
Kevin dan Julie yang baru pulang ke rumah...
"Kalian dari mana aja? Tadi mama cari-cari gak ada" , ucap mama Farah yang sudah duduk di kursi sofa ruang keluarga sambil membaca majalah fashion kesukaannya.
"Tadi kami ke rumah sakit ma memeriksakan kandungan Julie , terus pergi ke mall untuk makan" , jawab Kevin.
"Ada apa dengan kandungan Julie , gak kenapa-kenapa kan?" , tanya mama Farah.
"Gak kenapa-kenapa ma , Kevin saja yang merasa khawatir dan ingin memeriksakan kandungan aku" , jawab Julie sambil duduk di kursi sofa bersama dengan suami dan anaknya.
"Aku cuma mau pastikan kondisi anak kami baik-baik saja setelah melakukan perjalanan yang panjang ma" , jawab Kevin.
"Baiklah , bu Sri kenapa ikut dengan kalian juga?" , tanya mama Farah.
"Bu Sri gak dibolehkan mengerjakan pekerjaan rumah dengan mba Ida ma. Jadi aku minta bu Sri untuk membantu aku menjaga Christian saja selama disini" , jawab Kevin.
"Kenapa Ida bisa seperti itu? Padahal mama lebih suka masakan bu Sri dari pada masakan dia" , ucap mama Farah.
"Ya sudah ma , mungkin mba Ida takut ada saingannya disini. Kalau bu Sri membantu aku menjaga Christian , aku kan gak perlu mencari babysitter lagi" , jawab Julie.
Gak bisa gitu nak , mama akan bicara sama Ida.
Julie dan Kevin pun hanya bisa diam.
.
.
"Ida" , panggil mama Farah.
"Iya nyonya" , jawab Ida sambil berjalan keluar dari dapur dan menuju ke ruang keluarga.
"Kalau kamu bekerja disini jangan iri seperti itu. Ibu Sri mulai sekarang juga akan bekerja disini , nanti anggota keluarga ini akan ramai , apa kamu bisa mengerjakan semua pekerjaan sendiri" , ucap mama Farah.
"Ya gak semuanya saya sendiri yang mengerjakannya nyonya" , jawab Ida sambil menundukkan wajahnya.
"Kamu kenapa seperti itu? Sudah lama kamu bekerja disini , saya juga gak pernah memecat kamu. Setiap kamu membuat kesalahan , saya juga gak pernah memarahi kamu. Sekarang saya yang menerima bu Sri untuk kerja disini , malah kamu yang masalah" , ucap mama Farah.
"Maaf nyonya , saya gak akan mengulanginya lagi" , ucap Ida yang sudah bertahun-tahun kerja disana.
"Ya sudah , sekarang kamu kembali kerja lagi. Mulai besok bu Sri akan membantu kerjaan kamu di dapur" , ucap mama Farah.
"Baik nyonya" , ucap Ida sambil berjalan pergi menuju ke dapur.
__ADS_1
"Besok bu Sri sudah bisa bekerja seperti biasa ya , Ida gak usah dipikirin" , ucap mama Farah.
"Baik nyonya besar" , jawab bu Sri.
"Aku mau istirahat dulu ya ma" , ucap Kevin.
"Iya nak , Christian kayaknya gak mengantuk. Sini main sama oma" , ucap mama Farah.
"Baik-baik ya nak sama oma , jangan nakal" , ucap Julie kepada anaknya.
"Tenang saja , Christian gak pernah nakal kok" , ucap mama Farah sambil tersenyum dan mengambil Christian dari pangkuan Kevin.
"Iya ma , nanti minta bu Sri bantuin mama ya kalau butuh apa-apa" , ucap Julie.
"Kalian istirahat saja , Christian pasti aman kok bersama mama" , ucap mama Farah sambil tersenyum.
"Iya ma , kalau gitu kami istirahat dulu ya" , ucap Julie.
"Iya nak" , jawab mama Farah.
Julie dan Kevin berjalan bersama ke atas menuju ke kamar mereka. Sampai di dalam kamar , mereka mengganti bajunya dengan baju rumah dan kemudian naik ke atas kasur bersama.
"Kalau seperti ini kita kan bisa istirahat dengan tenang sayang" , ucap Kevin sambil memeluk tubuh istrinya.
"Gak akan sayang , Christian itu anak yang baik. Sudah...kamu jangan banyak berpikir lagi , aku sudah capek banget" , ucap Kevin.
"Iya sayang" , jawab Julie sambil menutup matanya.
********
Di Singapura Yui san sudah mulai uring-uringan karena papa Satoshi akan pulang sore itu.
"Kenapa papa pulang secepat ini? Papa temani aku dulu disini , aku gak mau tinggal sendirian pa" , ucap Yui san.
"Kita kan sudah janji dengan mertua kamu , bahwa kamu disini dulu selama setahun. Kalau kamu gak mau tinggal sendirian di sini , kamu tinggal di rumah mertua kamu saja. Mereka juga kelihatan sangat menyayangi kamu" , ucap papa Satoshi.
"Aku gak mau tinggal bersama dengan mereka pa , pasti mereka nanti akan menyuruh aku untuk memasak ini dan itu" , ucap Yui san.
"Bukankah dulu kamu senang melakukan semuanya?" , ucap papa Satoshi.
"Itu kan karena ada Alberto pa" , jawab Yui san.
"Kamu gak boleh seperti ini nak , biar bagaimana pun mereka itu mertua kamu , sudah menjadi orang tua kamu juga. Kamu jangan gitu ya , nanti setelah setahun lagi kan kamu bisa pulang ke Jepang" , ucap papa Satoshi.
__ADS_1
"Apakah mereka pasti akan mengizinkan aku pulang ke Jepang pa?" , ucap Yui san.
"Pasti nak , mereka gak mungkin membohongi kita. Sudah ya , papa sudah harus kembali ke Jepang , masih banyak pekerjaan yang harus papa kerjakan disana" , ucap papa Satoshi.
Akhirnya Yui san pun hanya bisa diam.
"Papa pergi dulu ya sayang , kamu baik-baik disini" , ucap papa Satoshi sambil berdiri dan mencium kening anaknya , juga mencium wajah Aniela cucu satu-satunya.
"Iya pa. Kiehl juga kayaknya sudah sampai di lobby. Papa langsung ke lobby saja ya" , ucap Yui san yang sudah menghubungi Kiehl untuk mengantarkan papanya ke bandara.
"Iya nak" , jawab papa Satoshi sambil menarik kopernya dan berjalan keluar dari apartemen Yui san.
"Sekarang hanya tinggal kita berdua disini nak" , ucap Yui san kepada anaknya yang sedang di gendongnya.
Tidak lama ponsel Yui san pun berbunyi dan terlihat nama mama Isabella disana.
Yui san pun menyentuh tombol terima panggilan telpon yang ada di layar ponselnya.
"Halo ma" , jawab Yui san.
"Halo nak , kapan kamu mau pindah kesini? Mama sudah minta Ellis untuk membersihkan kamar kamu" , ucap mama Isabella.
"Belum tau ma" , jawab Yui san.
"Kenapa kamu sekarang seperti ini nak? Dulu kamu langsung menyetujui permintaan mama" , ucap mama Isabella.
"Karena dulu kan masih ada Alberto ma , kalau mama bisa membuat Alberto hidup kembali , baru aku mau menuruti perkataan mama" , jawab Yui san.
"Kalau Alberto bisa hidup kembali mama juga sangat menginginkannya nak. Tapi mama hanya manusia biasa , mana bisa mama menghidupkan orang yang sudah meninggal" , ucap mama Isabella yang merasa sedih disana.
"Makanya mama jangan meminta ini dan itu lagi sama aku" , jawab Yui san sambil memutuskan sambungan telponnya.
Mama Isabella langsung terdiam begitu mendengar suara tut....tut....tut..... yang menandakan panggilan telponnya telah terputus.
"Mama kenapa diam ma?" , tanya papa Gerardo yang mendengarkan percakapan istrinya dengan menantu pilihannya di telpon sejak tadi.
"Yui san pa , Yui san sudah sangat berubah sekarang. Dia sudah gak mau menuruti perkataan mama lagi. Memangnya apa salah mama sama dia pa?" , ucap mama Isabella sambil terisak tangis.
"Sudah ma , mungkin dia juga masih sedih karena kehilangan Alberto. Kita biarkan saja dia dulu untuk sementara waktu" , ucap papa Gerardo.
"Iya pa , tapi hati mama merasa sedih di gitukan sama Yui san pa. Mama sudah sangat menyayangi dia seperti putri mama sendiri. Kenapa dia seperti ini sama mama?" , ucap mama Isabella.
Papa Gerardo yang tidak tau mau menjawab apa , memilih untuk diam dan melihat saja istrinya yang menangis disana.
__ADS_1