dengan kedua tangannya.
Kepala Alberto pun mulai turun dan wajahnya juga sudah dekat dengan wajah istrinya.
Alberto langsung mencium bibir kecil yang dimiliki oleh istrinya itu dengan sangat intens.
Sampai terdengar suara ketukan di ruangan kerjanya.
Tok...tok...tok...
__ADS_1
Alberto pun menghentikan permainan lidahnya dan melepaskan bibir istrinya dengan lembut.
"Masuk" , jawab Alberto dari dalam.
Susi pun membuka pintu ruangan kerja Alberto.
"Permisi pak , perwakilan dari perusahaan F sudah datang untuk meeting dengan bapak sekarang" , ucap Susi.
"Baiklah , kamu antarkan mereka ke ruangan meeting , sebentar lagi saya langsung ke sana" , jawab Alberto yang masih berdiri di dekat tubuh istrinya.
"Baik pak" , jawab Susi sambil berjalan keluar dan menutup pintu ruangan kerja Alberto.
"Aku pergi meeting dulu ya sayang , kamu baik-baik disini dan jangan sedih lagi , aku mau ketika aku kembali nanti , aku sudah melihat wajah kamu yang selalu tersenyum" , ucap Alberto.
"Baiklah suamiku" , ucap Yui san sambil tersenyum.
Melihat wajah manis Yui san , membuat Alberto ingin menciumnya lagi.
Alberto pun langsung mencium bibir kecil itu lagi dan setelah itu dia baru melepaskannya.
"Baik-baik disini ya" , ucap Alberto sambil mengecup perut istrinya.
"Iya suamiku" , ucap Yui san.
Alberto pun berjalan keluar dari ruangannya dan menuju ke ruangan meeting.
Sejak dia sudah gak di perbolehkan kerja lagi dengan suaminya , dia hanya menghabiskan waktunya dengan berbelanja apapun yang di sukai.
Alberto tidak pernah melarang Yui san untuk membeli barang-barang yang dia inginkan.
Yui san yang sedang asik melihat aksesoris disana , melihat nama Takeshi muncul di layar ponselnya.
Yui san pun menyentuh tombol terima panggilan telpon disana.
"Halo Takeshi" , jawab Yui san.
"Halo Yui san , aku mau mengirimkan uang hasil penjualan bunga kamu yang dijual di acara bazar kantor aku , semuanya laku terjual" , ucap Takeshi.
"Kenapa kamu gak memberikannya kepada papa aku?" , ucap Yui san.
"Aku sudah memberikannya kepada tuan Satoshi , tapi papa kamu meminta aku untuk memberikannya kepada kamu" , jawab Takeshi.
"Baiklah , nanti aku berikan nomor rekening aku kepada kamu" , ucap Yui san.
"Iya Yui san , bagaimana keadaan kamu selama disana? Apakah suami kamu sudah memperlakukan kamu dengan sangat baik?" , ucap Takeshi.
"Aku sangat baik disini bersama suami aku , dia juga sudah memperlakukan aku dengan sangat baik" , jawab Yui san.
__ADS_1
"Baiklah , semoga kamu selalu bahagia ya Yui san" , ucap Takeshi meskipun saat itu dadanya terasa sakit ketika mengucapkannya.
"Iya Takeshi , terima kasih ya" , ucap Yui san.
"Iya Yui san" , jawab Takeshi sambil memutuskan sambungan telponnya.
Yui san langsung membuka room chatnya dan mengirimkan nomor rekeningnya kepada Takeshi.
"Kalau seperti ini aku bisa puas berbelanja" , ucap Yui san sambil tersenyum.
Meskipun Alberto sudah memberikan kartu tidak ada batas kepada Yui san , tapi tetap saja kalau mendapatkan uang dia akan merasa bahagia.
********
Papa Gerardo mulai lagi duduk melamun sambil melihat kearah luar dari jendela yang ada di dalam kamarnya.
Perkataan Alexandria , membuat dia menjadi merasa bersalah kepada anaknya yang pertama itu.
Papa Gerardo mulai lagi memikirkan kesalahan yang sudah dia buat dimasa lalu.
"Bagaimana caranya aku bisa menebus semua kesalahan aku kepada Mathew?" , ucap papa Gerardo dalam hatinya.
Mama Isabella yang baru masuk ke kamar sambil membawa puding untuk papa Gerardo , melihat suaminya mulai melamun lagi disana , membuat dia pun menjadi khawatir.
"Pa , makan puding dulu , jangan melamun terus" , ucap mama Isabella.
"Iya ma" , jawab papa Gerardo.
"Papa memikirkan apa pa?" , tanya mama Isabella.
"Papa sedang memikirkan anak kita Mathew ma , kalau dulu kita gak membuat kesalahan , pasti Mathew masih bersama dengan kita sekarang".
"Kalau Mathew bersama kita sekarang , berarti cewek miskin itu juga bersama kita pa , bukankah papa juga gak bisa menerima cewek miskin itu" , ucap mama Isabella.
"Iya ma , kayaknya dulu kita salah terlalu keras dengan Mathew , sehingga kita pun jadi kehilangan cucu yang sehat dan pantas menjadi penerus keluarga kita" , ucap papa Gerardo.
"Tapi kenapa Alberto sekarang bisa baik dengan Yui san pa , malahan mereka bisa hidup dengan sangat bahagia sekarang" , ucap mama Isabella.
"Tapi sebelumnya Yui san juga cukup menderita bersama dengan dia ma" , jawab papa Gerardo.
"Meskipun begitu , pada akhirnya mereka bisa hidup bahagia kan pa , biarpun anak mereka yang sekarang perempuan , mama rasa nanti bisa di didik untuk menjadi penerus perusahaan kita".
"Sebagai penerus harus anak laki-laki ma" , ucap Gerardo.
"Apa papa mau meminta Mathew untuk kembali ke sini lagi bersama istri dan anaknya yang sekarang?" , tanya mama Isabella.
Papa Gerardo pun langsung terdiam mendengar pertanyaan istrinya , karena dia masih belum tau apa yang harus dia jawab pada saat itu.
__ADS_1