
Putri keluar dari dalam mobil,dia bergabung dengan para pelayan untuk mempersiapkan semua keperluan untuk syukuran besok.Begitu juga dengan bara,dia membuka baju jas yang dia kenakan lalu membantu semua pelayan yang ada di rumah itu.Ini pertama kalinya dia bebas di rumah itu saat nyonya Elisabet ada di sana.
****
Keesokan harinya semua para undangan mulai berdatangan,mereka tidak mengundang tetangga-tetangga di sana karena ini khusus untuk fakir miskin semetara tetangga mereka rata-rata keluarga elit.Setelah menunggu beberapa jam akhirnya semua berdatangan,mereka mulai menikmati hidangan yang sudah di siapkan sebelumnya,nenek Elisabet tampak begitu bahagia melihat wajah anak-anak yang penuh kebahagian,belum pernah seumur hidupnya dia merasakan kebahagian ini,tampa sadar dia menitikkan air mata terharu,
"Ternyata ini kebahagian ku yang sesungguhnya,pikiranku yang begitu tenang dan hatiku begitu damai melihat wajah anak-anak ini,ternyata selama ini hidupku dipenuhi oleh pikiran kotor,angkuh dan kesombongan hingga aku tidak pernah merasakan kebahagian." Batin Elisabet.Dela datang menghampiri sang nenek,sepanjang acara dia melihat nenek Elisabet yang duduk di kursi,terlihat kebahagian di wajah wanita itu,Dela menyadari jika neneknya benar-benar bahagia.
"Nenek,apa nenek membutuhkan sesuatu? aku akan mengambilnya untukmu," Ucap Dela,nenek hannya mengangguk akhirnya Dela mengambil buah potong lalu menyuapi wanita itu.
"Apa nenek merasa bahagia hari ini,aku melihat wajah nenek yang berseri-seri itu artinya nenek sangat bahagia." Ucap Dela,dia meletakkan buah potongnya lalu memijat punggung neneknya.
"Hmm,nenek sangat bahagia,sangat bahagia sekali,Dela sekali lagi aku aku mengatakan terima kasih untuk pengalaman hidup yang sudah kamu berikan untukku,ternyata hidup ini bukan hannya tentang sebuah tahta dan kekayaan, ada sesuatu yang ku lupakan selama ini,aku lupa kalau ternyata harta dan kekuasaan tidak bisa memberikan aku kebahagian batin seperti sekarang ini.Aku bangga kepadamu,karena kamu sudah memberikan pelajaran hidup kepadaku." jawab sang nenek,dia memegang tangan Dela yang sedang memijat punggungnya.
"Pergilah gabung bersama mereka bantu Mahesa membagikan sembako dan juga amplop yang sudah disiapkan,dan bawa bayi Alexa untukku,karena aku ingin menggendongnya." Ucap sang nenek,Dela berjalan mendekati baby sitter lalu mengambil Alexa dari tangannya dan memberikannya kepada sang nenek.
Setelah semua para fakir miskin,anak-anak jalanan dan juga anak-anak panti selesai menikmati hidangan yang sangat lezat,mereka semua berbaris untuk menerima amplop dari Mahesa dan juga Dela,mereka keluar satu-satu setelah mereka menyalami nenek Elisabet.
Hingga terakhir seorang anak umur empat tahun,datang berjalan mendekati mereka,dia belum bisa bicara dia hannya berbaris di antrian mereka semua.Mahesa dan istrinya saling menatap penampilannya menyedihkan dan bajunya begitu kotor dan lusuh Dela begitu Iba melihat penampilan anak itu,dia tidak tau siapa yang membawa anak itu kesini.
__ADS_1
Dela berjongkok di hadapan anak itu lalu dia mengajaknya bicara dan ajaibnya anak itu sudah sangat pintar berbicara.
"Anak manis siapa namamu,dan kamu datang bersama siapa ke tempat ini?" tanya Dela,anak itu kembali menatapnya,semua orang sudah keluar dan memang benar anak itu datang sendirian.
"Aku datang sendirian tante,aku sudah tidak punya orang tua,mereka membuang ku,aku tidak tau aku salah apa." Jawab anak itu dengan bijak membuat Dela begitu tertarik dengannya.
"Kamu selama ini tinggal dimana? dan nama kamu siapa?"
"Nama aku Rehan tante,dan aku tinggal di pinggir-pinggir jalan dulu aku di panti asuhan,tetapi mereka menyiksaku akhirnya aku kabur dari sana." Jawab Rehan dengan penuh semangat.
Dela menatap Mahesa yang sudah istrahat tidak jauh dari mereka,dia merasa cukup kelelahan karena berdiri sepanjang acara walaupun hannya memberikan mereka makan baginya ini pekerjaan yang cukup melelahkan,bukan seperti di kantor walau sebanyak apa pun berkas yang harus di selesaikan dia tidak pernah merasa lelah karena otaknya akan bekerja dengan sangat baik.
Mahesa tampak diam,dia bingung dia belum tau asal-usul anak itu dia takut suatu saat ada yang mencarinya dan memanfaatkan mereka dengan mengatakan kalau mereka mencurinya,
"Sayang bukannya aku menolak tapi aku takut suatu saat keluarganya datang mencarinya,terus kita di tuduh mencurinya,kamu tau jaman sekarang kan orang-orang sudah pintar,memanfaatkan keadaan."Jawab Mahesa,Dela memikirkan ucapan suaminya yang ada benarnya juga dan saat itu nenek Elisabet datang menghampiri mereka.
"Sudah..Kalau kamu tertarik dengan anak itu dan kamu merasa kasihan dengannya,kamu bisa membuat surat keterangan dari polisi setelah itu,kalian bisa membesarkannya,dengan baik." jawab nenek,membuat seketika wajah Dela bahagia.
"Tante,aku pulang saja kalau Tante tidak memberikan aku amplop disini sudah tidak ada anak-anak jalanan sepertiku." Ucap Rehan,dia mulai melangkahkan kakinya meninggalkan rumah itu.Dela berlari mengejarnya,
__ADS_1
"Rehan....Rehan tunggu," Dela berlari mengejar Rehan, yang sudah berlari meninggalkan rumah itu.
"Tunggu,kenapa kamu langsung pulang,tante mau ngomong sama kamu,kamu mau nga tinggal bersama tante dan suami tante?
"Maksud Tante?"
"Iya,maksud tante kamu tinggal bersama kami untuk selamanya,kamu akan kami sekolahkan sampai pintar sampai bisa menjadi orang hebat." Ucap Dela,Rehan tampak berfikir lalu dia mengangguk setuju kepada Dela.Dela langsung memeluk anak Rehan,setelah itu dia mengajak suaminya belanja untuk membeli baju dan semua kebutuhan Rehan.
****
Sementara itu bara sedang sibuk mengajari putri belajar mengemudi mobil,Mahesa sengaja menyuruh bara untuk mengajari putri agar mereka lebih dekat karena mahesa punya tujuan untuk mereka berdua.
"Mas,kenapa harus bara,yang mengajari putri,bukankah pelatih lebih cepat mengajarinya?" Tanya Dela saat mereka sedang di mobil menuju Transmart yang tidak jauh dari rumah mereka.
"Justru itu,aku punya tujuan supaya putri dan bara saling mengenali,aku berharap bara jatuh cinta kepada putri karena bara adakah pria yang sangat baik,dan aku sudah kenal dengan kedua orang tua dan adiknya.Aku ingin putri di lamar oleh pria baik-baik." Jawab Mahesa.Dela hannya tersenyum bangga kepada Mahesa karena biar pun terlihat acuh ternyata suaminya begitu peduli dengan keluarganya.
"Kenapa tidak kita nikahkan saja?"
**** bersambung****
__ADS_1