Hamil Diluar Nikah

Hamil Diluar Nikah
bab 43 ~ Pasrah ~


__ADS_3

Mahesa bangkit dari ranjang lalu mengambil ponsel dan melihat jam sudah menunjukkan 6:50.


"Sial bahkan aku ketiduran sampai segini lalu dia memasuki kamar mandi dan membersihkan diri,setelah itu dia mengambil pakaian bersih dari lemari karna di ruangan itu segala keperluannya selalu tersedia.Setelah semuanya selesai dia melihat ke arah dela yang masih tertidur dengan pulas.


"Bahkan tidur saja dia cukup cantik,sepertinya dia begitu lelah setelah melayaniku semalam.Suara hati Mahesa lalu dia membuka pintu dan keluar dari kamar itu, tidak lupa dia menutup kamar itu kembali agar sang asisten tidak curiga.


"Apa kamu membawa pesanan ku?"


"Bawa bos,kenapa aku harus membawa baju wanita itu kesini apa wanita itu ada dikamar ini bos?" Tanya Doni ingin tau,Mahesa langsung menatapnya dengan sinis.


"Apa perlu urusan pribadiku pun kamu ingin tau?"


"Maaf bos aku!!!!!"


"Sudah....Sudah aku punya kerjaan padamu,Carikan aku apertemen baru,secepatnya kalau bisa hari ini hari harus sudah bisa di tempati aku ingin Dela memiliki tempat yang menetap dan jangan sampai nenek dan keluargaku ada yang tau karna mereka bisa membuat keributan." Ucap Mahesa,Doni kembali merasa kesal karna harus mengurusi pekerjaan diluar pekerjaannya.


"Jika kamu bisa mendapatnya hari ini dan aku bisa membawa Dela kesana kamu akan saya berikan bonus tiga kali lipat." Ucap Mahesa memberikan semangat kepada pria itu.


"Bonus tiga kali lipat bos...Baik lah aku akan segera keluar dan mencarinya hari ini juga." Ucap Doni lalu pamit dari hadapan bosnya dia sudah bisa bayangkan berapa banyak uang yang masuk ke rekeningnya bulan ini jika hari ini dia berhasil mendapat apertemen yang sesuai selera bosnya.Sebwnarnya mencari apertemen itu perkara muda yang sulit itu adalah mencari selera bosnya.

__ADS_1


"Hahaha sepertinya bulan ini aku bisa menganti mobilku." Ucap Doni saat hampir sampai di pintu keluar gedung itu tapi saat dia sampai di pintu keluar dia melihat nenek Mahesa sedang menuju kantornya tiba-tiba saja jantungnya berdetak hebat.Dia tau resiko apa yang dia hadapi jika wanita itu tau Mahesa menyembunyikan wanita di ruangan kantornya apalagi wanita itu tidak memiliki latar belakang yang hebat.


Dia buru-buru berlari menjauhi pintu dan bersembunyi dari nenek lalu mengambil ponsel dan menghubungi kembali bosnya.


📞 Ada apa lagi apa kamu tidak ingin bonusnya?


📞Bos aku baru saja melihat nenek memasuki gedung ini, bos harus hati-hati.


Mahesa langsung panik dan memutuskan ponselnya lalu dia berlari memasuki kamarnya tetapi saat dia hendak menguncinya dari dalam dia semakin takut jika neneknya semakin curiga kepadanya.Karna dia sangat tau bagaimana sikap neneknya yang begitu pintar.Dia pasti akan mencarinya nanti di dalam kamarnya,akhirnya dia kembali keluar dan duduk di kursinya bersikap biasa saja.


Belum lama dia duduk di kursi itu benar saja nenek dan mamanya sudah memasuki ruangannya lalu duduk di sopa.


"Aku sibuk di kantor nenek banyak sekali pekerjaanku hingga aku malas pulang ke rumah." Ucap Mahesa seadanya dia pura-pura tenang,Dia bisa saja garang kepada semua orang tapi dia begitu takut jika berhadapan dengan wanita tua itu.


"Kamu sibuk bekerja atau sibuk dengan wanita lain,kemarin Grace bilang kamu sedang bersama wanita lain apa itu benar bukankah kamu sudah setuju akan menikah dengan wanita itu bahkan ayahnya sudah memberikan sebidang tanah dengan harga yang sangat murah,kalau dihitu-hitung yang yang kamu bayar ke pria itu bukan bayaran tanahnya lagi tanah itu sudah seperti gratis kepadamu kamu harus hati-hati." Ucap sang nenek dengan sikap menekan.


Mahesa hannya terdiam mendengar ucapan sang nenek lalu dia menghela napas panjang"Bisa tidak nenek tidak mengurusi urusan pribadiku," Ucap Mahesa dia sedikit menekan suaranya.


"Kamu...Berani kamu membantah nenek ,sekarang nenek tekankan secepatnya nikahi Grace agar pembangunan hotel yang sudah di rencanakan bisa berjalan nenek akan memberikan saham nenek semuanya kepadamu jika kamu secepatnya menikahi wanita itu " Ucap sang nenek.Mahesa benar-benar tidak semangat mendengar ucapan neneknya karna dia memang tidak menyukai wanita itu.Tetapi jika dia menolak permintaannya dia takut sesuatu terjadi kepada dela karna dia sangat tau sikap neneknya yang sangat jahat.

__ADS_1


"Minggu ini kamu harus mengadakan pernikahanmu dengan Grace mama sama nenek hari ini akan menemui butik langganan nenek untuk merancang busana pernikahan kalian berdua." Ucap sang nenek.Sementara mama nya Maya hannya dia sambil memegangi punggung sang mertua karna dia takut mertuanya kena struk karna pertengkaran akan selalu ada jika kedua nenek dengan cucu itu bertemu.


"Maya ayo kita berangkat ke butik agar kita bisa secepatnya bisa bertemu dengan mereka."Ucap sang nenek lalu bangkit dari sopa lalu meninggalkan ruangan itu tampa ucapan apa pun.


"Sial....Si tua Bangka ini selalu saja mengekang ku dari dulu,bagaimana mungkin aku bisa menikahi wanita itu sementara aku tidak mencintainya dan bagaimana dengan kekasih hatiku ini apa dia terima nanti jika dia tau aku sudah menikah." Suara hati Mahesa lalu dia bangkit dari kursinya dan kembali memasuki kamarnya.Saat dia memasuki kamarnya dia melihat Dela sudah mandi dan membungkus kepalanya dengan handuk.Mahesa menatap Dela yang sedang berdiri di depan cermin dia hannya tersenyum dengan hambar saat melihat wanita yang di depannya.


Lalu dia memeluk dela dan menautkan dagunya di pundak wanita itu Sambil memeluk pinggang ramping dela.Dia begitu nyaman saat mencium aroma sabun dari tubuh dela.


"Sayang maafkan aku,karna sudah membuatmu menderita selama ini dan menjadikanmu tahanan ku." Ucap Mahesa.Dela hannya dia membiarkan pria itu terus memeluknya karna dia takut jika dia menolak pria itu akan marah kepadanya.


Tapi dela tidak tau dari kapan dia sepertinya begitu nyaman jika bersama pria itu bahkan dia tidak pernah menolak apa pun yang dilakukan pria itu kepadanya.


"Sayang apa kamu marah jika aku memberitahu satu rahasia kepadamu?" Tanya Mahesa dia ingin sekali jujur kepada dela jika yang mengambil kesuciannya malam itu adalah dirinya,tapi dia masih takut jika dela akan kembali marah kepadanya dan mengabaikannya seperti kemarin-kemarin.


Dela melepaskan tangan Mahesa dari pinggangnya lalu menatap wajah pria itu,tidak biasanya wajah pria itu tidak bersemangat.


"Aku tidak ingin mendengar apa pun dari mu." Ucap Dela lalu dia kembali duduk di pinggiran ranjang.


"Apa aku akan selalu pindah setiap saat?"

__ADS_1


****bersambung****


__ADS_2