
Dela tidak yakin dengan apa yang dilihatnya,dan dia pun semakin mendekati televisi dan melihat lebih jelas ternyata benar itu Mahesa,pria yang sudah dirindukannya beberapa minggu ini,pria yang terus menerus diharapkannya datang,ternyata hari ini melangsungkan pernikahannya dengan wanita lain.
Sekujur tubuhnya lemas tak berdaya,akhirnya tubuhnya ambruk di lantai bahkan untuk menagis pun Dela sudah tidak mampu.Dia tidak percaya jika pria yang begitu mencintainya katanya bisa menikah dengan orang lain.
"Hahahah!!!!harusnya aku bisa mempersiapkan hatiku untuk menerima ini,harusnya dari awal aku sudah tau ini hiks....hiks..hiks Kamu jahat..kamu benar-benar bajingan." Dela menjerit keras,dia memukul-mukul kepalanya ke pinggiran sopa hingga keningnya meninggalkan bekas di keningnya.Bahkan Dela tidak merasakan sakit lagi saat dia memukul kepalanya ke pinggiran ranjang.
Dela sudah seperti orang gila di apertemenya,terkadang dia menagis,dan terkadang dia tertawa meratapi nasibnya yang begitu malang.Dia belum bisa menerima jika pria yang selalu terobsesi dengannya akhirnya memilih menikahi wanita lain.Tiba-tiba pintu berbunyi menandakan adanya seseorang diluar.Sekuat tenaga Dela berusaha menopang tubuhnya,lalu berjalan terhuyung-huyung menuju pintu lalu membukanya,dia melihat Doni sudah berdiri disana.Belum sempat dia menyuruh Doni masuk,dia benar-benar merasa tubuhnya tidak bisa dikendalikan akhirnya,
"Brakk!!!!" Dela pingsan persis dihadapan Doni.Pria itu benar-benar panik,dia datang kesana karna Mahesa menghubunginya lalu menyuruhnya untuk menjaga Dela,karna Mahesa takut jika dela menonton dan melihat pernikahannya,tetapi belum sempat berbicara apa pun Dela sudah pingsan di hadapannya.
"Nona!!!!! bangun...Ayo bangunlah nona jangan seperti ini." Ucap Doni sambil menepuk-nepuk wajah Dela,tapi Dela sama sekali tidak berkutik yang ada wajahnya semakin terlihat pucat dan dingin.Doni semakin panik akhirnya dia memutuskan membawa Dela ke rumah sakit karna dia takut sesuatu terjadi kepada wanita itu.
Sesampainya dirumah sakit,Dela diperiksa secara intensif,dan seorang dokter memegangi perutnya,dia sedikit curiga dengan wanita itu karna dia terlihat seperti orang hamil.
"Bapak,apa anda suaminya?" Tanya sang dokter lalu dia mengajak Doni keruangan nya dan mempersilahkan pria itu duduk dikursi menghadap sang dokter.
__ADS_1
"Dengan siapa saya bicara pak apa anda suaminya?" Tanya dokter dengan sopan.
"Bukan dokter,Saya hannya penjaganya,dia pacar bos saya yang kebetulan dia sedang ada perjalanan bisnis keluar negri." Ucap Doni berbohong.
Sang dokter terlihat menghela napasnya,dia sedikit ragu memberitahu keadaan Dela yang belum bisa dia pastikan,karna ini hannya dugaannya sementara.
"Sayang sekali,saya hannya menduga ibu Dela sepertinya sedang hamil muda,dan untuk memastikannya harusnya kita melakukan USG kepadanya." Ucap sang dokter.
"Dokter lakukanlah,karna jika nona Dela tau dia sedang hamil supaya dia menjaga pola makannya dan bisa mengurus dirinya lebih baik." Ucap Doni,dia semakin prihatin dengan Dela dan juga Mahesa,mereka sama-sama mencintai tetapi dipisahkan oleh status sosial yang sangat jauh berbeda.
Setelah mendapat persetujuan,akhirnya sang dokter menganjurkan membawanya ke dokter spesialis kandungan,agar semuanya lebih jelas.Setelah Dela ciuman akhirnya dia juga setuju untuk dilakukan USG,dia di bawa ke sebuah ruangan disana ada sebuh mesin USG dan televisi layar lebar yang bisa menampilkan janin sebesar biji jagung di rahimnya.Dela benar-benar terharu akhirnya dia kembali hamil saat dulu dia kehilangan janinnya karna ketidak hati-hatian nya.
"Sudahlah nona,yakin dan percayalah bos Mahesa sangat mencintaimu,hannya itu bisa ku beritahu kepada nona,suatu saat nona akan tau alasannya kenapa bos Mahesa menikahi nyonya Grace." Ucap Doni memberi dukungan kepadanya.Disaat mereka sudah meninggalkan Rumah sakit.Dela membuka tasnya lalu mengambil Poto hasil USG dari rahim nya lalu menyerahkannya kepada Doni.
"Berikan ini padanya dan katakan aku menunggunya,dia punya utang penjelasan padaku." Ucap Dela,dia belum bisa menerima jika ternyata pria itu sudah milik wanita lain.Dia tetap tidak bisa menahan air matanya jika sedang berbicara tentang Mahesa.Doni menerima Poto itu lalu memasukkan k
__ADS_1
dompetnya dan kembali menyetir dengan kecepatan biasa.
Setelah mengantar Dela pulang akhirnya Doni kembali ke hotel untuk melihat pernikahan bos nya itu,Mahesa sudah membuatnya lagi bekerja di perusahaanya,walaupun bukan asistennya lagi,setidaknya dia masih bisa memantau Dela lewat Doni,karna dia yang paling mengerti keadaan bosnya itu.
Sesampainya dia di gedung,dimana bosnya sedang melakukan pesta pernikahan yang cukup mewah dia melihat wajah Mahesa yang begitu lesu dia benar-benar kasihan melihat bos nya itu.Sepanjang kebersamaanya dengan pria kaya itu,ini pertama dia melihat begitu besarnya cintanya kepada seorang pria.
Saat Doni masih berdiri dari mereka berdua Tampa sengaja saling bertatapan,tetapi Doni tidak mau mendekati pria kaya itu karna dia sedang sibuk menyalami ribuan tamu,belum juga sang nenek yang terus melemparkan senyum angkuhnya kepada semua orang.Bahkan dengan bangganya wanita itu mengumumkan Mahesa akan segera membangun hotel bintang lima di kota metropolitan ini.Semua orang tepuk tangan bangga melihat kehebatan seorang Mahesa.
Begitu juga dengan Grace,hidupnya bagaikan terbang di atas langit apalagi saat dia melihat Zevana turut menghadiri pernikahannya,dia semakin menyombongkan diri karna bisa mengalahkan seorang super model.
"Sayang tanganku begitu sakit." Ucap Grace saat tamu sedikit longgar,dia menyentuh lengan Mahesa tetapi dengan kasar pria itu langsung menepisnya.Grace ingin marah,dia malu beruntung saat itu tidak ada yang melihat aksi mereka.
"Sial!!!! ternyata dia masih bersikap seperti biasa." Ucap Grace,tetapi dia mengabaikan sikap Mahesa hari ini,yang terpenting baginya pria itu resmi menjadi suaminya.
Mahesa sudah benar-benar tidak sabar ingin bertemu dengan Doni,dia ingin mendengar kabar tentang kekasihnya itu,beberapa minggu ini dia menahan rindunya kepada wanita itu.Dia duduk di kursi lalu mengambil ponselnya ingin sekali dia menghubungi kekasihnya tapi dia terus menahannya,karna dia takut keadaan semakin rumit.Dia memandangi Poto Dela,dia tersenyum saat memandang Poto itu,dia mengucap-ucap layar ponselnya,dia melakukan itu untuk mengobati rasa rindu yang ada di hatinya.
__ADS_1
Dia mengabaikan Grace yang sedang asik dengan beberapa temannya,dia melihat wajah Grace yang memancarkan kebahagiaan,dia benar-benar menyesal dengan semua perjanjiannya dengan mertuanya dulu.
*****bersambung*****