Mengejar Cinta Pertama

Mengejar Cinta Pertama
192. Menidurkan Sesuatu yang Bangun


__ADS_3

Kinara terbangun dengan posisi di dalam pelukan Satria. Tidurnya sangat nyenyak di dalam hangatnya pelukan pria yang sudah menjadi suaminya itu. Walaupun begitu, Kinara harus tetap bangun dan membangunkan Satria yang masih terlelap dengan tangan yang melingkar di pinggangnya.


" Mas, bangun yuk. Ini sudah subuh loh " ucap Kinara menepuk-nepuk pelan pipi sang suami.


" Sebentar, Sayang. Aku masih mau peluk kamu " jawab Satria tanpa membuka matanya.


Sebenarnya Satria sudah terbangun sejak merasakan pergerakan Kinara tetapi ia memilih untuk tetap pura-pura tidur.


" Peluknya masih bisa nanti lagi, Mas. Bangun yuk, nanti keburu waktu subuh habis " ucap Kinara begitu lembut.


Akhirnya Satria pun membuka kedua matanya. Hal yang pertama ia lihat adalah wajah cantik istrinya yang semakin terlihat cantik padahal baru bangun tidur.


" Sekarang lepasin aku dan kamu cepat ambil wudhu " ucap Kinara karena Satria masih memeluk tubuhnya.


" Tapi tolongin aku kalau aku lepasin " ucap Satria menatap wajah cantik Kinara.


Kinara mengerutkan keningnya. " Tolong apa? " tanya Kinara.


" Nidurin sesuatu yang ikut bangun pagi ini " jawab Satria tersenyum penuh arti.


" Emang apa yang ikut bangun? " tanya Kinara bingung.


" Sini aku kasih tau " ucap Satria mendudukkan tubuhnya.


Kinara yang penasaran pun ikut mendudukkan tubuhnya. Ia merasa heran karena hanya mereka berdua di kamar itu tetapi suaminya itu mengatakan jika ada yang ikut terbangun.


Satria menyibakkan selimut yang menutupi tubuh mereka berdua lalu mengarahkan tangan Kinara dan membimbingnya untuk menyentuh sesuatu yang memang sudah terbangun saat ia bangun tidur, apalagi ia bangun tidur langsung disuguhi pemandangan bidadari di depan matanya.


" Ini yang bangun, Sayang " ucap Satria saat tangan Kinara sudah menyentuh sesuatu yang menyembul dan terasa keras dibalik celananya.


Mata Kinara langsung membulat sempurna dan wajahnya sangat merah saat tahu apa yang Satria maksud, apalagi saat ini ia memegang sesuatu yang bahkan belum pernah lihat walaupun tidak secara langsung.


" Mas " pekik Kinara ingin menarik tangannya tapi Satria terus menahannya.


" Bantuin ya, Sayang. Kamu gak kasian sama aku? " ucap Satria dengan wajah dibuat semelas mungkin.

__ADS_1


Wajah Kinara pun semakin memerah hanya membayangkan bagaimana ia membantu Satria untuk menidurkan itu.


" Enggak, aku gak mau " tolak Kinara mentah-mentah.


" Ayolah, Sayang. Kamu pasti juga suka nanti " bujuk Satria menaik-turunkan alisnya dengan senyum menggoda.


Kinara pun langsung memukul lengan suaminya itu dan berpura-pura kesal untuk menutupi rasa malunya.


" Kamu kok jadi mesum gini sih, Mas " ucap Kinara dengan bibir yang mengerucut kesal.


" Mesum sama istri sendiri itu gak papa, Sayang. Mas udah tahan lama loh sebelum kita menikah, jadi sekarang kan sudah halal jadi boleh aja mesum. Yang lebih-lebih juga boleh, Sayang " jawab Satria.


Yang dikatakan oleh Satria memang benar tapi tetap saja ia merasa malu.


" Ih, udah deh. Mending kamu cepat tidurin itu sendiri dan sholat subuh. Waktu subuh sebentar lagi habis loh " " ucap Kinara tidak ingin Satria membahasnya lebih dalam lagi.


" Baiklah. Tapi lihat aja nanti saat kamu sudah selesai, aku gak bakal lepasin kami sedikit pun " jawab Satria karena memang ia harus segera melaksanakan sholat subuh sebelum waktunya habis.


Kinara bergidik ngeri karena sepertinya Satria benar-benar tidak akan melepaskannya setelah tamu bulanannya pergi nanti.


Kinara juga segera turun dari tempat tidur setelah Satria masuk ke dalam kamar mandi. Kinara menyiapkan pakaian dan sajadah yang Satria gunakan untuk sholat nanti. Kinara menunggu Satria dengan duduk di tepi tempat tidur dan memainkan ponselnya.


Lima belas menit berlalu, terdengar suara pintu kamar mandi terbuka dan terlihat Satria keluar dengan menggunakan sebuah handuk dan rambutnya yang basah. Walaupun bukan pertama kalinya ia melihat itu tapi pemandangan itu selalu saja membuat dirinya malu.


Satria menuju tempat tidur dan mengambil pakaian yang sudah Kinara siapkan, tapi saat ia ingin melepaskan handuk di pinggangnya, Kinara segera mencegahnya.


" Jangan pakai di sini, Mas. Sana ke kamar mandi " ucap Kinara pada Satria.


Kinara belum siap jika ia harus melihat sesuatu yang sebenarnya sudah sangat halal ia lihat.


" Baiklah, Sayang " jawab Satria menurut.


Satria kembali masuk ke dalam kamar mandi dengan membawa pakaian dan memakainya di sana.


Setelah selesai berpakaian, Satria segera melaksanakan sholat subuh dan Kinara dengan setia menunggunya di tepi tempat tidur.

__ADS_1


" Sayang, sini " pinta Satria setelah ia selesai berdoa.


Kinara menurut menghampiri sang suami lalu duduk di sampingnya.


Satria langsung menarik Kinara ke dalam pelukannya dan memberikan beberapa kecupan di puncak kepalanya.


" Makasih ya Sayang, kamu sudah mau jadi istri aku. Aku benar-benar bahagia akhirnya kita bisa bersatu " ucap Satria pada Kinara.


" Iya Mas " jawab Kinara lalu melingkarkan kedua tangannya di pinggang Satria.


Walaupun belum bisa melaksanakan sholat berjamaah tapi ia cukup bahagia bisa memeluk Kinara setiap dirinya selesai sholat.


***


Setelah sarapan dan hari beranjak siang, Satria dan Kinara keluar dari hotel. Mereka memang hanya menginap satu malam di hotel itu. Orang tua dan keluarga mereka sudah pulang lebih dulu karena mereka tidak ingin mengganggu pasangan pengantin baru itu.


" Kita pergi ke suatu tempat dulu ya " ucap Satria pada Kinara saat mereka sudah berada di dalam mobil.


" Kemana, Mas? " tanya Kinara karena Satria tidak mengatakannya pada dirinya sebelumnya.


" Rahasia. Ini kejutan buat kamu, jadi kamu gak boleh tau " jawab Satria tersenyum.


Kinara semakin penasaran karena Satria berkata seperti itu tapi ia tidak bertanya lagi karena suaminya itu pasti tidak akan memberitahunya. Lagipula ia akan segera mengetahuinya jika mereka sudah sampai di tempat yang dimaksud oleh Satria.


" Baiklah. Pastikan aku terkejut ya, Mas " ucap Kinara pada Satria.


" Semoga saja, Sayang. Tapi aku yakin kamu pasti terkejut sih " jawab Satria mengusap puncak kepala Kinara yang tertutup hijab.


Setelah itu Satria segera menyalakan mesin mobilnya lalu melajukannya meninggalkan hotel dan menuju tempat yang akan menjadi kejutan untuk sang istri.


Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya 😊 Terima kasih 😊🙏 Tetap dukung saya ya 😘


Jangan lupa mampir ke karya saya yang lain di akun yang lain 😊 Cari aja di kolom pencarian " Cinta Si Gadis Lumpuh " dan " Pria Kulkasku " 😊🙏


Ada juga karya baru saya " Menikahi Ayah Nadia, Suamiku Seorang Bodyguard dan Malam Panas Dengan Kak Aska " 😘

__ADS_1


Tolong follow ig saya juga ya @tyaningrum_05😘


__ADS_2