
Alexandria dan Leonardo yang sudah sampai di apartemen Yui san , menekan bel yang ada di depan pintu.
Ting...tong...
Filli yang sedang mengurus Aniela langsung berjalan membukakan pintu.
"Yui san mana Filli?" , tanya Alexandria.
"Nona Yui san masih di dalam kamarnya nyonya" , jawab Filli ragu-ragu.
"Enak kali ya dia santai-santai di dalam kamar di saat mertuanya meninggal dunia" , ucap Alexandria sambil berjalan masuk menuju ke kamar Yui san.
Filli yang mengetahui ada seorang pria bersama dengan nyonya bos nya , langsung menghentikan Alexandria.
"Jangan ke kamar nyonya Yui san" , ucap Filli.
"Kenapa sih kamu? Saya mau menyuruh dia ikut saya sekarang ke rumah duka untuk menghadiri prosesi pemakaman mertuanya" , ucap Alexandria.
Filli terus menghalangi Alexandria. Melihat Filli yang seperti itu , Alexandria pun menjadi curiga.
"Awas gak kamu" , ucap Alexandria.
"Gak mau nyonya" , ucap Filli yang berdiri di depan pintu kamar Yui san.
Alexandria langsung mendorong tubuh Filli dan membuka pintu kamar Yui san dan berjalan masuk ke dalam.
Begitu Alexandria melihat Yui san dengan pria lain dan baju yang berserakan di lantai , membuat darah Alexandria langsung naik ke atas.
"Yui san" , teriak Alexandria.
Leonardo yang sedang menunggu di dekat ruang tamu langsung terkejut mendengar suara istrinya berteriak. Tapi dia masih menunggu saja disana , sambil menunggu ada apa lagi.
Yui san dan Takeshi yang sedang tidur pulas saat itu pun langsung terbangun begitu mendengarkan teriakan Alexandria.
Mata Yui san langsung terbelalak melihat Alexandria yang berdiri di depan kasurnya dengan wajah yang di penuhi oleh emosi.
"Papa lagi meninggal dunia , kamu asik-asik kan bercinta dengan pria disini. Kamu harus ingat status kamu itu istri dari Alberto" , ucap Alexandria.
"Alberto kan sudah meninggal kak , wajar dong kalau aku mencari pria lain untuk menemani aku" , jawab Yui san dengan santai.
Alexandria langsung merasa kesal.
__ADS_1
"Kamu benar-benar gak tau diri ya. Dulu kamu ditolak dengan Alberto , yang membantu kamu bisa tetap menikah dengan Alberto adalah papa dan mama. Kamu harus ingat itu" , ucap Alexandria dengan nada tinggi.
"Dulu yang awalnya meminta aku menikah dengan Alberto kan papa dan mama. Aku menyukainya juga , ya wajar dong aku menginginkan dia" , jawab Yui san.
"Seharusnya sekarang kamu pergi melihat papa untuk terakhir kalinya , bukan bercinta dengan pria lain. Kalau kamu memang kesepian kan bisa kamu lakukan setelah acara pemakaman selesai" , ucap Alexandria.
"Tapi aku gak mau kak" , ucap Yui san.
Takeshi yang berada disana hanya terdiam saja melihat Yui san dan Alexandria yang sedang berdebat.
Yui san yang tetap tidak mau pergi ke prosesi pemakaman papa mertuanya , membuat Alexandria yang kesal memutuskan untuk pergi dari sana.
Alexandria berjalan keluar dari kamar Yui san dengan wajah yang dipenuhi oleh Amarah.
"Ada apa sayang?" , tanya Leonardo yang masih menunggunya di luar.
"Nanti aku ceritakan ketika kita di mobil" , ucap Alexandria yang berjalan dengan cepat keluar dari apartemen Yui san.
Leonardo yang mengerti bahwa istrinya sedang marah besar pun hanya mengikuti langkah kaki Alexandria dari belakang.
Filli hanya terdiam dan memilih untuk mengasuh Aniela setelah menutup pintu apartemen.
.
.
"Iya , baru kemaren meninggalnya. Tapi aku gak mau pergi melihatnya , karena sejak suami aku meninggal dia sudah bukan mertua aku lagi" , jawab Yui san.
"Kamu benar sayang , sekarang kamu milik aku. Kita akan kembali ke Jepang. Kamu jangan memikirkan tentang keluarga dari suami kamu itu" , ucap Takeshi.
"Iya Takeshi kamu benar. Aku mau mandi dulu untuk menenangkan diri aku" , jawab Yui san.
"Apa kamu gak salah? Harusnya kita bercinta lagi supaya kamu bisa melupakan semuanya" , ucap Takeshi sambil menarik tangan Yui san.
Melihat wajah Takeshi dan dada bidangnya yang membuat Yui san menyukainya , membuat Yui san pun menjadi candu dan menerima ajakan Takeshi.
********
"Jadi , apa yang terjadi di dalam kamar Yui san sayang?" , tanya Leonardo setelah mereka berada di dalam mobil.
"Itu si Yui san sedang bercinta dengan pria di atas kasurnya" , jawab Alexandria yang masih dipenuhi oleh amarah.
__ADS_1
Mata Leonardo langsung membulat karena terkejut.
"Apa kamu gak salah sayang? Bukannya dia gak punya teman disini?" , ucap Leonardo.
"Aku gak tau juga , tapi sepertinya pria itu orang Jepang juga. Aku jadi ingat sayang , Yui san kan hamil ketika dia sedang berada di Jepang saat dia berantem dengan Alberto saat itu. Apa jangan-jangan Aniela bukan anak kandung Alberto? Tapi anak dari pria itu" , ucap Alexandria.
"Kita juga gak bisa memastikan seperti itu juga sayang. Kamu jangan menuduh dulu" , ucap Leonardo.
"Tapi sejak Alberto meninggal dunia dia langsung berubah kan. Pasti dia sudah ada hubungan dengan pria itu" , ucap Alexandria.
"Sudah , kamu jangan memikirkannya lagi. Sekarang kita urus prosesi pemakaman papa dulu" , ucap Leonardo.
"Iya , tapi aku bingung mau bilang apa sama mama" , ucap Alexandria.
"Nanti kamu bilang saja yang sebenarnya. Memang begitu kan keadaannya" , ucap Leonardo.
"Tapi kalau mama langsung emosi mendengar berita ini dan didengar oleh para tamu , keluarga kita juga kan yang jadi tambah malu" , jawab Alexandria.
"Kalau gitu setelah selesai semuanya baru dikasih tau ke mama. Nanti kalau mama tanya bilang saja , Yui san yang gak mau ikut dengan kita untuk pergi ke pemakaman papa" , ucap Leonardo.
Alexandria pun menganggukkan kepalanya.
Setelah beberapa waktu mobil yang dibawa oleh Leonardo telah sampai di depan rumah duka.
Alexandria menghembuskan nafasnya untuk menstabilkan emosinya terlebih dahulu , sebelum dia turun dari mobil.
Setelah Alexandria tenang , dia turun dari mobil bersama dengan suaminya.
Terlihat disana sudah banyak para tamu yang ingin mengantarkan papanya ke tempat peristirahatan yang terakhir.
"Ma...sudah mau jalan ya?" , tanya Alexandria yang melihat petugas sudah mulai bersiap-siap disana.
"Iya nak , Yui san mana?" , tanya mama Isabella.
"Yui san tetap gak mau ikut aku ma" , jawab Alexandria sambil menahan emosinya.
Raut wajah mama Isabella langsung berubah menjadi sedih begitu mendengarkan menantu yang paling disayanginya selama ini tidak mau datang untuk melihat papa mertuanya terakhir kalinya.
Melihat wajah mamanya yang semakin sedih , membuat Alexandria menjadi tambah bingung.
"Sekarang saja mama sudah seperti ini. Aku gak mungkin menceritakan melihat Yui san dengan pria lain di atas kasurnya , tanpa busana lagi" , ucap Alexandria dalam hatinya.
__ADS_1
Petugas mulai membawa peti mati menuju ke mobil ambulance.
Alexandria , mama Isabella , Leonardo dan para tamu masuk kedalam mobil masing-masing mengikuti mobil ambulance sampai ke area pemakaman.