
Pria yang disuruh sang nenek langsung mendatangi wanita itu semenjak ponselnya di ambil oleh Mahesa.Pria itu sangat takut kepada sang nenek karna dia sudah lama bekerja,dia ditugaskan untuk selalu mengawasi cucu orang kaya itu.
"Maafkan aku nyonya,aku tidak melihat tuan Mahesa datang dari belakangku saat aku sedang memeriksa ponselku yang sudah mendapat beberapa Poto nya bersama seorang wanita.
"Jadi benar kalau Mahesa jatuh cinta dengan wanita miskin?" Wajah wanita itu langsung terlihat murka dia sangat menekankan kepada cucunya itu jika dia sangat tidak di ijinkan menikah dengan wanita yang jauh berbeda dengan status sosialnya.
"Aku tidak bisa pastikan dia orang miskin atau orang kaya nyonya karna aku hannya melihat sesaat tapi dari penampilannya sepertinya dia orang kaya." Ucap pria itu.
"Bisa saja Mahesa sudah membiayai kehidupan wanita itu cepat kamu pergi selidiki latar belakang wanita dan secepatnya beritahu kepadaku." Pria itu langsung pergi meninggalkan wanita tua itu.Walaupun dia sudah mendapat uang yang banyak dia tetap menuruti kemauan wanita itu karna itu sudah menjadi pekerjaan utamanya.
Mahesa benar-benar bingung membawa dela kemana karna dia takut jika sang nenek akan terus mencari tau tentangnya.tiba-tiba terlintas dipikirannya untuk membawa Dela ke kantornya di sana ada ruangan yang bisa di tempati dela menunggu dia membeli apertemen baru untuk Dela.Saat Mahesa membawa Dela ke sebuah gedung dan itu bukan gedung hotel.
Mahesa memasukkan mobilnya ke area parkiran security langsung menghampiri Mahesa karna dia sudah sangat paham dengan mobil sang tuannya.
"Selamat malam tuan." Ucap sang security dan menundukkan kepalanya.
"Hm..Kamu bisa pergi tidak usah menungguku kamu bisa lanjutkan pekerjaanmu." Ucap Mahesa lalu security langsung pergi dari hadapannya.
"Dia pria yang cukup dihormati dimana-mana tetapi aku tidak tau pria ini bisa berbuat seenaknya kepadaku,bahkan melecehkan aku sesuka hatinya,harusnya aku bisa memasukkan nya ke penjara,tapi apalah dayaku orang tak punya ini tidak mungkin polisi mau mengurusi orang sepertiku apalagi yang mereka hadapi orang hebat.Terus ini kemana lagi tidak mungkin dia meninggalkan aku di tempat ini nantikan " Suara hati Dela.
__ADS_1
"Ayo turun kenapa kamu bingung di dalam." Tanya Mahesa saat dia membuka pintu mobil dela Pelan-pelan turun dari mobil dan mengikuti langkah Mahesa yang sudah pergi meninggalkannya.
"Apa kamu akan membiarkan aku tinggal di tempat ini?" Tanya dela saat memasuki kantor yang begitu gelap,dia benar-benar tidak yakin jika dia berani tinggal di gedung sebesar ini tampa ditemani siapa pun.Mahesa langsung menghentikan langkahnya saat akan memasuki lift dia tersenyum lebar saat mendengar pertanyaan dari wanita itu.Hal seperti ini yang dia tunggu-tunggu saat wanita itu membutuhkannya.
"Apa kamu takut disini sayang,aku akan menemanimu jika kamu takut." Ucap Mahesa lalu mendorong tubuh Dela ke dinding lift lalu mencium bibir kenyal wanita itu.Bibir itu sudah seperti candu baginya.Dia sudah sangat merindukan tubuh itu karna sudah beberapa hari ini dia tidak menyentuh wanita yang sangat dia candu.Saat pintu lift terbuka Mahesa ingin mengendong tubuh dela tapi wanita itu langsung menghindar dia merasa malu diperlakukan seperti itu.Dela semakin lama semakin pasrah dengan semua perbuatan Mahesa kepadanya bukan tidak sadar dengan konsekuensinya tapi dia tidak tau bagaimana caranya lari dari jeratan pria itu karna dia sudah melihat bagaimana marahnya pria itu jika dia bertingkah sedikit saja.
Mahesa lalu menarik tangan Dela lalu membawanya ke ruangannya dan menghidupkan lampu ruangan itu.Karna sudah lama menahan hasratnya Mahesa langsung menarik tubuh mungil dela ke pelukannya lalu mencium bibirnya dengan rakus rasanya dia begitu menyukai warna alami bibir dela.Bahkan dela sampai merasa susah bernapas.lalu dia mendorong wajah Mahesa yang terus menempel di bibirnya.Setelah Mahesa melepaskan ciumannya dia langsung menarik napas dengan dalam.
"Sayang kamu begitu membuatku gila,aku begitu menginginkan segala yang ada di tubuhmu ini." Ucap Mahesa lalu dia kembali menelusuri leher dela dia tidak melepaskan sedikitpun dekapannya dari wanita itu,dia seakan dia takut kehilangan wanita itu.Dela merasa kesakitan di area bibirnya lalu dia menyentuh bibirnya dan dia merasa bibirnya sedikit bengkak.
Tiga jam Mahesa menikmati tubuh wanita itu bahkan dela benar-benar sudah tidak tahan dia sudah hampir pingsan karna kesakitan dan kelelahan.
"Sebentar lagi sayang aku akan menyudahinya " ucap Mahesa.Dela benar-benar kelelahan,setelah Mahesa turun dari atas tubuhnya untuk berdiri melamar mandi saja dia sudah tidak mampu.
"Terima kasih sayang." Ucap Mahesa lalu mencium kening dela dan keluar dari kamarnya.
"Jangan tinggalkan aku disini sendirian "Ucap Dela dia berbicara setengah tidur Mahesa menoleh ke arahnya dela lalu melempar senyuman.
"Iya sayang kamu tidur dengan nyenyak aku akan menemanimu disini." Ucap Mahesa lalu membuka pintu dan keluar lalu duduk di sopa dan mengambil ponselnya.Dia begitu kaget melihat banyaknya panggilan yang dilakukan neneknya.
__ADS_1
"Ada apa lagi ini nenek sampai menghubungiku sebanyak ini." Ucap Mahesa dia enggan menghubungi balik karna dia sudah yakin wanita itu akan menyuruhnya pulang malam ini.
Mahesa mencari nomor Doni lalu menghubunginya tidak menunggu lama asisten setianya itu langsung mengangkatnya.
📞 Ada apa bos ini sudah malam?
📞Kamu dimana?
📞 Aku sedang diluar tuan
📞 Baguslah aku menghubungimu supaya besok kamu harus cepat datang ke kantor dan bawakan padaku baju-baju seperti ukuran biasa.
Mahesa lalu mematikan ponselnya.Doni selalu kesal jika diperlakukan seperti itu oleh bosnya tapi apa boleh buat dia hannya bawahan.Dan dia merasa aneh karna kali ini bosnya menyuruhnya membawa pakaian wanita itu ke kantornya.
"Apa wanita itu sekarang tinggal dikantornya dasar bos aneh." Suara hati Doni sambil menggelengkan kepala lalu pergi bergabung dengan wanita-wanita malam sewaannya.
Mahesa mengabaikan panggilan sang nenek karna dia sudah bisa memastikan kalau pria tadi siang sudah menemuinya dan melaporkan semuanya.
Mahesa memasuki kamar dan melihat Dela tertidur dengan sangat pulas lalu dia mendekati Dela dan menaiki ranjang lalu tidur bersamanya. Dia memeluk tubuh dela.Entah kenapa dia begitu nyaman jika bersama wanita itu.
__ADS_1
Keesokan harinya Mahesa begitu kaget saat dia mendengar ponselnya terus bergetar dia lalu melepaskan pelukannya dari tubuh dela lalu melihat ponselnya.
***bersambung***