Hamil Diluar Nikah

Hamil Diluar Nikah
bab 33 ~ Sakit ~


__ADS_3

Mahesa tidak berani menganggu istrahat Dela dari semalam.Hingga hari ini jam sudah menunjukkan pukul sepuluh pagi tetapi dela tidak menunjukkan tanda-tanda bangun.


Karna Mahesa takut menganggu istrahat wanita itu dia sengaja tidur di sopa dan membiarkan Dela tidur di ranjang sendirian,karna jika dia naik ke ranjang dia takut tidak bisa mengendalikan nafsunya yang memang sangat tinggi.


Karna merasa curiga kepada dela akhirnya Mahesa mendekati Dela dan membuka selimut yang menutupi seluruh tubuh dan wajahnya.


Tapi saat dia membuka selimutnya betapa kagetnya dia yang melihat wajah Dela pucat pasi dan tubuhnya sangat panas membuat pria itu begitu panik.Lalu dia menarik selimut yang menutupi tubuhnya tetapi dia semakin kaget ternyata tubuh wanita itu hanya dibalut handuk saja Tampa memakai apa pun.


"Dasar bodoh...Ternyata aku lupa membelikan dia baju dan ternyata dia tidur Tampa baju sepanjang malam." Ucap Mahesa.


Dengan panik Mahesa meninggalkan kamar lalu memanggil pelayannya dan menyuruhnya untuk pergi ke toko baju untuk membeli beberapa pakaian untuk dela.Setelah memberi uang pelayan itu langsung berangkat karna Mahesa memberinya waktu hannya tiga puluh menit.Beruntung ada butik tidak jauh dari lokasi villa itu.


Tidak lama menunggu, pelayan itu langsung memberikan beberapa potong baju dan pakaian dalam wanita kepada Mahesa.Setelah memakaikan pakaian ke tubuh dela pria itu langsung mengangkat tubuh Dela dan melarikannya ke rumah sakit.


Rumah sakit di daerah itu masih sangat sederhana,karna memang lokasi itu bukanlah kota besar itu hannya sepenggal kota kabupaten.Disana banyak para orang kaya membeli villa untuk menyenangkan pikiran disaat stres karna rutinitas setiap harinya atau ada juga sekedar untuk tempat para pria membawa selingkuhannya.


Setelah sampai dirumah sakit Dela diperiksa oleh dokter,lalu memasangkan infus.setelah selesai dokter keluar dan menemui Mahesa yang sedang asik bermain ponsel diluar.


"Dengan suami ibu dela?" Panggil sang dokter,Mahesa lalu berdiri dan mendekati dokter itu."Saya bukan suaminya,saya hannya saudaranya." Ucap Mahesa.Doker itu hannya tersenyum kecut menanggapi ucapan dari Mahesa.

__ADS_1


"Ada apa dengannya?" Tanya Mahesa saat dia sudah duduk dikursi menghadap sang dokter wanita yang sudah lumayan berumur.


"Tidak ada yang serius,nanti habis infus satu botol dia sudah bisa pulang,dia hannya kelaparan dan juga demam tinggi.Aku akan memberikan resep,segera ambil obat dari apotik,anda bisa menemuinya karna dia sudah mulai sadar." Ucap sang dokter Mahesa,langsung berdiri dan meninggalkan dokter itu Tampa mengucapkan sepatah kata pun,dan dokter hannya bisa geleng-geleng kepala melihat pria itu yang sudah semakin menjauh.


"Begitulah kalau orang kaya,dia pikir semuanya bisa di nilai dengan harta." Ucap sang dokter lalu melanjutkan pekerjaan nya.


Mahesa langsung pergi ke apotik mengambil obat yang sudah di resep kan oleh dokter,setelah itu dia langsung memasuki ruangan dela,wanita itu hannya tiduran di atas ranjang,dengan tatapan kosong.


"Apa lagi yang akan kamu lakukan setelah ini,apa kamu tidak bisa menikmatinya saja,kenapa harus pura-pura ingin menyiksa dirimu."Ucap Mahesa,Seketika emosi dela meledak dia melempar bantal ke wajah Mahesa hingga pria itu terkejut.


"Kamu memang bukan manusia,lepaskan aku sekarang,kamu benar-benar binatang andai saja mas Bobby tau apa yang kamu buat terhadapku,sudah pasti dia menghabisi mu." Ucap Dela,seketika Mahesa begitu marah saat dia mendengar dela menyebut nama pria lain dihadapannya.


"Dasar wanita sialan,kamu selalu membuatku marah dengan menyebut nama pria lain di hadapanku." Ucap Mahesa lalu dia memesan kopi di cafe itu.Sambil menunggu pesanan Mahesa membuka ponselnya,dia langsung melihat panggilan mamanya beberapa kali,dan juga Grace wanita yang sangat tergila-gila padanya.


"Ada apa dengan mereka hingga menghubungiku sampai ratusan kali." Ucap Mahesa,dia akhirnya mengabaikan semua panggilan dari ponselnya.


Setelah beberapa lama duduk di cafe itu,Mahesa sudah mulai bosan,tidak ada yang bisa dia lakukan di kota kecil itu,lalu dia membayar kopinya dan meninggalkan cafe.Saat hendak memasuki ruangan rumah sakit ponselnya kembali bergetar dan dia meraih ponselnya lalu melihat panggilan dari sang mama.


📞 [ Ada apa ma..Aku sedang ada dinas keluar kota] Jawab Mahesa dia sengaja berbohong kepada mama nya agar wanita itu tidak memberikan banyak pertanyaan untuknya.

__ADS_1


📞 [ Kapan kamu akan pulang,mama sudah tidak sabar melihatmu membawa Grace ke rumah ini!!]


Mahesa sedikit kesal saat mamanya menyebut nama wanita itu,dengan kesal lalu dia memutuskan sambungan telepon ibunya,dia tidak ingin orang tuanya bertanya lebih jauh lagi tentang wanita itu.


Setelah itu dia kembali melanjutkan langkah kakinya menuju ruangan dela,lalu dia membuka kamar dan melihat Dela yang sedang tidur dengan sangat pulas.Dia menatap botol infus yang sudah hampir habis akhirnya dia bisa kembali malam ini ke villa karna besok dia akan kembali ke kota J.


Dia menunggu dela terbangun,dia tidak tega membangunkan wanita itu,karna dia melihat Dela yang tidur dengan sangat pulas.Saat-saat seperti itu Mahesa memandangi wajah polos wanita itu,dia juga menelusuri setiap tubuh dela dia melihat tubuh itu semakin menggairahkan,entah kenapa setiap melihat tubuh dela,gairahnya bangkit berkali-kali lipat.Tidak pernah Mahesa merasa bosan dengan tubuh wanita yang ada dihadapannya.


"Dasar sialan..bisa-bisanya aku berpikir kotor disaat wanita ini sedang sakit." Suara hati Mahesa lalu dia menjauhi tubuh Mahesa dan kembali duduk di sopa.Tidak beberapa lama akhirnya Dela menggeliat,dia merasa tubuhnya sudah sangat lumayan sehat.


"Kamu sudah bangun?"Tanya Mahesa membuat Dela kaget dia tidak menyangka jika ada orang lain di ruangan itu,padahal dari tadi Mahesa duduk sambil memperhatikan dia.


"Bukan urusanmu,aku bangun atau tidak bukan urusanmu,kuharap kamu berbicara kepadaku jika ada yang penting dan aku tidak punya urusan apa pun denganmu." Ucap Dela,dia memang wanita yang sangat keras kepala.Mahesa hannya bisa menggelengkan kepala saat melihat tingkah dela yang membuatnya semakin gemas.


Sementara itu Zevana sedang keluar dari ruangan pemotretan hari ini dia,langsung ingin pulang ke apertemenya karna dia merasa tubuhnya sudah sangat lelah.tetapi pada saat dia membuka pintu mobilnya dia orang pria sudah menghadangnya.


"Berikan kunci mobil,dan mulai hari ini kamu sudah tidak perlu kembali ke apertemen,karna itu bukanlah tempatmu,Mahesa menyuruh kami untuk mengambilnya semua darimu."


****bersambung***

__ADS_1


__ADS_2