
Yui san yang sedang berada di apartemen mewahnya di Singapura , malam itu langsung uring-uringan karena memikirkan mertuanya yang sudah sampai di Bali.
Banyak pikiran yang ada di kepala Yui san saat itu.
Dalam perasaan yang bercampur aduk saat itu , Yui san mengambil ponselnya dan menyentuh nama Alexandria di layar ponselnya.
Tidak lama terdengar suara sambungan telpon yang berbunyi disana.
Ponsel Alexandria yang berbunyi di dalam kamar , membuat Leonardo yang sedang berada disana sambil mengerjakan pekerjaannya , berjalan untuk melihat siapa yang menelpon istrinya saat itu.
Begitu Leonardo melihat nama Yui san yang tertera disana , Leonardo langsung menyentuh tombol terima panggilan dan menjawabnya.
"Halo Yui san" .
"Halo kak , apa kak Alexandria ada?" , tanya Yui san yang mendengar suara Leonardo.
"Sebentar ya Yui san , Alexandria sedang di kamar Salvio" , jawab Leonardo.
"Iya kak" , jawab Yui san.
Leonardo berjalan keluar dari kamarnya menuju ke kamar anaknya yang berada di sebelah kamarnya.
"Sayang , Yui san menelpon kamu" , ucap Leonardo sambil masuk ke dalam kamar anaknya.
Alexandria mengambil ponsel yang diberikan oleh suaminya dan menjawabnya.
"Halo Yui san".
"Halo kak , apa papa dan mama akan mengambil anaknya Alberto dengan wanita itu?" , ucap Yui san yang sangat mencemaskan hal itu.
"Kakak gak bisa memastikannya Yui san. Katanya papa hanya mau meminta Julie untuk melihat Alberto" , ucap Alexandria.
"Kalau nanti wanita itu datang dan ternyata Alberto bisa bangun dari tidurnya , bagaimana kak?" , tanya Yui san.
"Bagus dong" , jawab Alexandria.
"Tapi bagaimana dengan aku dan Aniela kak? Kalau nanti Alberto bangun , papa dan mama pasti akan menyetujui hubungan Alberto dan wanita itu" , ucap Yui san.
"Gak mungkin Yui san. Sekarang kamu jangan berpikir yang macam-macam dulu. Lagian juga Julie sudah menikah di Indonesia" , ucap Alexandria.
"Tapi aku gak bisa tenang sekarang kak. Aku takut kak kalau tiba-tiba papa dan mama lebih memilih wanita itu dari pada aku" , ucap Yui san.
"Sekarang kamu tenang dulu. Kita juga belum tau bagaimana nanti ke depannya. Kamu kan istri sah dari Alberto , gak mungkin juga papa dan mama memilih wanita itu. Lagian kamu kan istri yang dipilih oleh papa dan mama untuk Alberto" , ucap Alexandria.
"Iya kak , tapi entah kenapa aku takut kak. Dari tadi aku gak bisa tenang" , ucap Yui san.
__ADS_1
"Lebih baik kamu menjaga Aniela saja , jangan banyak pikiran dulu. Kita tunggu sampai papa dan mama pulang kesini" , ucap Alexandria.
"Baiklah kak" , jawab Yui san sambil memutuskan sambungan telponnya.
"Yui san kenapa lagi sayang?" , tanya Leonardo yang memang berada disana sambil melihat anaknya.
"Yui san itu sedang mengkhawatirkan kalau nanti mama dan papa mengambil anaknya Alberto yang bersama dengan Julie , sama mengkhawatirkan kalau nanti Julie datang melihat Alberto kesini" , ucap Alexandria.
"Kenapa dia menakutkan semua hal itu?" , tanya Leonardo sambil mengerutkan keningnya.
"Dia gak mau menjaga anak Alberto yang bersama dengan Julie. Dia juga takut kalau nanti Alberto akan bangun dari komanya kalau Julie datang melihat Alberto di rumah sakit" , ucap Alexandria.
"Kenapa dia takut , bukankah itu bagus kalau dengan kedatangan Julie , Alberto bisa bangun dari komanya" , ucap Leonardo.
"Iya , tapi dia takut nanti papa dan mama akan menyetujui hubungan Julie dan Alberto" , ucap Alexandria.
"Yui san itu anaknya terlalu banyak memikirkan hal-hal yang belum tentu akan terjadi" , ucap Leonardo.
"Iya" , jawab Alexandria.
"Baiklah , aku lanjut kerja lagi ya" , ucap Leonardo sambil mengecup kening istrinya.
"Iya sayang" , jawab Alexandria.
********
Tok...tok...tok...
Julie turun dari kasur dan membuka pintu kamarnya.
"Nyonya , ada tamu yang datang mencari nyonya" , ucap bu Sri.
"Siapa bu?" , tanya Julie.
"Pak Mathew bersama dengan orang yang sudah berumur , sepertinya orang tuanya" , ucap bu Sri.
"Baiklah bu , saya ganti baju dulu baru saya keluar. Bu Sri tolong siapkan minuman ya buat tamu" , jawab Julie.
"Baik nyonya" , jawab bu Sri.
Julie berjalan masuk ke dalam kamarnya.
"Sayang , pak Mathew dan orang tuanya datang ke rumah kita mencari aku. Bagaimana ini?" , tanya Julie yang mulai panik.
"Tenang sayang , sekarang kan dirumah kita sedang banyak orang. Ada aku dan orang tua kita juga" , jawab Kevin.
__ADS_1
"Tapi aku takut kalau nanti mereka mengambil Christian" , ucap Julie.
"Kamu tenang ya sayang , aku akan menemani kamu" , ucap Kevin.
Julie pun menganggukkan kepalanya sambil mengganti piyama daster tali satunya dengan baju kaos dan celana panjang.
Selesai mengganti baju , Julie dan Kevin keluar bersama sambil menggendong Christian.
Ketika mereka keluar , mama Farah tiba-tiba keluar dari dalam kamar.
"Siapa yang datang malam-malam begini?" , tanya mama Farah.
"Mantan bos aku dan orang tuanya ma" , jawab Julie.
"Mau ngapain mereka kesini?" , tanya mama Farah.
"Nanti aku jelaskan ya ma , aku mau bertemu dengan mereka dulu" , ucap Julie.
"Mama ikut juga ya. Mama penasaran juga , kenapa mantan bos kamu datang dengan orang tuanya" , ucap mama Farah.
"Baiklah ma" , jawab Julie.
Julie bersama suami dan mama mertuanya berjalan bersama menuju ke ruang tamu.
"Pak , ada apa ya malam-malam mencari saya" , ucap Julie yang pura-pura gak melihat ada orang tua Alberto yang sangat membencinya dulu juga duduk disana.
Kevin yang sedang menggendong Christian dan mama Farah hanya melihat sambil berdiri disana.
"Maaf Julie , papa saya tetap ingin bertemu dengan kamu" , ucap Mathew.
"Saya rasa saya sudah gak ada urusan apapun lagi dengan keluarga bapak" , ucap Julie.
Mama Farah yang gak mengerti kondisi yang sedang terjadi disana pun langsung mengerutkan keningnya.
"Apakah itu anaknya Alberto?" , tanya papa Gerardo yang melihat ke arah anak yang digendong oleh Kevin.
"Bukan tuan , ini anak saya dengan suami saya" , jawab Julie.
"Kamu gak bisa membohongi kami Julie. Jelas-jelas wajah anak kamu itu mirip dengan Alberto" , ucap mama Isabella.
"Maaf tuan dan nyonya sejak kalian menikahkan Alberto dan wanita yang kalian pilih untuknya , aku sudah gak ada hubungan apa-apa lagi dengan Alberto. Saya rasa cukup sampai disini saja. Sekarang tolong kalian pergi dari rumah saya" , ucap Julie yang tidak mau berlama-lama melihat wajah orang tua Alberto yang sudah menyakiti hatinya.
"Tunggu Julie , kami mau meminta maaf kepada kamu" , ucap papa Gerardo.
"Sudah lama saya maafkan tuan. Sekarang tolong pergi dari rumah saya" , ucap Julie.
__ADS_1
"Saya mohon Julie , anak saya Alberto sedang sekarat di rumah sakit. Saya mohon supaya kamu mau melihat Alberto sekali saja di rumah sakit Singapura" , ucap papa Gerardo.
Mama Isabella hanya mengepalkan tangannya untuk menahan emosinya karena gak menyukai suaminya memohon kepada Julie.