Hamil Diluar Nikah

Hamil Diluar Nikah
Episode 164


__ADS_3

Kevin dan Julie yang sudah sampai di mall , memilih untuk jalan-jalan dulu di dalam mall.


"Sayang , kamu ada mau beli keperluan buat kamu gak? Kalau ada , sekalian di beli aja" , ucap Kevin.


Julie berpikir sejenak...


Apa yang harus dibeli ya? Alat make up masih ada , perlengkapan mandi masih ada , baju apa lagi...masih banyak yang baru.


"Oh iya , aku harus mencari baju untuk anak kita nanti ketika acara resepsi pernikahan berlangsung" , ucap Julie.


"Oh iya sayang , nanti saat acara resepsi pernikahan kita , Christian sudah berusia 10 bulan lebih ya , ada gak jas untuk anak umur segitu?" , ucap Kevin.


"Kita cari saya ya suamiku , semoga saja ada , kalau gak apa kita mau jahit saja ketika pulang ke Jakarta" , ucap Julie.


"Dimana mau jahit baju bayi sayang?" , ucap Kevin sambil mengerutkan keningnya.


"Aku juga gak tau" , jawab Julie sambil terkekeh.


"Kita coba cari saja sayang , siapa tau ada yang jual" , ucap Kevin sambil tersenyum.


Julie pun menganggukkan kepalanya.


Meskipun Julie sangat hemat , tapi yang namanya cewek ketika melihat ada barang-barang yang lucu dan unik , pasti di beli.


Setelah Julie selesai belanja , merekapun sudah merasa lapar.


"Sayang , kita cari makan dulu ya , aku sudah lapar. Kamu mau makan dimana?" , tanya Kevin.


"Kita makan pizza aja ya , aku lagi pengen" , ucap Julie.


Kevin menganggukkan kepalanya dan berjalan bersama dengan Julie menuju ke restoran pizza.


Sampai di restoran pizza.....


"Pak Mathew , kak Leoni" , sapa Julie dan Kevin yang melihat mereka juga makan disana bersama dengan anak-anaknya.


Mathew dan Leoni yang mendengar namanya di panggil pun langsung melihat ke samping.


"Iya Julie , Kevin" , jawab Mathew dan Leoni bersamaan.


"Kalian makan disini juga" , ucap Mathew sambil tersenyum.


"Iya pak , kami baru mau makan" , jawab Julie.


"Anak kamu sudah tambah gendut ya sekarang" , ucap Mathew sambil melihat anak dalam gendongan Kevin.


"Iya pak , Christian minum ASI nya kuat" , jawab Julie sambil tersenyum.


"Bagus lho anak-anak banyak minum ASI , tubuhnya juga lebih sehat" , ucap Leoni.

__ADS_1


"Iya kak" , jawab Julie sambil tersenyum.


Mathew memandang wajah anak Julie dengan seksama.


"Mata dan hidungnya benar-benar mirip dengan Alberto" , ucap Mathew dalam hatinya.


"Kami duduk disana dulu ya pak , kak Leoni" , pamit Julie.


"Iya Julie" , jawab Mathew dan Julie bersamaan.


"Honey , anaknya Alberto benar-benar memiliki kemiripan dengannya" , ucap Mathew setelah Julie dan Kevin pergi dari sana.


"Pasti ada kemiripan kan memang anaknya Alberto" , ucap Leoni.


"Iya kamu benar juga , semoga saja Alberto gak datang lagi kesini untuk membuat keributan" , ucap Mathew.


"Iya , untung saja mereka sudah pindah rumah , kalaupun Alberto datang juga gak bisa menemukan mereka disana" , ucap Leoni.


"Iya kamu benar honey" , jawab Mathew.


.


.


Sampai di meja yang kosong disana , pelayan restoran memberikan kursi bayi di dekat meja mereka.


"Untuk Christian duduk suamiku sayang" , jawab Julie.


"Memangnya anak papa sudah mulai bisa duduk" , ucap Kevin sambil melihat ke anaknya.


"Sudah mulai bisa , tapi belum terlalu kuat untuk duduk sendiri terlalu lama , mungkin karena Christian gendut , dikirain anak umur 5 atau 6 bulan kali ya" , ucap Julie sambil tersenyum.


"Kalau gitu jangan dulu ya anak papa duduk disana , nanti anak ganteng papa bisa jatuh lagi" , ucap Kevin sambil melihat anaknya yang putih gembul bulat-bulat itu.


"Iya suamiku sayang , ayo pesan makanan lagi".


"Pesan pizza sama spaghetti saja sayang".


"Baiklah , kamu mau spaghetti seafood seperti biasanya?"


"Iya sayang" , jawab Kevin sambil membuka gendongan bayinya.


Julie langsung memesan makanan dan minuman kepada pelayan yang masih berdiri di dekat mereka , setelah selesai mencatat semua pesanan mereka , pelayan itu pun pergi dari sana.


"Suamiku , Christian kasih ke aku , supaya bisa minum susu" , ucap Julie sambil mengambil botol susu yang sudah di persiapkan nya dari rumah.


Kevin pun memberikan Christian kepada Julie.


"Ayo anak mama minum susu dulu ya" , ucap Julie.

__ADS_1


Christian pun langsung tersenyum begitu melihat botol susu yang ada di tangan mamanya.


"Mah....mah...." , kata-kata yang selalu keluar dari mulut Christian.


"Iya sayang , sama mama ya minum susu" , ucap Julie sambil memasukkan dot ke dalam mulut anaknya.


"Julie dan Kevin benar-benar bahagia sekali ya honey , orang juga gak akan tau kalau itu bukan anaknya Kevin" , ucap Leoni yang melihat Julie dan Kevin disana.


"Iya sayang , lebih baik Julie hidup dengan Kevin dari pada dengan Alberto. Tapi yang membuat aku merasa aneh , Julie kan anak orang kaya juga di Indonesia. Kenapa papa dan mama gak menyetujui hubungannya dengan Alberto?" , ucap Mathew.


"Standar orang kaya menurut papa dan mama kamu itu berbeda honey , mungkin kalau Julie anak dari presiden Indonesia , baru mereka bisa menerimanya" , jawab Leoni.


"Iya kamu benar honey , padahal belum tentu juga anak teman mereka yang menurut mereka itu kaya memang benar kaya. Banyak juga yang hanya menginginkan supaya mereka berinvestasi di perusahaan mereka" , ucap Mathew.


"Memangnya seperti itu honey?"


"Iya , sebelum aku pergi dari rumah itu , aku sempat mendengar pembicaraan papa bersama dengan orang tua anak yang mau di nikahkan dengan aku dulu. Dalam percakapan mereka lewat telpon itu , aku mendengar papa mengatakan , kalau anak saya sudah menikah dengan anak kamu , baru saya mau memberikan investasi yang besar di perusahaan kamu" , ucap Mathew sambil mengingat malam itu.


"Kalau kehidupan sosial orang kaya itu berbeda ya" , ucap Leoni.


"Iya honey , mereka biasanya hanya mencari keuntungan dari perjodohan anak mereka , tanpa mementingkan perasaan dari anak-anak mereka" , jawab Mathew.


"Papa ayo kita pergi main lagi" , ucap Maria yang sudah gak sabar mau bermain di tempat favoritnya.


"Baiklah nak , papa bayar dulu ya , kalian tunggu di luar dulu sama mama" , ucap Mathew sambil berdiri.


"Iya papa" , jawab Maria dan Lionel bersamaan.


Mathew berjalan menuju ke kasir dan Leoni membawa anak-anak mereka menunggu di luar restoran.


Kevin dan Julie memakan makanan mereka yang sudah di hidangkan di atas meja sambil mengobrol santai sampai makanan mereka sudah habis.


Kevin mulai membayar makanan mereka.


"Biar aku saja yang menggendong Christian sayang" , ucap Kevin setelah selesai membayar makanan mereka.


"Gak usah sayang , kamu menggendong Christian sambil membawa barang-barang pasti akan terasa berat , biar Christian bersama aku dulu ya" , ucap Julie yang mulai memasang gendongan bayi di tubuhnya.


Kevin akhirnya menganggukkan kepalanya dan mereka berjalan bersama mencari mainan buat Christian.


"Sayang , kita harus mulai beli juga tempat duduk bayi untuk dirumah" , ucap Kevin setelah mereka masuk ke dalam toko yang menjual mainan dan perlengkapan bayi.


Julie menganggukkan kepalanya sambil melihat-lihat baju baju lucu untuk Christian disana.


Kevin sudah mulai sibuk mencari mainan buat anak mereka , apalagi sekarang sudah diijinkan Julie untuk dia membeli apa aja , jadi Kevin sangat bersemangat mencari mainan disana.


Sampai sudah beberapa waktu , Kevin datang dengan dua troli penuh dengan mainan beserta 3 macam kursi bayi disana , ada yang buat makan , ada yang buat duduk santai dan ada yang beroda.


Julie hanya bisa menggelengkan kepalanya sambil berjalan ke kasir , karena dia yang sudah mengijinkan Kevin untuk belanja banyak , jadi dia pun gak bisa untuk meminta suaminya mengurangi barang yang sudah diambil.

__ADS_1


__ADS_2