Hamil Diluar Nikah

Hamil Diluar Nikah
bab 69 ~ Serumah dengan mereka~


__ADS_3

Grace memandang Mahesa dengan amarah yang sudah memuncak,dia tidak menyangka segala pengorbanan yang diberikan keluarganya akan dibalas pengkhianatan oleh suaminya.


"Jelaskan kepadaku apa maksud semua ini?" Tanya Grace dengan nada yang sudah mulai meninggi.Dela merasa takut harus berhadapan dengan keluarga suaminya dia sama sekali belum pernah berurusan dengan keluarga suaminya.


"Seperti yang kamu lihat aku membawa istriku ke rumah ini,aku sudah resmi menikah dengannya,jadi aku meminta kepada kalian semua yang ada di rumah ini perlakukan dela sebagai mana mestinya di rumah ini.


"Dan satu lagi nenek,jika nenek berani menyakiti istriku atau siapa pun itu yang ada dirumah ini ,aku tidak akan tinggal diam,karna dia adalah masa depanku." Ucap Mahesa.Lalu dia menarik tangan Dela dan membawanya ke kamar tamu yang ada di lantai bawah.Sang nenek hannya diam,dia tidak berani bertindak karna dia sangat takut jika cucu kesayangannya akan meninggalkan rumah lagi.


"Nenek,pulihkan kembali kartuku,karna aku ingin membawa istriku membeli baju hamil,karna semua bajunya sudah kekecilan untuknya."Ucap Mahesa saat dia kembali keluar dari kamar.Satu pun orang tidak ada yang berani berkata apa pun dirumah itu,mereka diam seperti terhipnotis.


"Hmm,baiklah." Ucap sang nenek,setelah itu Mahesa mengandeng tubuh mungil istrinya lalu melewati mereka semua Tampa ucapan apa pun,dela ingin sekali pamitan kepada calon neneknya dan juga mertuanya tapi dia takut jika mereka tiba-tiba marah kepadanya.


"Kenapa kamu diam sayang,apa kamu tidak suka kubawa kerumah,percayalah tidak akan ada yang berani menyakitimu." Ucap Mahesa sambil menyentuh tangan istrinya dengan lembut.


"Nga papa sayang,aku akan mengikuti mu kemana pun,Karna aku sangat mencintaimu." Ucap Dela.


Sebenarnya jauh di lubuk hatinya dela benar-benar khawatir,mengingat pertama kali dia melihat wanita tua itu,dia begitu marah,kepadanya tidak mungkin secepat itu mereka menerima kehadirannya di rumah itu.Dela takut jika keluarga itu hannya pura-pura diam di hadapan suaminya.


"Sayang ayo...Kok melamun." Ucap Mahesa lalu membawa Dela masuk kedalam mobil dan langsung meninggalkan rumah.Sebelum mereka pergi ke mall Mahesa membawa istrinya ke restoran sudah lama dia tidak menikmati makana yang mewah dan dia juga ingin memberikan makanan yang baik untuk wanita hamil.

__ADS_1


"Dela...Kamu disini?" Tiba-tiba seorang pria menepuk pundak dela,Mahesa dan Dela langsung menoleh ke asal suara itu ternyata Bobby sudah berdiri di belakang mereka.


"Jaga tanganmu,berhenti menyentuh istriku dengan sembarangan." Ucap Mahesa.Bobby kaget dengan ucapan Mahesa,tapi apa boleh buat dia kalah dari pria itu,setidaknya dia sedikit bahagia ternyata pria itu bertanggung jawab akan hidup dela.


"Selamat ya Dela,ternyata dia bertanggung jawab atas hidupmu,setidaknya aku bahagia melihatmu bahagia,walaupun sebenarnya aku benar-benar mencintaimu dulu,tapi mungkin kita tidak berjodoh." Ucap Bobby,dia terus mencari Dela selama ini,tetapi dia cukup bahagia melihat wanita yang dia cintai bahagia dengan pilihannya.


"Terima kasih mas,semoga mas mendapat wanita yang baik."Ucap Dela,dia sedikit menjaga lisannya di hadapan suaminya karna dia begitu tau jika suaminya sangat cemburuan.


"Amin..Aku duluan ya Dela."Ucap Bobby lalu dia meninggalkan kedua pasangan itu,setidaknya dia merasa puas karna dia sudah mengungkapkan isi hatinya walau dia tau cintanya bertepuk sebelah tangan.


Setelah pesanan mereka datang Mahesa terlalu antusias menikmati semua hidangan yang ada dimeja,tidak lupa dia menyuapi beberapa makanan ke pada istrinya karna dia melihat istrinya kurang selera makannya.


"Nenek....Aku tidak terima di campakkan begitu saja oleh Mahesa." Ucap Grace,dia terlihat memendam emosi kepada keluarga itu,dia merasa seperti dipermainkan oleh keluarga itu.


"Apa kamu pikir aku menerima wanita itu,kita lihat saja sampai kapan dia tahan tinggal di rumah ini,aku tidak mau kehilangan cucuku,lagi itu artinya aku harus pura-pura menerima wanita kampungan itu." Ucap sang nenek dengan wajah penuh kepalsuan.


"Putri sini kamu..." Sang nenek langsung membisikkan sesuatu dan memberikan satu botol obat kepada pelayan itu,Grace merasa curiga kepada wanita tua itu.


"Baik nyonya."Ucap Putri lalu menerima obat yang diberikan wanita itu.Grace hannya bisa mengikuti semua perintah sang nenek,dia tidak mungkin berani melawan wanita itu,karna dia masih berharap Mahesa menerimanya sebagai istrinya.

__ADS_1


Setelah beberapa jam akhirnya Mahesa pulang bersama istrinya,sang nenek melihat beberapa paper bag yang dibawa oleh security.Dia hannya bisa memendam amarahnya dia tidak mungkin menunjukkan sikap aslinya kepada cucunya.


"Nenek,kami pulang."Ucap Mahesa,lalu dia duduk di samping sang nenek diikuti oleh Dela.


"Kalian belanja apa anak nakal?"


"Tuan nyonya ini minuman silahkan diminum." ucap Putri lalu meletakkan minuman di hadapan Mahesa dan juga Dela,karna merasa kehausan Dela meraih gelas yang ada di hadapannya dan dia ingin meminumnya.


"Sayang,letakkan gelasnya kamu tidak usah minum,bukan kah tadi kamu sudah minum banyak,kata dokter itu kurang baik." ucap Mahesa lalu mengambil gelas dari tangan dela dan meletakkan kembali minuman itu.Sang nenek mengerutkan keningnya,dia sedikit emosi karna Mahesa begitu perhatian kepada istrinya.


"Apa dia curiga kepadaku,dasar manusia,jika dia terlalu menjaga istrinya kapan dia akan keluar dari rumah ini.Sampai kapan rumah ini menampung wanita kampungan ini." Suara hati sang nenek.


"Ada apa nek,kok kelihatannya nenek sedang melamun?" Ucap Mahesa,tampa mendengar jawaban sang nenek Mahesa lalu menarik tangan istrinya dan membawanya ke kamar.Setelah dia mengantar Dela ke kamar dia langsung menunju dapur dan membuatkan istrinya susu kehamilan.


Grace yang melihat Mahesa begitu perhatian kepada Dela semakin terbakar api cemburu,dia begitu sakit melihat pria itu yang terlalu mencintai istrinya.


"Nenek...Hiks...hiks...hiks,aku sudah tidak kuat nek,lebih baik aku keluar dari rumah ini,tidak akan ada wanita yang tahan hidup serumah dengan istri suaminya yang lain nenek hii....hiii." Ucap Grace dia terus menghapus air matanya yang mengalir di wajahnya,dia marah kecewa dan sakit hati dengan semua yang dia terima dari suaminya.


"Sabar,aku akan mengusahakan dia secepatnya keluar dari rumah ini,kamu tidak bisa pergi dari rumah ini,yang pantas pergi dari rumah ini adalah wanita biadap itu." Ucap sang nenek sambil mengepalkan tangannya dengan keras.

__ADS_1


****bersambung*****


__ADS_2