
Keesokkan harinya setelah jam kerjanya selesai, Satria akan menjemput Kinara yang baru saja menyelesaikan mata kuliahnya pada sore itu. Satria pun segera menaiki motornya agar tidak terlambat menjemput Kinara.
" Langsung pulang lo? " tanya Sandi saat mereka sama-sama berada di parkiran.
" Enggak, gue mau jemput Ara dulu di kampus " jawab Satria.
" Ya udah, gue duluan ya " pamit Sandi.
" Oke " jawab Satria menunjukkan ibu jarinya.
Setelah itu Sandi pun melajukan motornya meninggalkan Satria. Satria segera memakai jaketnya. Ia sengaja memakai jaket agar seragam polisinya tidak terlalu kentara saat menjemput Kinara di kampus.
Satria segera melajukan motornya setelah selesai memakai jaket dan helmnya. Sebelum pergi, ia juga sudah mengirimkan pesan pada Kinara jika ia sedang dalam perjalanan untuk menjemputnya.
***
Sementara itu di kampus, Kinara sedang menunggu Satria di depan kampus. Ia sengaja tidak membawa motor karena Satria akan menjemputnya. Saat berangkat tadi ia bersama Elsa dan sekarang Elsa sudah ia suruh pulang terlebih dahulu.
Saat sedang menunggu tiba-tiba saja ada sebuah mobil yang berhenti di depannya. Kinara sangat mengenali mobil itu yang merupakan mobil milik Riko.
" Kenapa Kak Riko berhenti di sini sih? Kalau nanti tiba-tiba Mas Satria datang dan liat gimana coba? " ucap Kinara dalam hati.
Kinara tidak ingin terjadi salah paham dan membuat hubungannya dan Satria menjadi bermasalah.
Terlihat Riko turun dari mobilnya dan menghampiri Kinara.
" Kenapa belum pulang, Ra? " tanya Riko setelah berada di dekat Kinara.
"Masih nunggu jemputan, Kak " jawab Kinara bersikap seperti biasa.
" Oh, daripada lama nunggu jemputan, mau aku anter pulang aja gak? " tawar Riko pada Kinara.
" Enggak usah Kak. Sebentar lagi juga Mas Satria datang " tolak Kinara dengan menyebut nama Satria agar Riko tidak memaksanya untuk pulang bersama.
Riko pun terdiam saat mendengar nama Satria, laki-laki yang membuatnya tidak memiliki kesempatan lagi untuk memiliki Kinara.
" Kalau gitu aku duluan ya " pamit Riko. tersenyum walaupun hatinya sakit.
__ADS_1
" Iya Kak " jawab Kinara tetap berusaha tersenyum untuk menghormati Riko sebagai kakak tingkatnya di kampus.
Riko masuk ke dalam mobilnya lalu menjalankannya meninggalkan Kinara seorang diri di depan kampus.
Beberapa menit setelah Riko pergi, Satria sampai dengan menggunakan motornya. Kinara bersyukur karena Satria sampai setelah Riko pergi sehingga tidak terjadi salah paham yang ia takutkan. Bagaimana pun Riko adalah laki-laki yang menaruh perasaan kepadanya dan mencoba menjaga perasaan Satria.
" Untung aja Kak Riko udah pergi " ucap Kinara dalam hati merasa lega.
Satria membuka helmnya di kepalanya dan Kinara pun langsung menghampiri Satria yang masih berada di atas motor.
" Assalamualaikum " ucap Satria tersenyum.
" Walaikumsalam " jawab Kinara dengan senyum manisnya.
" Maaf ya, kamu pasti udah lama nunggu " ucap Satria merasa bersalah karena membuat Kinara lama menunggunya.
" Enggak juga kok. Aku juga baru keluar dari kelas " jawab Kinara tidak ingin membuat Satria merasa bersalah.
Satria mengambil helm yang ia bawa untuk Kinara dan memakaikannya di kepalanya Kinara.
" Mau jalan-jalan dulu? " tawar Satria saat Kinara sudah duduk di belakangnya.
Satria melajukan motornya meninggalkan area kampus itu. Ia akan membawa Kinara untuk berkeliling sebagian kecil kota Jakarta sebentar sebelum mengantarnya pulang ke rumah. Jujur saja ia merasa rindu dengan Kinara setelah beberapa hari ini tidak bertemu karena kesibukan masing-masing.
Satria dan Kinara benar-benar menghabiskan waktu sore itu dengan berkeliling dengan motor dan mengobrol sepanjang perjalanan. Mereka juga sempat berhenti sebentar untuk membeli gulali kapas yang Kinara inginkan.
" Kita pulang ya sekarang, sudah sore " ucap Satria setelah puas berkeliling.
" Iya Mas " jawab Kinara.
Satria pun menjalankan motornya arah pulang, tapi di tengah perjalanan pulang ada hal tidak terduga yang terjadi. Tiba-tiba saja motor Satria berhenti dan sepertinya motor itu mogok.
" Kenapa, Mas? " tanya Kinara turun dari motor.
" Kayaknya ini motornya mogok deh sayang. Soalnya bensinnya masih banyak tapi gak mau jalan " jawab Satria.
Satria merasa bingung apalagi saat ini mereka berada di tempat yang sepi dan cukup jauh dari bengkel. Satria sengaja memilih melewati jalan itu agar cepat sampai tapi ia tidak menduga jika motornya akan mogok di tengah jalan. Satria menyesal tidak mengikuti saran ayahnya untuk memeriksa motor itu sebelum digunakan lagi setelah beberapa bulan tidak digunakan.
__ADS_1
" Kamu mending pesen ojek online aja biar cepet sampai rumah " ucap Satria pada Kinara.
" Terus kamu gimana? " tanya Kinara karena ia tidak ingin meninggalkan Satria dengan motor yang mogok.
" Aku bakal dorong motor ini sampai ketemu bengkel. Aku gak mungkin ninggalin motor ini " jawab Satria.
" Kalau gitu aku bantu kamu dorong motor aja sampai ketemu bengkel " ucap Kinara ingin menemani Satria dan pulang bersama.
" Jangan, nanti kamu capek " larang Satria.
" Gak papa, kalau kamu sendirian kan capek tapi kalau kita berdua kan capeknya dibagi dua. Mana mungkin aku ninggalin kamu dorong motor sendirian sedangkan aku pulang naik ojek online " ucap Kinara tetap ingin membantu Satria mendorong motor itu.
Satria pun tersenyum. Ia merasa bersyukur dipertemukan dengan perempuan seperti Kinara yang setia menemani di saat susah dan senang. Kalau perempuan lain pasti akan marah dan pergi meninggalkan Satria mendorong motor sendiri.
" Makasih ya, Sayang " ucap Satria pada Kinara.
" Iya Mas " jawab Kinara tersenyum.
" Ayo cepet dorong, ini udah semakin sore " ucap Kinara.
Satria dan Kinara pun mendorong motor itu cukup jauh. Kinara malah menikmati saat mendorong motor itu sambil mengobrol dan bercanda dengan Satria. Sepanjang jalan hanya suara tawa dan senyum kebahagiaan dari mereka berdua. Mereka tidak merasa lelah dan berat sama sekali karena mereka melakukannya bersama. Ternyata dibalik mogoknya motor Satria itu membuat Satria dan Kinara melewati kenangan yang tidak pernah mereka lupakan nanti.
" Aku pasti inget terus momen ini. Ternyata ada hikmahnya juga ya motor ini mogok. Aku jadi bisa punya waktu sama kamu dengan tawa dan bahagia gini " ucap Satria pada Kinara.
" Iya Mas, ini bakal jadi kenangan indah yang gak bakal kita lupain walaupun kalau diceritakan lucu, kita punya kenangan dorong motor bareng " jawab Satria.
Setelah hampir empat puluh lima menit mendorong motor, Satria melihat sebuah bengkel di dekat sana.
" Sayang, itu ada bengkel " ucap Satria menunjukkan bengkel itu pada Kinara.
" Alhamdulillah " ucap Kinara melihat bengkel itu.
Setelah itu mereka pun langsung menghampiri bengkel itu. Bertepatan dengan waktu magrib, Satria dan Kinara pun memutuskan untuk melaksanakan sholat magrib di mushola yang tidak jauh dari bengkel itu.
Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya 😊 Terima kasih 😊🙏 Tetap dukung saya ya 😘
Jangan lupa mampir ke karya saya yang lain di akun yang lain 😊 Cari aja di kolom pencarian " Cinta Si Gadis Lumpuh " dan " Pria Kulkasku " 😊🙏
__ADS_1
Ada juga karya baru saya " Menikahi Ayah Nadia " 😘
Tolong follow ig saya juga ya @tyaningrum_05😘