Hamil Diluar Nikah

Hamil Diluar Nikah
bab 60 ~ Menikah siri ~


__ADS_3

Doni menyambangi apertemen yang ditempati dela dan juga bos,dia sudah membawa penghulu dan dua orang saksi,untuk pernikahan siri yang akan dilakukan oleh Mahesa dan Dela hari ini.


Dengan berpakaian seadanya dan juga make up seadanya akhirnya Mahesa resmi menikahi Dela walau hannya sebatas nikah sirih.Hal itu benar-benar membuat Dela sangat bahagia.


Setelah Doni dan para penghulu keluar dari apertemen nya Dela duduk di sopa dia ingin Mahesa jujur kepadanya tentang malam itu dimana dia kehilangan kesuciannya.


"Mas,apa benar pria malam itu yang mengambil kesucian ku itu kamu?" Tanya Dela,Mahesa langsung menatapnya heran karna dia hannya cerita kepada Bobby tentang ini.


"Apa pria itu yang menceritakan kepadamu?" Tanya Mahesa,dia sedikit kesal jika Dela bertemu apa lagi sampai berbicara dengan pria itu.


"Hmm"


"Aku tidak suka jika kamu berbicara dengannya apalagi sampai berdekatan dengannya." Ucap Mahesa,dia mengelus-elus rambut Dela yang tertidur di sopa dengan kepala di paha Mahesa mereka sambil menikmati acara televisi.Mahesa benar-benar malas masuk kantor hari ini,karna dia tidak ingin meninggalkan istrinya di apertemen sendirian.


"Maafkan aku sayang jika selama ini tidak menceritakannya semua kepadamu,aku juga kaget dulu saat kamu bekerja di kantorku sebagai OB,disitu aku sudah tau.Dan kamu tau saat kamu keluar dari kantor aku begitu frustasi mencari mu kemana-mana,dan ternyata takdir terus menyatukan kita." Ucap Mahesa,Dela benar-benar bahagia mengetahui semuanya.Rasa cinta dihatinya semakin besar kepada suaminya itu.


"Itu karna Ketua tim kebersihan yang bernama ratu terus menekan ku,makanya aku resign." Ucap Dela.


"Ratu!!!! Wanita itu menekan mu?" Tanya Mahesa memperjelas ucapan Dela.Saat mereka sedang asik berbicara melepas rindu,banyak sekali yang ingin ditanyakan oleh Dela kepada pria itu,Tiba-tiba Mahesa mengambil ponselnya dan melihat pesan ancaman dari sang nenek.

__ADS_1


Mahesa mengabaikan setiap ancaman sang nenek,dia benar-benar muak karna terus ditekan oleh orang tua itu.Sepanjang hari dia habiskan untuk menemani Dela,membawanya jalan-jalan dan membelinya beberapa baju sepatu dan juga tas yang bagus.


"Sayang apa kamu ingin mobil? apa kamu bisa menyetir,aku kasihan melihatmu jika keluar harus naik taksi " Ucap Mahesa saat mereka sedang jalan-jalan di mall.


"Aku tidak butuh itu." Ucap Dela,dia selalu lengket dengan pria itu,entah kenapa hari ini perasaannya benar-benar bahagia karna sepanjang hari suaminya sudah menemaninya.Bahkan dia tidak mengalami muntah sedikit pun.


"Sayang sepertinya baby ini sangat merindukan papanya, bahkan aku tidak mengalami muntah sepanjang hari ini walaupun aku sudah makan banyak." Ucap Dela,dia mengelus- elus perutnya yang masih rata.


Setelah hari sudah mulai sore,Mahesa membawa Dela kembali pulang,hari ini mereka berdua terlihat benar-benar sangat menikmati hari yang begitu bahagia.Setelah sampai di apertemen nya Dela langsung mandi dan mulai merebahkan tubuhnya di atas ranjang.Dia benar-benar lelah karna sudah beraktifitas sepanjang hari ini.


Mahesa benar-benar malas pulang kerumahnya,dia ingin selalu berada di samping istrinya,terlalu berat rasanya jika hari ini dia meninggalkan wanita itu.Tetapi takut dengan ancaman sang nenek dia memutuskan untuk kembali ke rumahnya.


Mahesa memasuki rumah dengan wajah yang begitu bahagia tidak peduli apa kata neneknya yang penting hari ini dia bisa menghabiskan waktu bersama istri tercintanya.Dia benar-benar berterima kasih kepada Doni yang selalu membantunya dari belakang.


"Berangkatlah besok ke Amerika bersama istrimu,Daniel sedang mengurus semua dokumen keberangkatan mu,tinggal lah disana selama satu tahun." Ucap sang nenek,tiba-tiba wajah Mahesa pucat bibirnya tidak bisa berbicara apa pun dunianya benar-benar seperti berputar,kakinya serasa tidak mampu menopang tubuhnya akhirnya dia tumbang dan langsung duduk di sopa.


"Jangan lakukan itu kepadaku nenek,jika nenek memaksaku maka lebih baik nenek membatalkan aku sebagai pewaris seluruh hartamu." Ucap Mahesa,dia tidak bisa membayangkan jika dia meninggalkan dela selama itu.


"DIAM,kamu tidak punya hak bicara disini,ini aturan yang tidak bisa kamu bantah atau kamu akan menyesalinya nanti." Ucap sang nenek.

__ADS_1


"Aku tidak peduli dengan semua ancaman nenek,malam ini juga aku keluar dari rumah ini." Ucap Mahesa lalu melempar kunci mobilnya dan meletakkan semua kartu yang ada di dompetnya dimeja.Dia hendak keluar tiba-tiba dia mendengar suara wanita yang menjerit-jerit,Mahesa sangat mengenali suara itu,


"Lepaskan aku!!!! tolong lepaskan aku." Dela berusaha melepaskan cengkraman tangan kedua pria itu.


"Dela!!!!! Nenek apa yang sudah kamu lakukan kepadanya,lepaskan dia nek jangan lakukan apa pun kepadanya." Ucap Mahesa dia langsung bersujud dihadapan wanita tua itu.


Sang nenek mendekati Dela,dia menatap Dela dari atas kebawah lalu melayangkan tamparan ke wajah dela hingga tangan wanita itu membekas di wajah putih Dela.


"Plak!!!!!plak!!!!plakkk,apa kamu tidak punya kaca dirumah hingga kamu berani menggoda cucuku yang berharga? Apa kamu ingin merubah takdir busuk mu itu dengan menggoda cucuku hah." Dela benar-benar ketakutan,dia merasakan perih di wajahnya dan sudut bibirnya mengeluarkan darah.


"Dela!!! maafkan aku." Mahesa mendekati Dela lalu memeluk tubuh dela begitu erat,melihat itu sang nenek langsung memanggil security untuk menahan Mahesa agar tidak melakukan kontak pisik dihadapannya.


"Lepaskan aku nenek!!! aku tidak mengampuni kalian semua,aku tidak mengampuni mu mama,papa kalian semua jahat." Ucap Mahesa.


Ternyata sepanjang hari ini Mahesa sudah diintai oleh 5 orang pria suruhan sang nenek,mereka terus mengikuti Mahesa dan Dela,mereka membiarkan Mahesa menikmati hari terakhirnya bersama gadis impiannya,atas suruhan sang nenek.Setelah Mahesa Kemabli membawa Dela ke apertemen lalu dia pulang kelima pria itu membongkar apertemen dengan peralatan yang sangat canggih.Lalu mereka menyeret Dela dari rumah dan membawanya ke hadapan sang nenek.


"Lepaskan Dela nenek,aku tidak mengampuni mu." Ucap Mahesa meraung-raung,dia tidak tega melihat Dela yang sudah menderita.


"Jika kalian menyukai wanita itu kalian bisa membawanya silahkan nikmati tubuhnya sesuka hati kalian." Ucap sang nenek tampa perasaan sedikit pun.

__ADS_1


"Dan kamu gadis miskin,jangan coba-coba menggoda cucuku yang sangat berharga, dia itu permata di keluarga ini,tidak akan mungkin aku melepaskan cucu kesayanganku bersama wanita miskin sepertimu." Ucap sang nenek.


***bersambung***


__ADS_2