
Christian yang sudah berusia 10 tahun dan Kenrich yang berusia 8,5 tahun dibawa jalan-jalan ke Singapura untuk pertama kalinya.
"Sayang , nanti kita pergi bawa anak-anak ke sentosa ya buat bermain" , ucap Julie sambil meletakkan semua barang-barang mereka di kamar hotel.
"Iya sayang" , jawab Kevin.
"Mama , di sini sangat bagus sekali" , ucap Christian sambil memandangi pemandangan kota dari jendela kamar hotel.
"Iya sayang" , ucap Julie sambil tersenyum.
Kenrich yang asik dengan tablet nya , hanya fokus memainkan permainan kesukaannya dan tidak menghiraukan apapun yang di bicarakan oleh orang tua dan kakaknya.
"Semuanya sudah selesai , ayo kita pergi lagi" , ucap Julie.
"Asik" , ucap Christian yang sudah tidak sabar untuk jalan-jalan.
"Kenrich" , panggil Kevin.
Kenrich yang masih asik bermain game pun tidak menyahuti ucapan papa nya.
"Kenrich , kita sudah mau pergi. Ayo matikan dulu game nya" , ucap Julie sambil mengambil tablet milik anak bungsunya.
Kenrich pun langsung berteriak...
"Aku lagi seru bermain ma".
"Kita sudah jauh-jauh mau liburan di sini , masa kamu masih bermain game" , ucap Kevin.
"Tapi pa" , jawab Kenrich sambil melihat tablet yang ada di tangan mamanya.
"Sementara tabletnya mama yang simpan. Kita jalan-jalan dulu di sini" , ucap Julie.
"Tapi aku kan bisa bermain sambil pergi ma" , jawab Kenrich.
"Bagaimana cara kamu bermain sambil pergi?" , ucap Julie.
"Kita kan setelah ini naik taksi" , jawab Kenrich.
"Tidak sayang , kita jalan kaki" , ucap Julie.
"Aaaaa" , ucap Kenrich yang langsung terkejut mendengar ucapan mamanya.
"Masa di sini gak ada taksi ma?" , tanya Kenrich.
__ADS_1
"Penginapan kita sangat dekat dengan tempat yang mau kita kunjungi. Jadi kita tidak perlu naik taksi" , jawab Julie.
Kenrich pun hanya bisa pasrah dan mengikuti langkah papa , mama dan kakaknya keluar dari kamar hotel dan menuju ke lobby.
Alexandria yang baru selesai meeting dengan klien di salah satu restoran , langsung terkejut melihat seseorang yang sangat dia kenal berjalan di dekat sana.
"Julie , itu Julie. Ada 2 anak laki-laki , yang mana anaknya Alberto" , ucap Alexandria dalam hatinya.
Alexandria yang penasaran pun berdiri dari duduknya , melangkahkan kakinya dengan cepat keluar dari restoran.
Sayangnya , ketika Alexandria keluar dari restoran , Julie dan anak-anaknya sudah tidak kelihatan lagi.
Julie memasuki toko mainan yang ada di sekitar sana , karena Christian yang sangat menginginkan robot yang terpajang di dekat etalase toko.
"Cuma satu ini saja Christian" , ucap Julie.
"Mau yang ini juga ma" , jawab Christian sambil menunjuk mobil-mobilan yang ada di sana.
"Ya sudah , apa saja yang kalian mau" , ucap Kevin.
Julie hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya , karena memang sudah sifat Kevin yang suka memanjakan anak-anak mereka.
Kenrich dan Christian pun langsung mengambil mainan yang mereka suka.
Alexandria yang sudah kehilangan jejak Julie , akhirnya memilih untuk pulang ke rumahnya.
"Kamu kenapa sayang?" , tanya Leonardo yang melihat istrinya hanya meletakkan kunci mobil , tapi tidak menyapanya yang sedang duduk di dekat sana.
"Aku melihat Julie dan anaknya sayang" , ucap Alexandria.
"Apaaa!!! Anaknya Alberto ada di sini. Cucu mama ada di sini" , ucap mama Isabella yang mendengarkan perkataan Alexandria.
Sejak anaknya Alexandria meninggal dunia 3 tahun yang lalu karena demam tinggi yang berkepanjangan , sejak itu pula mama Isabella yang sudah tua tinggal bersama dengan Alexandria dan Leonardo.
"Iya ma , aku melihat Julie dengan dua anak laki-laki" , jawab Alexandria.
"Apa kamu melihat anaknya Alberto?" , tanya mama Isabella.
"Aku sempat mengejar Julie , tapi aku kehilangan jejaknya ma" , ucap Alexandria.
"Kamu harus cari lagi mereka. Hanya itu cucu mama yang ada sekarang ini. Kita sudah tidak punya lagi penerus di keluarga kita" , ucap mama Isabella.
Alexandria hanya terdiam mendengarkan ucapan mamanya. Karena setelah dia melahirkan anak yang tidak sehat , Alexandria pun tidak mau memiliki anak lagi.
__ADS_1
"Nanti kita cari lagi ya ma. Belum tentu juga itu Julie , sudah lama sekali Julie tidak datang ke Singapura" , ucap Leonardo mencoba menenangkan mama mertuanya.
"Gak mungkin Alexandria salah lihat. Kalian harus segera mencarinya dan membawa pulang cucu mama" , ucap mama Isabella.
"Iya ma , nanti kita akan mencarinya lagi" , jawab Leonardo yang sudah mengetahui kalau mama mertuanya memiliki sifat yang keras dan selalu mau untuk di turutin.
"Sekarang aku mau mandi dulu , mama istirahat dulu saja. Nanti kita bahas lagi" , ucap Alexandria sambil berjalan menuju ke kamarnya yang ada di lantai dua.
Leonardo pun berjalan mengikuti istrinya sampai ke dalam kamar.
"Sayang , apa kamu yakin kamu melihat mereka?" , tanya Leonardo sekali lagi.
"Iya sayang , aku gak mungkin salah. Itu beneran Julie" , jawab Alexandria sambil mengambil baju di dalam lemari.
"Bukannya Julie tidak pernah mau ke sini lagi? Banyak kenangan buruk yang terjadi kepadanya di sini" , ucap Leonardo.
"Aku bisa pastikan itu dia , aku gak salah lihat" , jawab Alexandria sambil melangkahkan kakinya menuju ke kamar mandi.
Leonardo hanya bisa menganggukkan kepalanya sambil duduk di pinggir kasur.
********
Julie dan Kevin yang sedang asik bermain di sentosa pun bertemu dengan Katty di sana. Sebelum berangkat ke Singapura , Julie sudah memberikan kabar kepada teman akrab nya itu kalau mereka akan berangkat ke sana untuk liburan.
Katty yang sudah lama gak berjumpa dengan Julie pun langsung merasa senang dan memutuskan untuk terus bersama selama Julie dan keluarganya berada di Singapura.
"Hi Julie" , sapa Katty sambil memeluk tubuh sahabat terbaiknya itu.
"Hi Katty , sudah lama aku gak ke sini dan sudah banyak perubahan di sini" , ucap Julie.
"Pastinya sudah banyak perubahan , kamu saja sudah memiliki 2 jagoan yang ganteng ganteng" , ucap Katty sambil tertawa.
"Anak kamu juga sangat cantik" , ucap Julie sambil melihat ke arah anak cewek Katty yang berkulit putih dan memiliki mata biru khas orang bule.
"Ayo sapa aunty" , ucap Katty kepada Sassy anaknya.
"Halo aunty" , sapa Sassy yang berumur 6 tahun itu.
"Halo Sassy cantik" , ucap Julie sambil menyentuh wajah halus milik Sassy.
Sassy pun di kenalkan dengan Christian dan Kenrich. Christian yang senang mendapatkan teman baru , langsung mengajak Sassy untuk bermain dengannya , berbeda dengan Kenrich yang hanya duduk di kursi sambil memainkan game miliknya.
"Anak kamu benar-benar berbeda ya" , ucap Katty.
__ADS_1
"Iya , mereka memiliki sifat yang berbeda. Christian sangat suka bermain dan bergaul dengan teman-temannya , sedangkan Kenrich sangat suka bermain sendiri" , jawab Julie.