Mengejar Cinta Pertama

Mengejar Cinta Pertama
46. Pernyataan Cinta Danang


__ADS_3

Seminggu telah berlalu, Kinara dan teman-temannya sudah menyelesaikan liburan mereka di Malang. Mereka mendatangi banyak tempat wisata di Malang selama seminggu penuh, seperti Jatim Park 1, Jatim Park 2, Jatim Park 3, Alun-alun Kota Malang, Lumbung Stroberi Batu dan masih banyak lagi.


Hari ini Kinara akan pergi ke Surabaya untuk ke rumah Budenya atau kakak sepupu Mama Santi bersama dengan Bagus dan Ranti. Mereka bertiga akan pergi ke Surabaya dengan menggunakan mobil travel.


Kinara sedang mengemas semua barang-barangnya bersama dengan Ranti di kamar mereka.


" Sudah selesai, Ra? " tanya Ranti pada Kinara.


" Sudah " jawab Kinara setelah menutup tasnya.


" Ya udah, ayok keluar " ajak Ranti.


Kinara dan Ranti pun keluar dari kamar mereka. Teman-teman mereka juga sudah berkumpul ingin kembali ke tempat tinggal mereka masing-masing yang kebanyakan tinggal di Jakarta.


" Kalian lama banget to " ucap Bagus pada Kinara dan Ranti yang baru bergabung di mejanya setelah mengambil sarapan.


" Ya maaf. Kita tu yo kudu beres-beres dulu " jawab Ranti.


Kemudian mereka pun memakan sarapan mereka dengan tenang.


Tiba-tiba saja Danang berdiri di tengah-tengah ruangan itu dengan membawa buket bunga yang cukup besar dan meminta perhatian semua yang ada di sana.


" Perhatian teman-teman. Maaf aku mengganggu waktunya sebentar " ucap Danang.


Semua orang yang ada di sana pun melihat ke arah Danang.


" Arep nyapo to bocah kae (mau ngapain sih tu anak) " ucap Ranti melihat Danang.


Sedangkan Kinara hanya diam dan melihat apa yang akan dilakukan oleh Danang.


" Hari ini adalah hari yang spesial buat aku, karena aku bakal menyatakan perasaanku sama orang yang aku cinta " ucap Danang tersenyum menatap Kinara.


Terdengar suara sorakan dari hampir semua orang di sana kecuali Kinara, Bagas dan Ranti.


" Perasaan aku gak enak nih " gumam Kinara.


Dan benar saja, Danang sekarang berjalan mendekati meja mereka bertiga. Danang berjongkok di depan Kinara.


Kinara yang melihat itu pun terkejut. " Kamu ngapain to, Danang? " tanya Kinara merasa tak nyaman sekaligus malu karena semua pandangan mengarah ke mereka sekarang.


" Kinara, hari ini aku mau ngomong sesuatu yang penting sama kamu. Aku cinta sama kamu dari dulu. Aku janji aku bakal buat kamu bahagia. Kamu mau gak jadi pacar aku? " ucap Danang menyatakan perasaannya pada Kinara.


Kinara tidak menyangka Danang akan menyatakan perasaannya di depan semua orang. Kinara berdiri dari duduknya.


" Kamu ambil buket bunga ini kalo kamu mau jadi pacar aku " ucap Danang pada Kinara.


Terdengar suara-suara teman-teman mereka agar Kinara menerima cinta Danang.

__ADS_1


" Terima, terima " teriak mereka.


Kinara menarik napasnya panjang lalu menghembuskannya kembali.


" Aku gak bisa " jawab Kinara.


Seketika suara ramai tadi pun menghilang.


" Kenapa, Ra? " tanya Danang kecewa.


" Aku kan sudah bilang sama kamu kalo aku lagi gak mau lagi deket sama siapa-siapa dan aku juga ada perasaan apa-apa sama kamu " jawab Kinara.


" Maaf ya, Danang " ucap Kinara pada Danang.


" Ayo Ran, Gus. Kayaknya mobil travelnya sudah di depan " lanjut Kinara pada Bagus dan Ranti.


Kinara mengambil tasnya di kursi, begitu juga dengan Bagus dan Ranti.


" Kita duluan semuanya " pamit Kinara pada teman-temannya yang lain.


Kemudian Kinara keluar dari penginapan tersebut bersama dengan Bagus dan Ranti.


" Maaf yo gara-gara aku jadi kalian gak sempet sarapan. Aku traktir cari sarapan deh sekarang " ucap Kinara setelah sudah berada di luar penginapan.


" Wes gak popo, Ra " jawab Bagus.


" Iyo Ra. Kita juga gak nyangka ngomong kayak gitu di depan semuanya " tambah Ranti.


Kinara serta Bagus dan Ranti pun sarapan pecel yang tidak jauh dari tempat mereka berdiri.


Setelah selesai sarapan mereka langsung naik ke mobil travel yang mereka pesan yang kebetulan juga baru datang.


" Akhirnya ke Surabaya juga " ucap Kinara menatap luar jendela mobil.


Setelah menempuh perjalanan sekitar empat sampai lima jam menggunakan mobil, akhirnya mereka sampai di Surabaya. Kinara turun di depan rumah Budenya setelah sebelumnya mengantarkan Bagus dan Ranti ke rumah mereka.


Kinara pun masuk setelah melewati pagar yang tidak dikunci. Kinara mengetuk pintu rumah tersebut.


Tok tok tok.


" Assalamualaikum, Bude " ucap Kinara setelah mengetuk pintu.


" Walaikumsalam " jawab Budenya Kinara.


Pintu pun terbuka dan menampilkan seorang perempuan paruh baya.


" Bude " ucap Kinara memeluk Budenya yang bernama Bude Darti.

__ADS_1


Bude Darti adalah seorang janda beranak dua. Kedua anaknya sudah menikah dan juga tinggal di Surabaya. Suaminya sudah meninggal beberapa tahun yang lalu. Bude Darti tinggal sendirian di rumah tersebut.


" Ara kangen sama Bude " ucap Kinara setelah melepaskan pelukannya.


" Bude juga kangen sama kamu, Ra " jawab Bude Darti tersenyum.


Bude Darti sudah tahu Kinara akan datang ke Surabaya karena Mama Santi sudah memberitahunya.


" Ayo sekarang masuk. Kamu pasti capek setelah perjalanan jauh " ucap Bude Darti menggandeng tangan Kinara dan membawanya masuk ke dalam rumah.


Bude Darti mengantarkan Kinara ke sebuah kamar tamu di rumah itu.


" Kamu istirahat dulu aja. Bude bakal masakin makanan yang enak buat kamu " ucap Bude Darti pada Kinara.


" Makasih yo ,Bude " ucap Kinara tersenyum.


" Iyo Ndok " jawab Bude Darti mengusap kepala Kinara.


Setelah itu Bude Darti pun pergi meninggalkan Kinara dan Kinara masuk ke kamar tamu.


Kinara meletakkan tasnya di atas tempat tidur.


" Lebih baik aku mandi dulu " ucap Kinara.


Kinara mengambil handuk di dalam tasnya lalu masuk ke dalam kamar mandi yang ada di kamar tersebut.


Kinara keluar dari kamar tamu setelah selesai mandi dan memakai pakaiannya. Ia menuju ke dapur dimana Bude Darti berada.


" Ara bantuin yo, Bude " ucap Kinara mengambil makanan yang sudah Bude Darti masak dan menatanya di atas meja makan.


" Gak usah to, Ra. Kamu duduk aja di sana. Kamu pasti masih capek " larang Bude Darti.


Tapi Kinara tidak mendengarkan Bude Darti. " Wes gak popo, Bude. Cuma nata di meja makan gak bakal buat Ara capek " ucap Kinara.


" Yo wes lah, karepmu Ndok " jawab Bude Darti.


Setelah semua sudah tersusun rapi di meja makan, Kinara dan Bude Darti pun langsung makan siang bersama.


" Masakan Bude ki lho, emang enak pol " ucap Kinara sambil memakan makanannya.


" Kamu ini bisa aja mujinya " ucap Bude Darti.


" Ini beneran enak pol, Bude " jawab Kinara.


Bude Darti pun tersenyum karena Kinara memakan makanan yang ia masak dengan sangat lahap.


Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya 😊 Terima kasih 😊🙏 Tetap dukung saya ya 😘

__ADS_1


Jangan lupa mampir ke karya saya yang lain di akun yang lain 😊 Cari aja di kolom pencarian " Cinta Si Gadis Lumpuh " dan " Pria Kulkasku " 😊🙏


Tolong follow ig saya juga ya @tyaningrum_05😘


__ADS_2