
Mathew yang baru sampai di rumahnya malam itu , mendapatkan telpon lagi dari papanya.
Mathew yang sudah mengenali nomor yang sama digunakan oleh papanya tadi siang , mulai menghela nafasnya , setelah itu baru dia menyentuh tombol terima panggilan disana.
"Halo pa" , jawab Mathew.
"Papa? Papa yang mana yang menelpon Mathew?" , ucap Leoni istrinya , karena sejak Mathew keluar dari rumahnya , Mathew tidak pernah menyebutkan kata papa.
"Halo nak , apakah kamu sudah menanyakannya kepada Julie?" , tanya papa Gerardo.
"Sudah pa , tapi Julie gak mau bertemu dengan papa" , jawab Mathew.
"Apa kamu gak bisa membujuknya lagi nak? Kalau gak kamu bawa papa untuk bertemu dengannya , biar papa bisa langsung mengatakannya" , ucap papa Gerardo.
"Aku sudah menceritakan kondisi Alberto pa , tapi Julie tetap gak mau pa. Dia sudah gak mau lagi melihat Alberto" , ucap Mathew.
"Tapi ini kan untuk terakhir kalinya nak. Papa tau kalau papa sudah membuat kesalahan yang besar kepadanya dulu. Papa mohon , kamu bawa papa ya supaya bisa bertemu dengan Julie" , ucap papa Gerardo yang tidak pernah memohon sebelumnya.
"Bagaimana ya pa? Julie sudah mau pindah dari kota ini. Aku juga gak bisa mempertemukan Julie dengan papa" , ucap Mathew.
"Hari ini dia masih ada kan di Bali. Kalau gitu kamu bawa papa malam ini ke rumah dia" , ucap papa Gerardo.
"Tapi papa gak akan mengambil anaknya kan?" , tanya Mathew.
"Iya nak , papa gak akan mengambil anaknya. Papa hanya mau memohon kepadanya untuk melihat Alberto di rumah sakit" , ucap papa Gerardo.
"Baiklah pa , sebentar lagi aku jemput papa" , ucap Mathew.
"Iya nak , terima kasih ya" , ucap papa Gerardo.
"Iya pa" , jawab Mathew sambil memutuskan sambungan telponnya.
"Papa siapa yang menelpon , honey?" , tanya Leoni.
"Papa aku honey" , jawab Mathew.
"Bagaimana bisa papa kamu menelpon kamu setelah sekian lama" , ucap Leoni dengan penuh tanda tanya.
"Aku juga kaget ketika tadi siang papa menelpon aku , papa dan mama aku sekarang sedang di Bali dan mereka menginap di hotel K" , jawab Mathew.
"APA!!!" Ucap Leoni sambil membulatkan matanya karena terkejut.
"Papa meminta aku untuk kembali ke Singapura dan menjalankan perusahaannya. Alberto sedang dalam keadaan koma di rumah sakit karena kecelakaan" , ucap Mathew.
"Apa kamu mau kita kembali ke Singapura lagi?" , tanya Leoni.
"Aku masih belum tau , honey" , jawab Mathew.
"Tadi aku sempat mendengar nama Julie" , ucap Leoni.
"Papa mau meminta Julie untuk menemui Alberto di Singapura , papa berharap dengan kehadiran Julie , Alberto bisa bangun dari tidurnya" , ucap Mathew.
"Jadi kamu mau membawa papa untuk bertemu dengan Julie malam ini?" , tanya Leoni.
"Iya honey , setelah aku makan , aku langsung jalan ya" , ucap Mathew.
__ADS_1
"Baiklah honey" , jawab Leoni.
Mathew mengganti baju kerjanya dengan baju kaos biasa dan celana jeans , setelah itu Mathew berjalan keluar menuju ke meja makan.
"Papa , apa kita mau keluar malam ini?" , tanya Maria yang melihat papanya menggunakan baju jalan.
"Gak sayang , setelah ini papa masih ada urusan. Kita perginya besok ya ke acara ulang tahun adek Christian" , ucap Mathew.
"Baiklah pa" , jawab Maria.
Mathew makan malam bersama dengan istri dan anaknya pada malam itu.
Setelah selesai makan , Mathew berdiri dari kursinya dan berjalan menciumi kening Maria dan Lionel.
"Papa pergi dulu ya sayang" , ucap Mathew.
"Iya pa" , jawab Maria dan Lionel.
Leoni mengantarkan Mathew sampai di depan pintu rumah.
"Semoga nanti baik-baik saja ya honey" , ucap Leoni.
"Iya honey , aku juga gak mau papa melakukan hal yang buruk kepada Julie" , ucap Mathew.
Leoni pun menganggukkan kepalanya.
"Aku jalan dulu ya honey" , ucap Mathew sambil mencium bibir istrinya sekilas.
"Iya , hati-hati di jalan ya" , ucap Leoni.
Mathew menganggukkan kepalanya dan masuk ke dalam mobil.
Sampai di hotel K , Mathew berjalan menuju ke kamar papa dan mamanya.
Mathew menekan bel yang ada disana.
"Itu pasti Mathew ma , kita langsung jalan saja" , ucap papa Gerardo.
"Baiklah pa" , jawab mama Isabella sambil mengambil tasnya.
Mama Isabella dan papa Gerardo berjalan bersama menuju ke pintu dan mama Isabella membuka pintunya.
"Kita langsung jalan saja ya nak" , ucap papa Gerardo ketika sudah melihat Mathew yang berdiri di depan pintu.
"Baiklah pa" , jawab Mathew.
Mathew berjalan bersama orang tuanya menuju ke parkiran mobil.
Setelah mereka semua masuk di mobil , Mathew menjalankan mobilnya dengan kecepatan sedang.
"Papa dengar kamu sudah memiliki anak" , ucap papa Gerardo.
"Iya pa , aku sudah memiliki 2 anak" , jawab Mathew.
"Anak kamu laki-laki atau perempuan?" , tanya mama Isabella.
__ADS_1
"Anak aku laki-laki dan perempuan ma" , jawab Mathew.
"Berarti keluarga kita memliki penerus juga akhirnya pa" , ucap mama Isabella sambil tersenyum.
"Bukankah anaknya Alberto ada ma?" , ucap Mathew.
"Anaknya perempuan , mana bisa mengurus perusahaan" , jawab mama Isabella.
"Sekarang gak wajib anak laki-laki yang mengurus perusahaan ma. Bukankah sekarang Alexandria yang menjalankan perusahaan? Alexandria perempuan juga kan" , ucap Mathew.
"Iya , tapi dia cukup kewalahan juga mengurus perusahaan sendirian" , ucap mama Isabella.
"Tapi nanti pasti Alexandria bisa menjalankannya ma" , ucap Mathew.
"Apa kamu benar-benar belum mau kembali ke Singapura nak?" , ucap papa Gerardo.
"Iya pa , aku masih belum bisa kalau harus kembali sekarang ke Singapura. Aku masih memiliki tanggung jawab yang besar dengan perusahaan yang sedang aku jalankan sekarang" , ucap Mathew.
"Baiklah nak , papa juga gak akan memaksa kamu" , ucap papa Gerardo.
Tidak lama , mobil yang dibawa oleh Mathew telah sampai di rumah Julie.
"Apa ini rumah wanita itu?" , tanya mama Isabella.
"Iya ma" , jawab Mathew sambil memarkirkan mobilnya di depan rumah Julie.
Mathew turun dari mobil bersama dengan papa dan mamanya.
Mathew menekan bel yang ada di depan pintu.
Ting....tong.....
"Siapa yang mencari kita malam-malam begini sayang?" , tanya Kevin yang sedang berada di dalam kamar , bermain bersama dengan anaknya di atas kasur.
"Gak tau sayang" , jawab Julie.
Bu Sri yang mendengarkan suara bel berbunyi , berjalan keluar untuk membukakan pintu.
"Apa Julie nya ada?" , tanya Mathew ketika bu Sri sudah membukakan pintu.
"Ada tuan , silahkan masuk" , ucap bu Sri yang sudah mengenali Mathew.
Mathew mengikuti bu Sri menyelusuri taman yang dibuat di depan rumah sampai menuju ke rumah Julie.
Mama Isabella memperhatikan rumah Julie yang sangat luas dan besar itu , pastinya juga kelihatan sangat mewah.
"Kenapa rumah wanita ini bisa sebagus ini?" , ucap mama Isabella.
"Julie dan Kevin itu anak orang kaya di Jakarta ma" , jawab Mathew.
"Berarti dulu kita salah menduga wanita ini pa" , ucap mama Isabella.
"Sudah ma , jangan dipikirkan lagi , yang penting sekarang semoga Julie mau ikut dengan kita ke Singapura untuk melihat Alberto" , ucap papa Gerardo.
Mama Isabella pun hanya menganggukkan kepalanya.
__ADS_1
"Silahkan duduk dulu ya tuan , saya panggilkan nyonya dulu" , ucap bu Sri dengan sopan.
"Baiklah bu" , ucap Mathew sambil duduk di kursi sofa yang ada di ruang tamu rumah Julie.