
Dela benar-benar bahagia karna akhirnya suaminya menginginkan mereka tinggal dirumah sendiri,rasa hari ini dia bisa menggambarkan kebahagiannya dengan kata-kata.Saat ini Dela sangat berharap keluarganya tidak mengusik kehidupan mereka lagi,dan dia bisa merawat anaknya tampa bantuan keluarga yang kadang hannya tau protes.
"Sayang sekali lagi terima kasih,hari ini aku sangat bahagia,akhirnya kita akan pisah dari nenek dan juga mama,maafkan aku sayang karna sudah membuatmu menjadi anak durhaka."Ucap dela,dia memeluk tubuh suaminya dengan sangat erat sebagai ungkapan terima kasihnya.
"Sama-sama sayang,doakan semoga saja nenek tidak melakukan sesuatu yang membuat kita harus mengalah kepadanya,dulu juga kita sudah pindah tapi karna nenekku kita harus kembali kerumah itu lagi."Ucap mahesa.
"Selamat pagi...."Dokter yang menangani Dela dan juga anaknya memasuki ruangan Dela,mereka sedikit kaget melihat kedatangan dokter dan beberapa perawat.
"Bagaimana nona Dela,apa perasaan mu sudah baik-baik saja,pasti hari ini kamu senang Karna akhirnya kamu bisa meninggalkan rumah sakit ini."Ucap dokter,dia tersenyum ramah kepada Mahesa dan juga istrinya.
"Dokter kami sudah bisa membawa anak kami pulang kan."Tanya Dela dengan wajah cemas,karna dia tidak ingin keluar dari rumah sakit itu tampa membawa anaknya pulang.
__ADS_1
"Sudah nona,melihat perkembangan bayi anda dan juga kenaikan berat badannya hari ini kalian sudah bisa pulang dan membawa bayinya juga,jangan lupa sekali seminggu rutin cek kerumah sakit ini."Jawab dokter ramah.Dela terlihat sangat bahagia begitu juga dengan Mahesa,walaupun selama ini mereka terlihat sangat terpuruk hari ini kebahagian menghampiri kedua pasangan itu.
"Dokter cicit ku dan ibunya sudah bisa kembali hari ini kan?" Tiba-tiba sudah lantang terdengar dari pintu,Mahesa dan semua orang yang ada di ruangan itu langsung menoleh ke arah suara,
"Nenek....." Mahesa sangat kaget dengan kedatangan neneknya kerumah sakit,dia merasa bingung siapa yang memberitahu jika mereka akan kembali hari ini.
"Maaf nyonya,sepertinya cucu perempuan Anda belum bisa kembali hari ini,karna kesehatannya sedikit menurun."Jawab dokter.Dela dan Mahesa menatap dokter bingung,dan mereka berdua saling menatap.
"Nyonya tolong jaga bicara anda,sekaya apa pun anda dan sehebat apa anda jangan perlakukan orang lain seperti anda memperlakukan anjing penjaga rumah mu."Jawab dokter dengan wajah kesal,lalu dia keluar dari ruangan itu tampa ucapan apa pun membuat Mahesa semakin bingung.
Mahesa menatap sinis ke arah neneknya,rasanya ingin sekali dia suntik mati neneknya karna taunya hannya membuat masalah dalam hidupnya.
__ADS_1
"Apa arti tatapan mu itu,untuk apa kamu menatap nenek sinis begitu,aku datang kesini untuk menjemputmu dan juga calon cicit nenek,apa itu salah,Karin..,masuk nak."Ucap nenek,dia semakin menunjukkan sikap tidak suka kepada Dela.Karin masuk ke ruangan dengan santai dan sikapnya itu berhasil membuat Mahesa semakin jijik kepada wanita masa lalunya itu.
"Nenek keluar dari ruangan ini,Dela ingin istrahat,satu lagi nenek tidak perlu capek-capek datang kerumah sakit ini untuk menjemput kami." Ucap Mahesa sinis.
"Diam kamu,cicit nenek juga penerus keluarga ini jadi nenek perlu mengurusnya,urus saja istri miskin mu itu,kamu memang anak yang sangat susah di atur."Jawab Nenek
"KELUAR....." Mahesa menjerit kencang kepada neneknya saat dia menghina Dela,dan saat itu seketika sang nenek kaget mendengar bentakan cucunya,dia sedikit takut akhirnya dia menarik tangan Karin lalu keluar meninggalkan ruangan itu dengan wajah sangat kesal.
"Sialan itu dokter...kenapa dia tidak bisa di ajak kerja sama."Wanita tua itu tampak mengeluh,sepertinya dia sedikit malu kepada Karin karna cucu kesayangan yang selalu dibanggakannya berhasil membuatnya kehilangan muka di hadapan Karin.
**** bersambung***
__ADS_1