Hamil Diluar Nikah

Hamil Diluar Nikah
bab 48 ~ Getaran hati ~


__ADS_3

Mahesa memasuki ruangannya dia akhirnya memilih pergi kekantor dari pada ke rumahnya,karna dia begitu muak jika harus bertemu sang nenek yang begitu kejam.Tetapi jantungnya hampir copot saat memasuki ruangannya dia sudah melihat sang nenek duduk di kursinya dan sedang memeriksa semua dokumen yang belum di selesaikan nya semalam.


Mendengar pintu terbuka sang nenek menegakkan kepalanya dan sudah melihat cucunya sudah ada di dalam ruangan itu.Sang nenek langsung berdiri lalu keluar dari kursi lalu,


"Plakkk,mau jadi apa kamu hingga kamu berani membangkang kepadaku,kamu berani meninggalkan acara penting tadi malam." Ucap sang nenek Berang.Mahesa begitu kaget dengan tamparan yang dilayangkan oleh perempuan tua itu.


"Apa kamu baru kenal dengan nenek hingga kamu berani membantah,apa kamu tidak tau aku,jangan sampai aku tau kamu berurusan dengan wanita sampah yang dikatakan Grace tidak segan-segan aku membunuhnya." Ucap sang nenek kembali.Mahesa memang tau betapa kejamnya wanita ini bahkan dia pernah menyuruh seseorang menghabisi kaki tangan perusahaan mereka hannya karna dia berhianat.Bahkan juga kata ibunya sewaktu dia masih remaja sang nenek tega membunuh selingkuhan suaminya.Hal itu yang membuat Mahesa sangat takut jika neneknya tau tentang Dela,apa lagi sampai wanita itu menyelidikinya.


Pada saat mereka sedang terjadi perang dingin,dimana Mahesa hannya diam dengan ancaman sang nenek tiba-tiba seorang pria memasuki kantor diantar oleh security.


"Tuan,nyonya ini pria ini ingin bertemu nyonya."


"Iya silahkan keluar,Mahesa dia Daniel pria ini yang menemanimu kemana pun kamu,dan ingat pria itu bekerja untukku,bukan untukmu dia akan memberitahu semua perjalanan mu diluar sana." Ucap sang nenek dan kali ini Mahesa tidak menerima peraturan yang diberikan oleh wanita tua itu.


"Nenek!!!!! kembalikan asistenku,aku tidak mau hidupku terlalu di kekang olehmu,jika nenek melakukan itu kepadaku lebih baik aku mati saja,sekarang kembalikan asistenku." Ucap Mahesa dengan wajah yang sangat marah.


"Mati...Silahkan apa perlu nenek yang melakukan itu padamu,ya lebih baik kamu mati dari pada aku punya cucu tapi hannya bisa membuatku malu dengan mencintai orang miskin." Ucap sang nenek tampa perasaan.Setelah selesai mengucapkan kata-kata kasarnya wanita itu mengambil tasnya yang ada di meja kerja Mahesa,sebelum dia sampai di pintu dia menoleh ke arah Mahesa

__ADS_1


"Sore ini kamu pergi ke butik yang sudah ku rekomendasikan untuk fitting baju pengantin,semua persiapannya mamamu akan menyelesaikannya." Ucap sang nenek setelah itu dia meninggalkan Daniel dan Mahesa di ruangan itu.


"Keluar!!!"


"Iya tuan,aku keluar kemana?" Tanya sang asisten dia begitu gemetaran melihat tuan barunya.


"Keluar kau dari ruangan ku bajingan,aku tidak ingin melihatmu di ruangan ini." Ucap Mahesa,dia melempar sebuah buku dan langsung mengenai wajah pria itu,Asisten baru itu begitu kaget ternyata tuannya kali ini bukan manusia biasa.


Setelah Daniel keluar Mahesa langsung duduk di kursinya lalu membuka jasnya dan melonggarkan dasinya,hari ini dia benar-benar kecewa dengan semua sikap neneknya yang tidak pernah berubah dari dahulu kala.


"Bagaimana dengan dela jika,aku tidak menemuinya,aku tidak mungkin melepaskan dia,sementara perasaan ku kepadanya semakin dalam,bahkan aku mungkin tidak bisa melanjutkan hidup tanpanya." Suara hati Mahesa dan dia benar-benar sedih hari ini,dia mengambil ponselnya lalu melihat beberapa Poto dela yang sempat dia ambil saat berada di apertemen kemarin.


"Sayang,hari ini aku membawa makan siang mu." Ucap Grace lalu meletakkan tantangnya dia atas meja dan mendekati Mahesa lalu meraih kepala pria itu dan mengecup bibirnya.Wanita itu benar-benar binal,bahkan Mahesa sangat kaget saat diperlakukan dengan sembarangan.


"Dasar sialan kamu,menjauh dariku." Ucap Mahesa lalu menyentuh kasar lengan wanita itu dan mendorongnya kesamping,Mahesa lalu menghapus sisa-sisa ludah Grace yang ada di mulutnya,dia langsung berlari ke kamar mandi dan menggosok gigi nya.


"Alah!!!!belagu kamu mas,nanti aja kamu Uda ketagihan baru minta tiap saat." Ucap Grace,dia semakin berani kepada pria itu karna sang nenek mendukungnya.

__ADS_1


"Ngapain kamu kesini,apa kamu tidak punya pekerjaan,bukankah kamu lulusan luar negri, kenapa kamu tidak mencari pekerjaan saja dari pada menganggu ku setiap saat?" Ucap Mahesa lalu dia kembali duduk di kursinya.


"Aku mencari kerja? untuk apa calon suamiku seorang konglomerat untuk apa aku menghabiskan waktuku bekerja,jika semua kebutuhanku terpenuhi terus apa kata orang calon istri dari seorang Mahesa harus kerja gitu?" Ucap Grace tidak mau kalah.


Mahesa menghela napas kasar,dia kembali duduk di meja nya dan memulai pekerjaannya,walaupun sebenarnya hari ini dia benar-benar tidak punya semangat sedikit pun.


Dia terus membolak-balikkan berkasnya,tapi satupun tidak ada yang masuk di otaknya,entah kenapa bayangan dela terus bermain-main di otaknya,karna begitu tidak konsentrasi dia melempar bolpoin yang dia pegang dengan kasar.


Sementara itu Dela di apertemenya sedang menikmati acara televisi,dia tidak tau melakukan apa pun kecuali menonton.Setelah Mahesa pergi meninggalkannya tadi pagi dia kembali ke rutinitas yang sangat membosankan.


"Sampai kapan aku harus menjadi simpanan bagi Mahesa,jujur aku cukup lelah." Suara hati Dela,walaupun dia sedang melihat ke arah televisi pikirannya selalu kepada pria itu.Apa lagi dia melihat banyaknya perobahan pria itu kepadanya,semakin perhatian,semakin lembut bahkan dia sudah semakin menghargainya,dia datang kepadanya bukan hannya untuk menikmati tubuhnya semata.


"Andai kamu tau,sekarang ini hatiku semakin bergetar jika kamu memperlakukan aku begitu lembut,aku takut jika akhirnya aku tersakiti,aku tidak tau kenapa kamu memperlakukan aku seperti ini,harusnya jika kamu menyukaiku nikahilah aku dan kita bisa memiliki anak yang banyak." Suara hati Dela kembali,bahkan air matanya kembali menetes mengingat perubahan perlakuan Mahesa dulu dan sekarang ini.


Dela benar-benar sangat malas untuk makan,apalagi Mahesa tidak berada bersamanya,dia hannya makan sekali saja dalam sehari beberapa hari ini dia merasa asam lambungnya sering naik,tapi dia tidak berani memberitahu kepada pria itu,Karna dia takut jika pria itu mengira kalau dirinya cari perhatian.


Dan saat ini juga tiba-tiba perutnya sangat sakit, bahkan lebih sakit dari kemarin-kemarin dia memegangi perutnya, lalu berjalan kebelakang mengambil air minum. Biasanya setelah dia minum air putih perutnya akan lumayan enakan.

__ADS_1


****bersambung****


__ADS_2