
Kinara masuk ke dalam kamarnya dan langsung membuka paper bag yang di berikan oleh Satria. Kinara bisa melihat sebuah dress brokat yang sangat indah pemberian Satria.
" Ini bagus banget " ucap Kinara kagum memegang dress itu.
Kinara tersenyum senang karena ia sangat menyukai dress brokat yang diberikan Satria untuk.
Setelah itu, Kinara segera mandi dan melaksanakan sholat dzuhur sebelum anak-anak datang untuk belajar les dengannya.
***
Pada malam harinya, Kinara sudah siap dengan memakai dress brokat yang diberikan Satria dan ia memakai jilbab yang senada dengan warna dress itu. Kinara juga memoles wajahnya dengan make up lebih tebal dari biasanya.
Tit tit tit.
Terdengar suara klakson mobil di depan rumah dan sepertinya itu adalah Satria.
" Itu pasti Mas Satria " ucap Kinara.
Kinara pun segera mengambil tas miliknya lalu keluar dari rumah. Ia bisa melihat Satria yang sudah berdiri di samping mobilnya.
" Assalamualaikum " ucap Satria saat Kinara sudah berada di dekatnya.
" Walaikumsalam " jawab Kinara tersenyum.
Satria terlihat begitu tampan dengan menggunakan celana bahan berwarna hitam dan kemeja berwarna putih dengan dua kancing bagian atas yang dibiarkan terbuka.
" Cantik banget sih malam ini " puji Satria pada Kinara.
Kinara pun tersenyum. " Iya dong, biar keliatan gak malu-maluin nemenin kamu ke acara itu " jawab Kinara.
" Kamu gak mau muji aku ganteng gitu? " ucap Satria dengan gaya narsisnya.
" Ih, kok minta dipuji sih " ucap Kinara tertawa kecil.
" Biarin aja. Lagian kamu gak bakal muji aku kalo gak gitu " jawab Satria.
" Iya deh. Kamu ganteng banget malam ini " ucap Kinara akhirnya.
Satria yang mendengar itu pun merasa sangat senang.
" Sudah ah, ayo berangkat. Nanti malah kita terlambat datengnya " ajak Kinara.
" Iya Sayang " jawab Satria.
__ADS_1
Satria dan Kinara pun masuk ke dalam mobil dan Satria segera menjalankan mobil itu untuk menuju sebuah hotel tempat acara pernikahan rekan bisnis Ayah Arif.
Tiga puluh menit kemudian, Satria dan Siska pun keluar dari mobil. Kinara menggandeng tangan Satria lalu mereka berdua memasuki hotel itu dan menuju ballroom setelah diizinkan masuk karena Satria membawa undangan.
" Ayah sama Bunda kamu juga dateng, Mas? " tanya Kinara saat mereka memasuki ballroom hotel yang sudah dihias dengan begitu mewah.
" Iya, Ayah sama Bunda juga datang " jawab Satria.
Kinara melihat ke sekeliling dan terlihat banyak sekali orang yang menjadi tamu undangan. Apalagi mereka semua kebanyakan adalah orang-orang kaya.
" Nah, itu Ayah sama Bunda. Kita samperin mereka ya " ucap Satria sambil menunjuk kedua orang tuanya.
Kinara pun menganggukkan kepalanya dan mengikuti langkah Satria dengan masih menggandeng tangan Satria. Satria tidak memperbolehkan Kinara untuk melepaskan gandengan tangannya selama berada di acara tersebut.
" Nah, itu Satria sudah datang " ucap Bunda Wulan saat melihat kedatangan Satria dan Kinara.
" Om, Tante " ucap Kinara tersenyum ramah pada Ayah Arif dan Bunda Wulan.
Di sana juga ada Tuan Bambang dan Nyonya Liza serta Ela. Kinara tersenyum ramah pada mereka. Ia mencoba melepaskan tangannya dari lengan Satria karena merasa tidak enak dilihat oleh mereka tapi Satria mencegahnya. Satria menatap mata Kinara dan seolah-olah mengatakan bahwa Kinara tidak boleh melepaskan gandengan tangannya.
Ela yang melihat Satria yang datang dengan menggandeng Kinara pun dibuat sangat kesal. Hatinya terasa panas dan ia terbakar cemburu.
" Sialan, kenapa Satria dateng sama cewek itu sih " batin Ela sudah mengepalkan kedua tangannya.
" Kamu cantik banget, Sayang " puji Bunda Wulan.
Kinara memang terlihat begitu cantik dengan make up yang tidak berlebihan dan terlihat sangat serasi dengan Satria.
" Terima kasih, Tante. Tante juga kelihatan cantik banget malam ini " balas Kinara.
Bunda Wulan pun tersenyum melihat itu.
" Satria izin ke sana dulu " pamit Satria pada mereka.
Mereka pun langsung menganggukkan kepala mengiyakan, sedangkan Ela terlihat sangat kesal.
Satria membawa Kinara pergi menjauh dari mereka dan menghampiri Raka yang sedang sendirian.
" Sendirian aja lo " ucap Satria saat sudah berada di dekat Raka.
" Loh, kalian berdua ada di sini juga? " ucap Raka terkejut melihat keberadaan Satria dan Kinara.
" Iya, gue diundang dan gue minta Kinara buat temenin gue " jawab Raka.
__ADS_1
" Lo dateng sendiri, Ka? " tanya Kinara.
" Iya, gue dateng sendiri. Kalo bukan disuruh bokap sama nyokap gue buat wakilin mereka yang lagi ada urusan ke luar negeri, gue ogah banget dateng sendiri " jawab Raka yang sebenarnya malas untuk datang ke acara itu.
Satria dan Kinara pun menganggukkan kepala mereka mengerti.
" Tu, tangan dilepas aja kali. Gandengan mulu " ucap Raka melihat tangan Kinara yang melingkar di lengan Satria.
Kinara pun langsung melepaskan tangannya dari lengan Satria.
" Jangan dilepas, Ra. Gak usah dengerin kata Raka, dia tu cuma iri gak ada yang digandeng " ucap Satria menarik tangan Kinara agar menggandeng lengannya kembali.
Kinara pun memasang wajah kesalnya mendengar itu.
" Malu Mas, dari tadi tadi gandengan mulu " jawab Kinara.
" Pokoknya gak boleh dilepas. Kami harus gandeng tangan aku terus " ucap Satria tidak ingin dibantah.
Kinara pun hanya pasrah menuruti mau Satria.
Bukan tanpa alasan Satria meminta Kinara untuk terus menggandeng tangannya. Ia melihat Riko yang juga datang ke acara itu dan terus melihat ke arah Kinara. Ia ingin menunjukkan bahwa Kinara adalah miliknya dan menyadarkan Riko agar tidak berharap.
Sedangkan Riko masih terus menatap Kinara dari tempatnya. Ia tidak menyangka akan melihat pemandangan yang begitu menyakiti hatinya. Ia merasa tidak rela melihat Kinara yang begitu mesra menggandeng lengan Satria.
" Sudah lah, Ko. Lo tuh harus bener-bener move on dan buang perasaan lo sama Kinara " ucap Gerry yang berada di samping Riko.
" Gue juga lagi berusaha " jawab Riko tanpa mengalihkan pandangannya pada Kinara
" Kalo gitu gak usah dilihatin. Pura-pura gak peduli aja " ucap Gerry.
Riko sebenarnya ingin melakukan seperti apa yang dikatakan oleh Gerry tapi ia tidak bisa mengalihkan matanya dari Kinara yang terlihat sangat cantik malam ini.
" Kamu cantik banget malam ini, Ra " ucap Riko dalam hati.
Riko mendesahkan napasnya panjang lalu pergi dari tempatnya agar ia tidak melihat lagi pemandangan yang membuat hatinya sakit.
Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya 😊 Terima kasih 😊🙏 Tetap dukung saya ya 😘
Jangan lupa mampir ke karya saya yang lain di akun yang lain 😊 Cari aja di kolom pencarian " Cinta Si Gadis Lumpuh " dan " Pria Kulkasku " 😊🙏
Ada juga karya baru saya " Menikahi Ayah Nadia " 😘
Tolong follow ig saya juga ya @tyaningrum_05😘
__ADS_1