
Akhirnya semua orang yang ada di rumah mewah itu setuju untuk mengadakan syukuran atas kesembuhan nenek Elisabet dan juga untuk penempatan rumah baru milik Mahesa dan istrinya.
"Bara Kamu bertugas untuk mengundang anak-anak yatim,lansia fakir miskin dan anak-anak jalanan." Ucap Mahesa di sela-sela dia membantu anaknya minum susu.Setelah semua selesai dan sarapan juga sudah selesai,mereka semua pindah ke ruang tamu untuk membicarakan rencana mereka selanjutnya.
"Mahesa,untuk acara kali ini memang sudah nenek putuskan hannya untuk orang-orang tidak mampu,dan mulai hari ini juga nenek katakan kepadamu satu persen keuntungan perusahan kita akan di serahkan sebagai bantuan ke panti asuhan setiap bulannya,dan satu lagi cari panti asuhan yang anak-anaknya sehat terawat,aku tidak mau segelintir orang menyalah gunakan bantuan yang aku berikan." Ucap sang nenek.Mahesa sangat bahagia melihat perubahan sang nenek yang begitu cepat bahkan dia tidak segan-segan memberikan bantuan ke panti asuhan.
"Baik nenek,aku siap-siap nenek karena aku mau kekantor,karena acara syukuran masih ada dua hari lagi bara dan putri yang bertugas untuk mengunjungi panti-panti asuhan dan juga memanggil anak-anak jalanan berkumpul di rumah ini,kalian bisa?" Tanya Mahesa kepada putri dan bara.Putri hanya mengangguk dan begitu juga dengan bara.
Setelah Mahesa berangkat kekantor tiba saatnya putri siap-siap,dia berlari kedalam kamar ya lalu mandi dan Menganti pakaiannya,hari ini dia merasa sangat santai karena diberi waktu untuk libur satu Minggu.
"Tuan kita berangkat!" Ucap Putri mengangetkan bara yang sedang duduk di luar sambil menikmati segelas kopi buatan pelayan tadi.
"A_aa ya,kamu ternyata sudah siap,ayo kita berangkat agar kita bisa mengunjungi banyak panti-panti asuhan,kita harus ingat nenek kita mendata panti asuhan jika memang pemilik panti merawat dengan baik anak-anak disana.Hebat juga nenek tua,memang dari dulu dia begitu jenius tau saja dia melihat mana yang baik dan mana yang tidak,coba kalau orang biasa yang di berikan bantuan itu adalah anak-anak yang kotor,kurus dekil,padahal mereka itu sudah di manfaatkan oleh orang yang memelihara mereka." Ucap bara panjang lebar.Putri hannya bisa mengangguk dia menatap lurus ke depan jalanan,sambil mencerna ucapan bara.
__ADS_1
"Putri,kenapa kamu harus kuliah lagi,apa kamu belum pernah kuliah sebelumnya,kamu jangan tersinggung ya,"Tanya bara dia sengaja bertanya sesuatu yang tidak penting dari pada mereka harus diam satu sama lain
"Belum Tuan,aku akan memanfaatkan kesempatan ini,aku ingin menjadi orang sukses." jawab putri dengan wajah datar.
"Putri tolong jangan panggil aku tuan,panggil saja namaku bara,mungkin kita seumuran atau paling tidak aku lebih tua satu atau dua tahun." Ucap bara,dia merasa sungkan jika putri memanggilnya tuan sementara putri jauh lebih tinggi statusnya di keluarga konglomerat itu dari pada dirinya yang hannya orang lain,dan hannya kebetulan saja Mahesa menyukainya.
Tidak terasa mobil mereka sampai di sebuah panti asuhan bara langsung turun dan memberikan undangan begitu dengan beberapa panti mereka berikan semua undangan,hingga tidak terasa waktu sudah siang dan mereka juga sudah mulai lapar.
"Jadi mas bara sudah lama bekerja di perusahaan tuan Mahesa? Aku heran saja,kenapa tuan Mahesa sepertinya sangat percaya kepadamu,beberapa kali aku melihat tuan Mahesa menyuruh mu dalam mengurusi baik perusahan atau pun pribadinya padahal kan dia punya asisten yang lain." Tanya putri,mereka sejenak istrahat setelah selesai makan dan mereka sambil berbincang.
"Hmm,dulu aku ini asistennya yang paling setia untuk Mahesa bahkan saking setianya aku membantu setiap masalahnya dan menutupi setiap kesalahan tuan Mahesa termasuk pada waktu itu tuan Mahesa yang berpacaran dengan nyonya Dela,akhirnya karena aku begitu setia dan tidak mau kerja sama dengan nyonya elisabet untuk menyingkirkan nyonya Dela akhirnya aku di pecat sebagai asisten,dan karena tuan Mahesa tidak ingin aku bekerja di perusahan lain akhirnya aku bekerja apa pun untuknya dengan gaji dan bonus tetap sebagai asisten sampai hari ini.Seru sih,malah aku lebih suka mengurusi pribadinya dari pada mengurus perusahan yang sangat melelahkan." Ucap bara.Putri hannya bisa diam sekilas dia mengingat bagaimana kejamnya nenek dari suami kakaknya tapi karena dia sudah bertobat putri melupakan semua itu.
"Terkadang hidup menjadi orang kaya ternyata tidak menjamin kita hidup bahagia,sama seperti tuan Mahesa hampir setahun lebih dia menderita dengan kakak Dela,bahkan nenek Elisabet pernah berpura-pura baik pada waktu masa kehamilan Alexa,tapi sekarang berubah tiga ratus delapan puluh derajat saat Tuhan memberikan teguran besar untuknya,Tuhan mengambil sesuatu yang sangat berharga dari tubuhnya walaupun sebenarnya dia menganti nya lagi dari keluargaku." Jawab putri.Bara menatap wajah putri dia merasa bingung dengan ucapan putri barusan.
__ADS_1
"Maksudnya dari keluargamu?" Memangnya nyonya elisabet mengambil apa dari keluargamu,kok aku tidak tau ya." Tanya bara dengan wajah bingung.
"Kamu tidak tau dua Minggu yang lalu ayahku meningal karena kecelakaan dan saat itu Kakak Dela menganjurkan untuk periksa mata dan ternyata cocok dengan nenek,kamu tau itulah kuasa sang pencipta,dari sekian banyak keluarga yang ingin mendonorkan satu pun tidak ada yang cocok,bukan kah itu suatu keajaiban,coba kalau dia tidak mengalami masa sulit itu dulu aku yakin dia tidak akan pernah berubah." Jawab Putri,Bara hanya bisa mengangguk dengan semua yang baru saja di ceritakan oleh putri.
Setelah selesai mengobrol akhirnya mereka memutuskan untuk kembali ke rumah keluarga kaya itu,karena hari masih lumayan sore dan cuaca juga bagus akhirnya bara memutuskan membawa putri ke lapangan yang tidak jauh dari mereka dan mengajarinya disana.
Bara mengajari putri dengan sangat sabar walaupun putri kelihatan sangat ketakutan sepertinya dia pernah jatuh tapi bara dengan sabar terus mengajarinya.
"Untuk hari ini cukup dulu besok kita kembali kesini,kamu cepat di ajari kamu harus semangat mana tau nanti kamu di kasih mobil bagus sama Abang ipar mu." Ucap bara menggoda.
Pada saat mereka sampai di rumah mereka,mereka sudah melihat semua pelayan sibuk membersihkan rumah dan luar rumah.Sementara untuk makanan besok mereka sudah memesan dari restoran mewah,karena mereka ingin menjamu semua tamu dengan makanan mewah.
*** bersambung***
__ADS_1