
Dalam beberapa hari lagi Christian akan berusia satu tahun.
Kevin yang sangat ingin merayakan ulang tahun anaknya yang satu tahun , pergi ke Bali bersama dengan orang tuanya dan juga mertuanya.
Hari itu masih hari kerja , Kevin sengaja gak memberitahukan kepulangannya ke Bali karena Kevin mau memberikan kejutan kepada Julie setelah hampir 2 bulan mereka berpisah.
Kevin yang sudah sampai dirumah langsung memanggil anaknya yang sedang bermain bersama Wayan babysitter nya.
"Christian...papa pulang" , ucap Kevin setelah masuk ke dalam rumah.
Christian langsung mengangkat kedua tangannya sambil memanggil pa...pa...
Kevin langsung menggendong anaknya dan mencium pipinya anaknya yang semakin bulat itu.
"Oma dan opa juga datang melihat Christian" , ucap mama Shinta.
Christian pun langsung tertawa begitu melihat oma dan opa nya juga datang ke sana.
"Rumah kalian disini sangat nyaman sekali ya. Pantesan kalian sangat betah disini" , ucap papa Sebastian.
"Iya pa , design interiornya di atur sama Julie" , ucap Kevin.
"Bagus nak untuk interiornya. Nanti kita buka satu perusahaan design interior saja di Jakarta" , ucap papa Chandra.
"Aku sudah pernah bilang sama Julie pa , tapi dia gak mau menjalankan perusahaan sendiri" , ucap Kevin.
"Kenapa begitu? Padahal kerja dia bagus" , ucap papa Chandra.
"Julie itu hanya suka menggambar pa , dia gak suka kalau disuruh bertemu dengan klien" , jawab Kevin.
"Nanti bisa di bujuk pelan-pelan. Sekarang yang penting biarkan Julie fokus dulu menjaga anaknya dan anak yang ada di dalam kandungannya dulu" , ucap mama Shinta.
"Iya ma" , jawab Kevin.
"Iya kamu benar juga , cucu kita juga lebih penting. Nanti kalau Julie sudah mau untuk berkarir sendiri , kita bisa mendukungnya" , ucap papa Chandra.
"Iya kamu benar" , ucap papa Sebastian.
Kevin menunjukkan kamar yang akan digunakan oleh papa Chandra dan mama Farah , juga papa Sebastian dan mama Shinta.
"Pa...ma...istirahat dulu aja. Sebentar lagi aku mau menjemput Julie pulang kerja" , ucap Kevin.
"Baiklah nak" , jawab papa dan mama sambil masuk ke dalam kamar masing-masing.
Kevin masih bermain bersama dengan Christian sampai jam untuk menjemput istrinya pun tiba.
"Papa mau menjemput mama , Christian mau ikut papa" , ucap Kevin.
Christian mengeluarkan kata-kata yang hanya dia saja yang mengerti , tapi Kevin mengartikannya kalau anaknya mau ikut dengannya.
"Ayo kita pergi jemput mama...." , ucap Kevin sambil mengendong anaknya.
"Wayan , nanti kalau orang tua saya menanyakan saya dan Christian , bilang kami pergi menjemput Julie" , pesan Kevin.
"Baik tuan" , jawab Wayan.
Kevin berjalan membawa Christian menuju ke mobilnya dan membawanya menuju ke kantor istrinya.
__ADS_1
Julie yang masih mengerjakan pekerjaannya saat itu....
"Julie , suami kamu sudah menjemput kamu" , ucap Rio yang melihat ada mobil Kevin di depan kantor.
"Gak mungkin , suami aku sedang di Jakarta. Dia juga gak memberikan kabar kalau mau pulang" , jawab Julie sambil melihat layar laptopnya.
"Tapi mobil mewah yang berwarna hitam di luar itu bukannya mobil milik suami kamu?" , ucap Rio.
Julie pun melihat ke arah luar jendela.
"Eh...iya benar , itu mobil suami aku" , ucap Julie.
"Berarti suami kamu sudah kembali ke Bali" , ucap Rio.
"Iya , tapi kenapa dia gak memberitahukan kepada aku kalau dia mau pulang hari ini?" , ucap Julie sambil menyimpan kerjaannya dan mematikan laptop nya.
"Bisa jadi dia mau memberikan kejutan kepada kamu" , ucap Rio sambil tersenyum.
"Iya , kalau gitu aku pulang duluan ya" , ucap Julie.
"Iya" , jawab Rio.
Julie berjalan keluar dan langsung masuk ke dalam mobil suaminya.
"Kapan kamu pulang sayang?" , ucap Julie sambil mencium bibir suaminya.
"Baru gak lama ini" , ucap Kevin sambil tersenyum.
Terdengar celotehan Christian dari belakang.
Julie langsung membalikkan tubuhnya dan melihat ke belakang.
Christian masih berceloteh sendiri disana.
"Anak kita sudah suka ngomong sendiri sekarang" , ucap Julie.
"Iya sayang , aku juga sudah mendengarnya tadi dirumah" , jawab Kevin sambil menjalankan mobilnya.
"Kamu kenapa gak kasih tau aku , kalau kamu mau pulang hari ini?" , ucap Julie.
"Aku mau memberikan kejutan buat kamu. Aku juga pulang kali ini gak sendirian" , ucap Kevin.
"Memangnya ada siapa lagi?" , tanya Julie.
"Nanti kamu lihat sendiri ya , ketika kita sudah sampai dirumah" , jawab Kevin sambil tersenyum.
"Baiklah" , jawab Julie.
Setelah beberapa waktu , mobil yang dibawa oleh Kevin telah sampai di rumah.
Julie dan Kevin turun dari mobil sambil menggendong Christian dan berjalan bersama masuk ke dalam rumah.
Begitu Julie masuk ke dalam rumah , yang terlihat hanyalah Wayan dan bu Sri yang seperti biasa sibuk memasak di dapur.
"Gak ada siapa-siapa suamiku sayang. Kamu bohongin aku ya" , ucap Julie.
"Sebentar ya" , ucap Kevin sambil berjalan menuju ke kamar dan mengetuk pintu yang ada disana.
__ADS_1
Tidak lama papa Chandra , mama Farah , papa Sebastian dan mama Shinta berjalan keluar dari kamar.
Julie langsung tersenyum bahagia melihat kedua orang tuanya dan mertuanya disana.
"Pa...ma..." , sapa Julie.
"Iya nak , kami datang ke sini mau merayakan ulang tahun Christian beberapa hari lagi" , ucap mama Farah.
"Kalau gitu aku harus mulai pesan-pesan untuk acara ulang tahun" , ucap Julie.
"Iya nak" , jawab mama Shinta.
"Kebetulan ulang tahun Christian jatuh pada hari Sabtu , aku mengundang teman kantor juga ya" , ucap Julie.
"Iya boleh sayang" , jawab Kevin.
Setelah itu Kevin mengobrol bersama dengan papa dan mama.
Julie mulai menelpon tempat pemesanan kue dan memesan makanan di restoran untuk acara hari Sabtu nanti.
"Dekornya nanti mau bagaimana?" , tanya mama Shinta.
"Kita pakai jasa dekor saja" , ucap Kevin.
"Baiklah , kalau gitu besok siang kamu yang pergi cari jasa dekor ya sayang. Aku kan masih harus masuk kantor" , ucap Julie.
"Baiklah sayang" , jawab Kevin.
"Besok sore ketika menjemput Julie , kita langsung pergi cari bingkisan untuk para tamu ya" , ucap mama Farah.
"Baiklah ma" , jawab Julie.
Mama Farah , mama Shinta dan Julie sudah mulai sibuk membahas untuk acara ulang tahun Christian nanti.
Papa Chandra , papa Sebastian dan Kevin asik bermain dengan Christian , sampai jam makan malam pun tiba.
Bu Sri mulai menyiapkan hidangan yang sudah dimasaknya di atas meja makan.
"Kita makan dulu pa....ma...." , ucap Kevin.
"Baiklah nak" , jawab papa dan mama bersamaan.
Kevin dan Julie makan malam bersama dengan orang tua mereka malam itu.
Kehangatan keluarga jelas terlihat di keluarga mereka.
"Enak sekali masakan asisten rumah tangga kamu" , ucap mama Farah.
"Iya ma" , jawab Julie sambil tersenyum.
"Nanti kalian membawa asisten rumah tangga pindah ke Jakarta gak?" , tanya mama Farah.
"Aku belum menanyakan hal itu ma , karena aku pikir sudah ada mba Ida dirumah" , ucap Julie.
"Kalau nanti dia mau ikut kalian , gak apa-apa kalian bawa. Nanti kalau semakin banyak orang di rumah , kita kan juga butuh tambahan orang kerja. Apalagi nanti anak kamu juga sudah dua , mana bisa kalau Ida sendiri yang mengurus semuanya" , ucap mama Farah.
"Baiklah ma , nanti aku tanyakan kepada bu Sri. Semoga saja dia mau ikut dengan aku" , ucap Julie.
__ADS_1
"Iya nak" , jawab mama Farah.
Setelah itu mereka makan malam bersama sambil mengobrol santai.