
Setelah selesai rapat Mahesa kembali keruangan nya,sepanjang di ruangan rapat dia sama sekali tidak konsen karna terus kepikiran dengan Dela,apalagi hari ini dia berjanji menemaninya periksa kehamilan calon anak mereka.
"Sangat membosankan,sekali lagi kalau ada rapat seperti ini usahakan untuk mempercepatnya saja,aku masih punya urusan lain."Ucap Mahesa dengan nada sinis kepada asistennya Daniel.Lalu dia meninggalkan Daniel dan buru-buru memasuki ruangannya untuk mengambil ponselnya yang sedang dia charger.
"Aahhh ternyata istriku dari tadi menghubungiku." Mahesa menggaruk kepalanya yang gatal dia takut Dela akan marah karna dia tidak mengangkat panggilannya tadi.
"Kenapa sih tidak diangkat,apa dia marah kepada ku." Ucap Mahesa lalu mencoba untuk memanggilnya kembali.Merasa frustasi Mahesa lalu menghempaskan bokongnya di sopa.Karna Dela tidak mengangkat Mahesa lalu membuka pesan chat yang sudah memenuhi ponselnya.
Mata Mahesa terbelalak saat melihat Poto yang dikirim oleh neneknya,tampa pikir panjang Mahesa langsung segera meninggalkan kantor,beberapa kariawan nya,heran dengan sikap bosnya itu.
"Tengok itu bos,pasti dia pulang mau mengurusi bini barunya,enak banget dia punya istri dua cantik-cantik lagi." Ucap salah satu karyawan pria,mereka memang sudah mendengar kabarnya kalau bos mereka menikah siri bahkan sudah melihat bosnya membawa istri barunya ke kantor.
Mahesa membawa mobil dengan kecepatan tinggi bahkan dia hampir menabrak mobil yang tiba-tiba menyelip dari samping,beruntung dia bisa mengelak dengan baik.
"Sial..."Beberapa pengendara lain tampak membunyikan klakson ke arah Mahesa,tapi dia tidak peduli dia terus membawa mobilnya dengan kecepatan tinggi.
"Ini semua gara-gara nenek,aku tidak mengampuni kalian jika terjadi sesuatu kepada istriku." Ucap Mahesa.Setelah sampai di depan rumah dan dia belum memasukkan mobil kedalam pagar dia langsung melompat dan memasuki rumahnya.
"Sayang......Sayang..."Mahesa mencarinya di ruang tamu tidak ada,lalu dia pergi ke kamar mereka dan hasilnya nihil.Lalu dia berlari ke arah dapur ingin menanyakan pembantu dan ternyata Mahesa begitu terharu karna melihat istrinya sedang menikmati makanannya.
"Sayang....Apa yang kamu lakukan disini?"Tanya Mahesa lalu mendekati istrinya dan memeluknya,hampir saja jantungnya hilang saat melihat Poto yang dikirim neneknya dia sangat ketakutan dia tidak sanggup kehilangan istrinya lagi.
__ADS_1
"Aku lapar sayang,makanya aku ke dapur dan mengambil makanan,kamu mau makan sayang biar aku ambilkan." Tanya Dela.
"Nga usah,biarkan pelayan yang melakukannya,kamu adalah ratuku,tidak perlu kamu melakukan hal seperti itu." Ucap Mahesa,lalu memanggil pelayan dan meminta makanan kepadanya.
"Jangan terlalu memanjakan ku sayang." Ucap Della,lalu mengambilkan nasi untuk suaminya dan melayaninya dengan baik.
Setelah selesai makan,Mahesa membawa istrinya kembali ke ruang tamu,dia melihat neneknya sudah duduk di sopa sambil menikmati teh dan juga menonton siaran berita tanah air.
"Apa maksud nenek mencuri istriku." Ucap Mahesa dengan nada sedikit keras.sang nenek lalu menatap Mahesa,
"Kalau bukan cara seperti ini, apa kamu mau kembali ke rumah ini,memang kamu sangat nakal,lagian istrimu tidak kenapa-napa kan,jangan terlalu berlebihan,nenek juga pernah hamil papa kamu,nenek pusing melihat sikap mu yang terlalu berlebihan."Sungut nenek,Mahesa sedikit heran melihat neneknya,tidak biasanya nenek bersikap lembut seperti itu jika mengenai Dela.
"Biarkan Supir yang mengantarmu,nenek tidak mau repot harus mencuri wanita ini lagi agar kamu kembali kerumah ini." ucap sang nenek,Mahesa menuruti ucapan neneknya.Terkadang dia sadar neneknya melakukan itu semua karna memang dia sangat mencintainya.Satu hal yang Mahesa tidak suka kepada neneknya saat dia begitu keras menolak kehadiran istrinya di keluarganya.
Mahesa mengandeng tangan dela saat akan memasuki area rumah sakit,mereka terlihat bersemangat.
"Sayang biarkan aku menggendongnya!!"
"Nga ahh,malu aku kan masih bisa jalan,lagian sehat kok sayang orang hamil berjalan."Ucap Dela dia terkadang merasa ilfil jika sikap lebay suaminya muncul.
"Dela......Dela,kamu Dela kan?
__ADS_1
"Ibu..." Dela begitu kaget saat melihat wanita separuh baya berdiri di hadapannya,dia pemilik toko yang pernah Dela kelola saat mereka berangkat keluar negri,tapi sayang toko itu di bongkar paksa untuk membangun pusat perbelanjaan.
"Aku mencari mu kemana-mana,apa yang terjadi dengan tokoku,kenapa sampai bisa disana dibangun mall apa kamu menghabiskan uang santunan yang diberikan pengusaha itu,katanya para pemilik toko itu dulu memberikan uang santunan kepada semua pemilik toko?" Ucap wanita itu sedikit menuduh.
"Kita bicara di cafe sana." Ucap Mahesa dia sedikit tersinggung mendengar ucapan wanita yang menyingung istrinya.Akhirnya mereka pergi memasuki cafe lalu duduk dan memesan kopi untuk mereka.
"Maaf nyonya saya sedikit tersinggung dengan tuduhan anda kepada istriku,Saya pemilik mall itu,dan besok silahkan anda datang ke kantor saya untuk mengambil uang yang anda maksud " Ucap Mahesa dengan nada menusuk.Wanita itu langsung terkejut,dia tidak menyangka jika wanita yang pernah menjadi pegawainya menikah dengan seorang pengusaha.
"Maafkan saya tuan,saya tidak bermaksud menyingung." Ucapnya,dia menunduk dan *******-***** ujung bajunya.Dia mendatangi rumah sakit Karna tensi nya naik karna memikirkan tokonya yang sudah hilang.
Sementara ,Grace terus merasa gelisah di kamarnya.Dia merasa curiga jika nenek tua itu sudah mulai menerima kehadiran Dela,dia jelas-jelas melihat saat dia mengambil Poto Dela yang tertidur di atas sopa,dan dia menolak saat Grace meminta untuk membunuh Dela.
"Jangan-jangan wanita tua itu akan mulai melunak,aku tidak punya kekuatan apapun di rumah ini jika wanita tua itu mulai menerima Dela."Ucap Grace sambil terus mondar-mandir di kamarnya.
Aku harus memikirkan cara biar nenek terus membencinya,dia tidak bisa menerima wanita itu,aku tidak mau menjanda di usia pernikahanku yang masih muda.Mahesa dia memang tidak bisa diharapkan,dan membuatnya membenci wanita kampungan itu,sangat lah sulit.Bagaimana bisa dia menjadi nyonya di rumah ini,apa nanti kata orang-orang jika aku bercerai dengannya,dan pastinya aku tidak semudah sekarang ini mendapatkan uang lagi.
Karna pikirannya sangat frustasi akhirnya Grace mengambil kunci mobil,lalu meninggalkan rumah dan pergi ke sebuah bar yang sangat mewah.Dia belakangan ini sangat sering memasuki bar.Dia melakukannya karna dia sangat kecewa dengan suaminya.
"Semua masalah ini membuat otakku benar-benar tidak berfungsi.Bagaimana bisa si nenek sialan itu bisa dengan mudah menerimanya,aku tidak akan menerimanya di rumah karna Mahesa adalah suamiku yang sah.
*****bersambung****
__ADS_1