Mengejar Cinta Pertama

Mengejar Cinta Pertama
189. Upacara Pedang Pora


__ADS_3

Di hari berikutnya, Satria dan Kinara sudah berada di hotel. Mereka akan mengadakan resepsi pernikahan sekaligus upacara pedang pora karena Satria merupakan anggota polisi. Upacara pedang pora akan dilaksanakan pada pagi hari dan resepsi akan dilakukan pada malam hari.


Pada resepsi pernikahan nanti malam, akan hadir tamu dari rekan bisnis Ayah Arif dan teman-teman Satria dan Kinara serta siswa-siswi Kinara. Untuk upacara pedang pora akan dihadiri oleh rekan-rekan polisi Satria dan orang-orang terdekat.


" Sudah siap? " tanya Satria saat melihat make up artist sudah keluar dari kamar mereka.


" Sudah " jawab Kinara.


Kinara sudah menggunakan gaun pengantin berwarna biru muda dengan riasan adat Jawa. Satria juga sudah menggunakan seragam untuk melaksanakan pedang pora.


Setelah itu Kinara menggandeng tangan Satria untuk keluar dari kamar mereka menuju ballroom hotel tempat acara.


" Aku deg-degan banget, Mas " bisik Kinara saat hendak memasuki ballroom.


Jujur saja ia merasa gugup sekaligus bahagia akan melaksanakan upacara pedang pora bersama Satria.


" Tenang, rileks aja dan tetap senyum " ucap Satria menenangkan Kinara.


Kinara menarik napasnya panjang lalu menghembuskannya secara perlahan agar ia lebih tenang.


Beberapa saat kemudian acara pedang pora pun dimulai. Pembawa acara membuka acara dan membuka setiap susunan acara.


Pasukan pedang pora memasuki tempat acara dan membuat sebuah barisan. Lalu di susul oleh Satria dan Kinara bersama dengan keluarga inti. Komandan Anton sebagai inspektur upacara juga memasuki tempat acara.


Selanjutnya laporan komandan pasukan kepada inspektur upacara. Sandi yang menjadi komandan pasukan itu pun memberikan laporan kepada Komandan Anton.


" Lapor, upacara pedang pora pernikahan Briptu Satria Bimantara dan Kinara Larasati siap dilaksankan " ucap Sandi dengan tegas.


" Laksanakan " jawab Komandan Anton.


Pasukan pedang pora membuat gapura pedang pora lalu Satria dan Kinara memasuki gapura pedang pora itu dengan diiringi sebuah lagi dari Yovie and Nuno yang berjudul Janji Suci.


Dengarkanlah, wanita pujaanku


Malam ini akan kusampaikan


Hasrat suci kepadamu, dewiku


Dengarkanlah kesungguhan ini


Aku ingin mempersuntingmu


'Tuk yang pertama dan terakhir


Jangan kau tolak dan buatku hancur


Ku tak akan mengulang 'tuk meminta


Akulah yang terbaik untukmu

__ADS_1


Dengarkanlah, wanita impianku


Malam ini akan kusampaikan


Janji suci, satu untuk selamanya


Dengarkanlah kesungguhan ini


Aku ingin mempersuntingmu


'Tuk yang pertama dan terakhir


Jangan kau tolak dan buatku hancur


Ku tak akan mengulang 'tuk meminta


Akulah yang terbaik untukmu


Jangan kau tolak dan buatku hancur


Ku tak akan mengulang 'tuk meminta


Akulah yang terbaik untukmu


Jangan kau tolak dan buatku hancur


Ku tak akan mengulang 'tuk meminta


Akulah yang terbaik untukmu


Akulah yang terbaik untukmu


Oh-oh-oh, oh-oh


Senyum tidak pudar dari bibir Kinara yang berjalan perlahan dengan menggandeng tangan Satria.


Upacara berlanjut dengan sebuah pernyataan dari inspektur upacara dan juga pemberian tanda kehormatan kepada kedua mempelai yaitu Satria dan Kinara.


Kemudian inspektur upacara atau Komandan Anton mengiringi Satria dan Kinara untuk menuju pelaminan.


" Lapor, upacara pedang pora pernikahan Briptu Satria Bimantara dan Kinara Larasati telah selesai " ucap Sandi melapor pada Komandan Anton selalu inspektur upacara.


" Bubarkan " ucap Komandan Anton.


Setelah itu inspektur upacara meninggalkan tempat upacara dan menuju meja yang sudah disediakan. Pasukan pedang pora pun dibubarkan dan upacara pedang pora pun selesai.


" Lega deh, Mas. Aku juga seneng bisa lakuin upacara pedang pora ini sama kamu " ucap Kinara saat mereka sudah berdiri di pelaminan.


Satria pun tersenyum karena ia juga merasa bahagia karena bisa melakukan upacara pedang pora dengan wanita yang dicintainya.

__ADS_1


Sekarang Satria dan Kinara berfoto bersama dengan orang tua masing-masing, lalu juga bersama dengan inspektur upacara dan pasukan pedang pora.


" Sumpah, aku juga jadi pengen kayak kalian gitu. Nikah ada upacara pedang poranya juga " ucap Elsa pada Satria dan Kinara.


" Kalau gitu cari jodoh aja yang abdi negara, temen-temen gue banyak yang masih single " ucap Satria memberikan saran.


" Boleh tuh, coba kenalin dong " ucap Elsa antusias.


" Jangan dong, Sa. Kalau lo cari yang abdi negara gue gimana " ucap Raka memasang wajah sedih.


" Bodo amat, apa peduli gue. Emang lo siapa gue " jawab Elsa sinis.


" Gue kan calon suami lo, Sa " ucap Raka pada Elsa.


" Ih, ogah gue sama lo " ucap Elsa lalu pergi turun dari pelaminan.


Raka yang melihat itu pun langsung mengejar Elsa.


" Sa, masa gak mau sih. Gue cinta loh sama elo " teriak Raka mengejar Elsa.


Satria dan Kinara hanya tertawa melihat dua sahabatnya yang selalu saja tidak pernah akur itu.


" Kita juga turun dulu ya. Laper, mau makan " ucap Sandi pada Satria dan Kinara.


" Iya sana, makan yang banyak " jawab Satria.


Setelah itu Sandi dan Ayla pun turun dari pelaminan menyusul Raka dan Elsa.


" Raka sama Elsa lucu ya, Mas. Semoga aja mereka berjodoh kayak kita " ucap Kinara melihat Raka dan Elsa yang masih ribut di sana.


" Iya Sayang. Kita doakan yang terbaik aja buat mereka " jawab Satria karena ia pun berharap demikian, apalagi ia mengetahui bagaimana perasaan Raka pada Elsa.


Kinara pun menganggukkan kepalanya.


Tepat pada jam dua belas siang, acara pun selesai. Nanti malam akan dilanjutkan dengan resepsi pernikahan yang sesungguhnya. Satria dan Kinara memanfaatkan waktu siang ini untuk istirahat sebelum resepsi pernikahan mereka dimulai.


***




Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya 😊 Terima kasih 😊🙏 Tetap dukung saya ya 😘


Jangan lupa mampir ke karya saya yang lain di akun yang lain 😊 Cari aja di kolom pencarian " Cinta Si Gadis Lumpuh " dan " Pria Kulkasku " 😊🙏


Ada juga karya baru saya " Menikahi Ayah Nadia, Suamiku Seorang Bodyguard dan Malam Panas Dengan Kak Aska " 😘


Tolong follow ig saya juga ya @tyaningrum_05😘

__ADS_1


__ADS_2