Hamil Diluar Nikah

Hamil Diluar Nikah
bab 80 ~ Mertua ~


__ADS_3

Mahesa memang sangat gugup untuk bertemu dengan papa mertuanya biar bagaimana pun orang itu adalah seseorang yang harus dia hormati,apalagi pria itu tidak banyak tingkah dia terlihat sangat baik dan juga pengertian.


"Tumben papa,datang kekantor kok tidak memberi kabar dulu pa?"Tanya Mahesa dia berusaha untuk tidak terlihat gugup di hadapan mertuanya.


"Nga papa nak,aku cuma kangen saja semenjak menikah kamu dan Grace tidak pernah mengunjungi kami,sekalinya Grace datang kamu malah tidak ada."Ucap Bima


"Silahkan tuan."Ucap seorang OB yang datang memberikan dua gelas kopi.Mahesa sangat berat hati untuk memberitahu kebenaran hubungannya dengan Grace tapi dia tidak mungkin menyakiti orang tua sebaik itu.


"Maafkan aku pa,tapi aku tidak tau harus memulainya dari mana mungkin aku akan sangat mengecewakan papa."Ucap Mahesa,Bima menatap Mahesa dengan tatapan lembut.


"Katakan lah,apa kalian berantem,maafkan Grace nak,papa terlalu memanjakannya dari kecil makanya walaupun umurnya sudah dewasa tetapi pemikirannya terkadang seperti anak-anak,maafkan papa yang tidak bisa mendidiknya tidak baik."Mahesa semakin merasa bersalah,dia semakin tidak tega untuk menyakiti pria itu.Mahesa menghela napas panjang dia sangat tidak tau harus mengatakan apa kepada keluarga itu.


"Terus tujuan papa ke kantorku ada apa?"Tanya Mahesa,dia mengurungkan niatnya untuk jujur tentang hubungannya dengan Grace,dia ingin meminta pendapat dari nenek dan juga istrinya.Dia tidak tega menyakiti keluarga sebaik itu.


"Nga papa,aku cuma ingin menanyakan hubunganmu dengan Grace tapi sepertinya semuanya baik-baik,papa harap kamu datang kerumah dan jemput Grace,nga baik dilihat orang wanita yang sudah menikah kembali kerumah orang tuanya tampa di dampingi oleh suaminya."Ucap Bima lalu mengambil kunci dan meninggalkan kantor menantunya.


Mahesa menghela napas panjang tiba-tiba saja mood untuk melanjutkan pekerjaannya hilang akhirnya dia memutuskan untuk pulang lalu membawa istrinya ke rumah sakit untuk memeriksa kehamilannya.


Sementara itu sang nenek tua selalu saja bertingkah aneh kepada Dela,wanita tua itu membuat Dela sedikit kesal karna dia selalu mengganggunya di kamar.


"Nenek,aku sudah minum vitaminnya tadi masak sekarang harus minum lagi."Ucap Dela kesal,lagi-lagi nenek suaminya memaksa minum vitamin yang dibelinya dari luar negri.Dia percaya kepada sang nenek karna suaminya sudah memeriksa komposisi dari vitamin itu.Dan dipastikan vitamin itu sangat bagus untuk membantu perkembangan otak sang janin.

__ADS_1


"Cepat minum,apa kamu ingin bayi itu lahir dan otaknya tidak pintar seperti cucuku,cepaaaatt."Ucap sang nenek membuat Dela takut,akhirnya gua menghabiskan satu gelas vitamin pemberian nenek suaminya.


Mahesa yang baru saja sampai di pintu langsung mendengar teriakan sang nenek dia begitu panik langsung berlari memasuki kamar istrinya dia takut jika neneknya kembali menyakiti istrinya.


"Ada apa ini?" Tanya Mahesa lalu duduk di pinggiran ranjang dan melihat wajah Dela yang sangat merah.


"Jangan berlebihan aku tidak membunuh istrimu,aku hannya menyuruhnya minum vitamin agar dia melahirkan bayi yang sehat."Ucap sang nenek membuat Mahesa merasa lega.Bahkan dia bersyukur dengan perubahan sang nenek.


"Makasih nenek karna sudah menerima Dela di rumah ini,aku akan semakin sayang kepada nenek jika nenek bisa mencintai dela seperti mencintaiku."Ucap Mahesa lalu memeluk hangat neneknya.


"Menjauh dariku anak manja,kemarin-kemarin saja kamu terus marah kepada nenek,sekarang kamu malah membuat sikap manja mu itu di hadapan nenek."Ucap wanita itu membuat Mahesa semakin memeluknya.Sang nenek terlihat sangat bahagia,dia menyesal karna sudah melarang hubungan mereka dari dulu ternyata Dela adalah kebahagiannya.


"Ikut lah,aku ingin melihat apa cicit nenek baik-baik saja di dalam sana "Ucap sang nenek,Dela sangat bahagia akhirnya dia diterima dengan baik oleh orang tua itu,walaupun dia tidak tau mertuanya sudah menerimanya atau tidak.


Setelah mereka bersiap-siap akhirnya mereka berangkat menuju rumah sakit,


"Nenek,pikiranku lagi frustasi papa mertuaku tadi menemui ku di kantor,aku harus bagaimana nek?" Tanya Mahesa,dari dulu Mahesa memang lebih dekat kepada neneknya,wanita itu akan memberikan apa pun keinginannya dan cenderung wanita itu memanjakannya,makanya dia sangat terluka saat neneknya tidak menerima kehadiran Dela di kehidupan mereka.


"Berikan saham mu yang ada mall pusat kota anggap itu sebagai konbensasi untuk wanita itu,lagian tanah itu juga milik mereka kamu tidak berhak atas bangunan itu."Ucap sang nenek,Mahesa memikirkannya sekilas lalu dia menghela napas.


"Huff....baiklah nek,aku akan segera menceraikan Grace,karna aku tidak ingin punya istri dua,itu sangat menjijikkan bagiku."Ucap Mahesa.Tidak terasa akhirnya mereka sampai di sebuah rumah sakit mewah.

__ADS_1


Pada saat memasuki ruangan dokter spesialis kandungan tampak begitu banyak antrian,membuat nenek kesal lalu dia memasuki ruangan dokter.


"Nyonya,ada apa nyonya berkunjung ke tempat seperti ini,aku merasa terhormat di kunjungi orang hebat seperti nyonya."Ucap sang dokter lalu menyelesaikan pasien yang ada di ruangannya dan memanggil dela dan Mahesa.


"Kekuatan uang dan kekuasan memang sangatlah berlaku di negara ini,lihatlah bukankah mereka baru datang tapi mereka sudah bisa masuk sementara kita sudah mengantri dari tadi pagi disini."Ucap seorang wanita dia terlihat sangat kesal saat melihat keluarga kaya itu masuk lebih dahulu.


Dela di bawa masuk keruangan sang dokter lalu dia disuruh tidur di atas ranjang rumah sakit,lalu sang dokter mulai menaikkan pakaian Dela ke atas hingga Dela merasa sangat malu.


"Nyonya,bajunya harus di naikkan kita akan memeriksanya dengan memakai ini."Ucap sang dokter lalu mulai mengoleskan jelli Ke perut dela dan memasang alat untuk memeriksa.Dela melihat dengan saksama dia begitu bahagia saat gambar yang belum jelas terlihat di layar komputer.


"Apa jenis kelamin cicit ku,apa dia sehat?" Tanya nenek dengan tidak sangat membuat sang dokter tersenyum kepadanya.


"Nyonya ingin cicit seperti apa?" Tanya dokter balik bertanya


"Aku akan menerima apa pun jenis kelaminnya,yang terpenting itu dia sehat dan tidak kekurangan apa pun."Jawab sang nenek membuat Dela merasa lega.


"Kalau tidak salah jenis kelaminnya wanita nyonya dan dia wanita yang cukup cantik nantinya,semoga nyonya bahagia."Ucap dokter,baik nenek atau Mahesa mereka terlihat sangat bahagia bahkan Mahesa langsung memeluk sang nenek.


"Terima kasih nenek karna sudah menerimanya dengan baik."Ucap Mahesa,lalu dia melepaskan pelukannya dari sang nenek dan membantu Dela untuk turun dari ranjang.


****bersambung****

__ADS_1


__ADS_2