Hamil Diluar Nikah

Hamil Diluar Nikah
bab 66 ~ Hidup di kampung ~


__ADS_3

Doni begitu kesal melihat mantan bosnya karna lagi-lagi pria itu melakukan sesuatu dengan sesuka hatinya.Baru beberapa Minggu bosnya itu memecatnya secara tidak hormat,hari ini pria itu kembali memintanya masuk kantor.


"Apa aku tidak bisa hidup tenang dibuat manusia satu ini,untung dia sangat baik kalau tidak lebih baik aku mengabaikan dia."Ucap Doni.Karna hari sudah lumayan sore Doni memutuskan untuk masuk kantor mulai besok.Doni iseng-iseng menonton televisi,lalu dia begitu kaget ternyata siaran televisi semua memberitakan kehilangan bosnya.


"berita apa ini,bukan kah bos barusan menghubungiku,apa yang terjadi." Ucap Doni,lalu dia memakai baju dan dia berangkat kekantor memastikan berita yang ada di televisi.


Sesampainya di kantor dia begitu heran ternyata semua kariawan juga sedang membicarakan bosnya,dia tidak menyangka bos nya yang sangat hebat itu bisa melakukan jalan pintas seperti itu.


"Kemana bos perginya pantas dia menghubungiku dengan nomor baru." Ucap Doni dia pergi menemui sekretaris perusahan.


"Santi,apa yang terjadi dengan bos hingga dia melarikan diri,jadi bagaimana dengan semua urusan kantor?" Tanya Doni kepada Santi sekretaris perusahan itu.


"Aku juga nga tau,kemungkinan untuk sementara waktu semua pekerjaan di tangani oleh tuan besar." Ucap Santi,lalu di kembali memeriksa beberapa dokumen sebelum di antar ke ruangan Mahesa.


Grace begitu frustasi saat dia mengetahui suaminya pergi meninggalkannya dengan wanita lain.Dia memang tidak heran jika Mahesa kabur dengan Dela, karna Mahesa begitu mencintai wanita itu.


"Kenapa begitu lama kabar dari orang-orang suruhan ku,apa mereka juga tidak bisa di andalkan?" Sang nenek terus mengeluh di ruang tamu,mereka semua terlihat berkumpul di ruangan itu.Maya Grace dan suaminya hannya diam mendengar keluhan wanita tua itu.


"Ma,apa yang terjadi hingga Mahesa bisa kabur,bahkan dia meninggalkan semua tanggung jawabnya." Tanya Maya ibu yang melahirkan Mahesa.


"Aku juga tidak tau,itu terjadi karna wanita miskin itu sudah menggoda cucuku yang sangat berharga.Mama sudah memblokir semua kartunya,aku yakin dia tidak akan mampu hidup miskin diluar sana." Ucap wanita tua itu dengan senyum sinisnya.Dia begitu percaya diri jika Mahesa akan secepatnya kembali karna tidak tahan hidup miskin.

__ADS_1


******


"Mas....Bangun,ini sudah jam tujuh pagi,aku pergi mencari pekerjaan dulu ya mas,kamu di rumah saja." Ucap Dela dia berdiri di pinggiran ranjang yang begitu sempit Sambil membangunkan suaminya.


"Apa sayang kerja? tidak,kamu tidak bisa bekerja biar aku saja yang mencari pekerjaan." Ucap Mahesa lalu dia turun dari ranjang,malam ini tidurnya benar-benar tersiksa karna dia tidak biasa tidur di ranjang yang keras.Dela sangat tau jika semalaman suaminya terus gelisah,dia benar-benar merasa sangat kasihan kepada suaminya itu.


Setelah minum kopi buatan istrinya Mahesa berangkat mencari-cari pekerjaannya.Sebelum dia mencari pekerjaan dia terlebih dahulu ke beberapa ATM tapi ternyata semua kartu yang dia miliki sudah diblokir.


"Pasti ini ulah nenek." Ucap Mahesa dengan senyum hambar,dia begitu bingung bagaimana dia bisa melanjutkan hidup kedepannya,bahkan seumur hidupnya dia tidak pernah merasakan hidup susah.Dia begitu bingung uang yang dia miliki hannya tinggal lima ratus ribu,itupun karna kemarin dia ada kebutuhan mendadak hingga mengambil uang dari ATM dan hari ini ATM nya sudah di blokir.


Mahesa tidak tau harus memulai dari mana cara mencari pekerjaan,akhirnya karna dia begitu suntuk dia kembali kerumah menemui istrinya.


"Sayang aku belum mendapat pekerjaan,aku tidak tau bagaimana caranya aku bisa mencari pekerjaan." Ucap Mahesa denah lesu.Dela tersenyum melihat wajah lesu suaminya,dia begitu bangga kepada pria itu,karna akhirnya dia menunjukkan rasa cinta nya dengan mengorbankan seluruh hidupnya.


"Sudah lah sayang jangan terlalu dipikirkan besok kita cari lagi " Ucap Dela memberi semangat kepada suaminya itu.Mahesa hannya menghela napasnya,dia sangat takut jika kehidupannya tidak bisa berjalan dengan baik.


Dela begitu mengerti dengan apa yang dipikiran suaminya,diam-diam dia pergi ke pasar tradisional yang ada di kota itu,dia mulai mencari pekerjaan yang sekiranya ada yang cocok untuknya.Setelah mencari hingga hampir sore akhirnya dia mendapat pekerjaan sebagai penjaga toko kosmetik.Dia cukup bahagia setidaknya mereka bisa melanjutkan hidup kedepannya.


"Kamu dari mana sayang,aku menantimu dari tadi aku begitu khawatir jika kamu pergi meninggalkanku lagi." Ucap Mahesa,dia begitu bahagia saat dia melihat Dela kembali kerumah itu.


"Sayang aku baru saja mendapat pekerjaan,mulai besok aku akan bekerja,tenang saja pekerjaannya gampang hannya menjaga toko kosmetik,aku akan menjaga diri dan anak kita." Ucap Dela,dia entah kenapa dia merasa paling bertanggung jawab dengan semua ini.

__ADS_1


"Sayang biarkan aku yang bekerja aku tidak akan membiarkan kamu bekerja." Ucap Mahesa,bagaimana mungkin dia tega membiarkan istrinya yang sedang hamil bekerja lagi.Dela begitu keras kepala dia terus ngotot untuk tetap bekerja akhirnya Mahesa mengalah karna dia tidak ingin melihat istrinya kecewa.


"Tapi kamu harus janji yang sayang,kamu harus jaga diri dan juga anak kita,aku juga akan mencari pekerjaan." Ucap Mahesa.


Sebulan sudah Mahesa dan Dela menjalani hidup yang sederhana,Mahesa sudah beberapa kali jatuh sakit,mungkin karna dia begitu kelelahan bekerja sebagai kuli di sebuah toko,seandainya sang nenek tidak memblokir seluruh ATMnya mungkin untuk membuka perusahan baru pun dia cukup mampu.


Mahesa benar-benar menutupi identitasnya dari siapa pun,dia tidak ingin neneknya mengetahui keberadaanya,bahkan dia selalu memakai masker saat sedang bekerja.


"Sayang jika kamu terlalu capek kamu bisa berhenti bekerja." Ucap Dela,dia mengelus-elus perutnya yang sudah mulai membesar.mereka sedang beristirahat dikamar yang begitu sempit.


"Aku tidak mungkin tidak bekerja sayang,sebentar lagi kita akan butuh uang banyak,aku akan melakukan apa pun untukmu,lebih baik aku kehilangan kemewahan dari pada kehilanganmu sayang." Ucap Mahesa sambil mengelus perut istrinya.


"Tapi lihatlah tubuhmu semakin kurus,dan lihatlah kulitmu semakin hitam,nenekmu akan membunuhku jika sampai mereka menemukan kita,dan melihat kamu bekerja jadi kuli." Ucap Dela.


"Aku tidak peduli,yang penting aku bisa tetap bersamamu."Ucap Mahesa,lalu mereka mulai tidur.


Sementara itu sang nenek semakin marah saat semua orang-orang suruhannya sampai hari ini belum menemukan keberadaan sang cucu.


"Dasar manusia sampah kalian semua,mencarinya saja kalian tidak mampu,apa otak kalian tidak berfungsi sama sekali."


****bersambung****

__ADS_1


__ADS_2