Hamil Diluar Nikah

Hamil Diluar Nikah
Episode 243


__ADS_3

Beberapa tahun berlalu.....


Yui san yang sudah sadar dari koma nya hanya bisa membuka matanya tapi tidak bisa menggerakkan tubuhnya dan pandangannya pun selalu kosong.


Meskipun Yui san hanya diam saja , tapi kondisinya termasuk baik dan sudah bisa di bawa pulang ke rumah.


Selama di rumah , Yui san hanya bisa makan dan minum saja di atas tempat tidur atau duduk di kursi roda.


Rei san asisten rumah tangga yang sudah lama bekerja dengan keluarga Satoshi , merawat Yui san yang semakin kurus dengan sangat telaten.


"Mama" , panggil Aniela yang sudah berumur 3 tahun itu.


Setiap Aniela memanggilnya , Yui san tidak pernah menjawabnya. Aniela awalnya sangat sedih melihat mamanya yang tidak pernah menyahuti setiap panggilannya.


Opa Satoshi lah yang selalu menenangkan Aniela dan terus menjelaskan bahwa mamanya sakit dan tidak bisa untuk berbicara , tapi mamanya bisa mendengarkan apa yang Aniela katakan.


Akhirnya Aniela yang masih kecil pun mengerti dan selalu memanggil , mengajak ngobrol mamanya.


"Mama , hari ini Aniela dapat teman baru ketika sedang bermain di luar rumah. Aniela senang sekali bisa kenal dengan Roy. Tadi Roy juga memberikan Aniela permen kapas. Rasanya sangat manis dan lembut. Mama cepat sembuh ya , nanti kalau mama sudah sembuh , belikan Aniela permen kapas ya" , ucap Aniela sambil memegang tangan mamanya dengan tangannya yang mungil itu.


Rei san hanya bisa terdiam setiap melihat Aniela menceritakan setiap hal yang dilakukannya kepada mamanya.


Aniela yang sudah biasa tumbuh tanpa kasih sayang mama , tapi selalu di cintai oleh opa Satoshi dan Rei san. Mereka selalu berada di sisi Aniela , sehingga Aniela tidak merasa kesepian dan selalu ceria menjalani hari-harinya.


Satu hal yang selalu menjadi pikiran papa Satoshi. Umurnya yang semakin tua , membuat dia selalu berpikir , apakah dia akan bisa terus menjaga Aniela sampai Aniela tumbuh dewasa dan menyelesaikan sekolahnya?


Setiap hari papa Satoshi selalu pergi ke kuil dan bersembahyang untuk meminta kesembuhan putrinya dan juga meminta supaya dia diberikan umur yang panjang supaya bisa menjaga cucunya satu-satunya itu.


Selesai berdoa di kuil , papa Satoshi berjalan menyusuri kuil dan dia pun duduk sejenak di kursi kayu yang ada di sana , memandangi pohon yang ada di sana.


Tidak jauh dari sana , terlihat Takeshi bersama dengan anak laki-laki yang masih kecil berjalan bersama dengan seorang wanita yang di pastikan itu adalah Shizuka istrinya.


Takeshi berjalan memasuki kuil dan menyapa tuan Satoshi.


"Tuan , bagaimana keadaan Yui san?" , tanya Takeshi.


"Masih seperti kemaren , tidak bicara dan hanya diam saja" , jawab tuan Satoshi.


"Kami turut bersedih atas kejadian yang menimpa Yui san" , ucap Shizuka.

__ADS_1


"Iya , terima kasih" , jawab tuan Satoshi.


"Sama-sama tuan , kami masuk ke kuil dulu ya" , ucap Shizuka.


"Iya" , jawab tuan Satoshi sambil menganggukkan kepalanya.


Takeshi dan Shizuka berjalan pergi meninggalkan tuan Satoshi setelah berpamitan.


"Untung saja anak kamu dengan Yui san tidak lahir di dunia ini" , ucap Shizuka.


"Kenapa kamu selalu mengungkit masalah itu?" , ucap Takeshi dengan sedikit kesal.


"Aku gak bisa saja menerima hubungan kalian" , ucap Shizuka.


"Aku kan sudah gak pernah ada hubungan lagi dengan Yui san" , ucap Takeshi.


"Itu juga karena Yui san mencoba bunuh diri dan menjadi seperti sekarang. Kalau Yui san gak seperti ini , aku yakin kamu pasti masih berhubungan dengan dia" , ucap Shizuka.


"Cukup Shizuka. Sekarang aku sudah selalu bersama dengan kamu. Kalau kamu masih mengungkit masalah itu lagi , lebih baik kita berpisah saja" , ucap Takeshi.


"Kamu gak akan bisa berpisah dengan aku selamanya. Orang tua kamu gak akan membiarkannya dan perusahaan kamu juga gak akan bisa bagus seperti sekarang" , ancam Shizuka.


Takeshi hanya bisa terdiam setelah mendengarkan perkataan istri sah nya yang harus dinikahinya karena permintaan orang tuanya itu.


********


Di Jakarta.....


Christian yang sudah mulai masuk sekolah taman kanak-kanak , mulai senang bermain di sekolah. Karena banyaknya permainan yang ada di halaman sekolahnya.


"Sudah nak , ayo kita pulang lagi" , ucap Julie yang dari tadi mencoba membujuk anaknya untuk pulang.


"Sebentar lagi mama. Aku masih mau main ayunan di sini" , ucap Christian.


"Tapi mama gak membawa adik kamu. Adik sedang tidur di rumah , sebentar lagi pasti adik sudah bangun dan mencari kita. Ayo kita pulang lagi ya sayang" , ucap Julie.


"Baiklah ma" , jawab Christian yang akhirnya mau juga menurut untuk pulang.


Julie berjalan bersama anaknya menuju ke mobil.

__ADS_1


Sejak Christian dan Kenrich sudah mulai besar , Julie tau kalau Kevin pasti gak bisa mengurus mengantar jemput anaknya ketika sekolah atau kursus. Makanya Julie memutuskan untuk belajar membawa mobil dan mengurus anak-anaknya selama Kevin sibuk di kantor.


Julie menjalankan mobilnya menuju ke rumah. Selama dalam perjalanan yang terdengar hanyalah lagu anak-anak yang di putar di audio mobil Julie.


Bahkan Christian pun suka mengikuti lagu yang ada di sana. Membuat Julie merasa kalau anaknya ini sangat suka bernyanyi.


"Anak mama mau belajar menyanyi gak?" , tanya Julie sambil fokus mengendarai mobilnya.


"Mau mama" , jawab Christian.


"Baiklah , nanti mama carikan tempat belajar menyanyi untuk Christian ya" , ucap Julie sambil tersenyum.


Christian pun hanya menganggukkan kepalanya sambil terus mengikuti lagu yang ada di sana.


Tidak lama , mobil yang dibawa oleh Julie telah sampai di halaman depan rumah.


Julie memarkirkan mobilnya di sana dan turun dari mobil terlebih dahulu. Julie berjalan menuju ke pintu mobil di tempat Christian duduk dan menurunkan anaknya dari mobil.


Begitu Julie masuk ke dalam rumah , terlihat mama Farah yang sedang menggendong Kenrich.


"Kenrich sudah bangun ya ma" , ucap Julie.


"Iya Julie , tadi dia nangis-nangis karena gak melihat kamu ketika bangun" , ucap mama Farah.


"Iya , maaf ma. Tadi Christian masih mau bermain ayunan di sekolahnya" , jawab Julie.


"Nanti jangan main terlalu lama ya cucu oma yang pintar" , ucap oma Farah.


"Tapi aku masih ingin bermain oma" , jawab Christian.


"Nanti oma buatin ayunan di halaman depan rumah ya buat Christian. Jadi nanti mainnya di rumah saja" , ucap oma Farah.


Christian langsung bersorak kegirangan di sana.


"Jangan ma , pasti nanti Christian mainnya cuma sebentar saja. Setelah dia bosan , pasti dia gak akan main lagi" , ucap Julie yang sudah tau bagaimana anaknya itu.


"Tapi aku suka main ayunan ma" , jawab Christian yang tiba-tiba raut wajah bahagia telah hilang dari sana.


"Gak apa-apa Julie , nanti juga Kenrich juga bisa main ayunan di rumah" , ucap mama Farah.

__ADS_1


"Baiklah ma" , jawab Julie yang tidak bisa membantah permintaan mama mertuanya.


__ADS_2