Mengejar Cinta Pertama

Mengejar Cinta Pertama
136. Curiga


__ADS_3

Sebuah tempat yang jauh di tengah hutan, ada seorang pria yang sedang mengamuk dan menghajar semua anak buah yang ada di hadapannya. Ia sangat marah karena baru pulang dari luar negeri dan mengetahui bahwa barang yang ia berhasil masukkan ke Indonesia lewat perairan kini malah berhasil dirampas oleh orang yang tidak diketahui siapa dan dua anak buahnya berhasil ditangkap oleh mereka.


" Kalian itu bagaimana? Menjaga barang seperti itu saja tidak becus " bentak pria itu lalu memukul salah satu anak buahnya lagi.


Bugh bugh bugh.


Anak buah pria itu hanya bisa diam menerima kemarahan sang boskarena memang itu terjadi karena kelalaian mereka dalam menjaga barang-barang yang berhasil sang bos selundupkan.


" Maafkan kami Bos, kami sudah lalai " ucap salah satu anak buahnya.


" Maaf, kalian bilang, hah. Kita tidak tahu siapa yang berhasil merampas senjata-senjata ilegal dan narkoba itu. Kalau sampai polisi dan pemerintah tahu, kita akan dalam bahaya " ucap sang bos yang terlihat frustasi sekarang.


Sang bos duduk di sebuah kursi dan terlihat memijat kepalanya.


" Apa kalian sudah mencari tahu siapa mereka? " tanya sang bos saat sudah lebih tenang.


" Belum Bos, tapi saya merasa curiga pada beberapa orang " jawab anak buah.


Sang bos langsung menatap anak buahnya yang menatap itu.


" Siapa mereka? " tanya sang bos.


" Para dosen dan mahasiswa yang sedang melakukan penelitian tentang perkebunan sawit di desa. Tadi saat saya pulang ke desa, saya tidak sengaja mendengar pembicaraan salah satu mahasiswa dengan anak Pak Kades. Satu minggu yang lalu setelah kejadian markas kita di serang dan dua teman kita tertangkap, beberapa dari mereka juga pergi dari desa untuk ke kota dan baru kembali dua hari setelahnya. Tapi tidak semua karena ada dua orang yang belum kembali salah satunya adalah mahasiswa yang Anda katakan sangat cerdas, kalau tidak salah namanya Satria. Dia masih belum kembali sampai saat ini dan temannya mengatakan jika ia masih ada urusan di Jakarta dengan kampusnya. Saya merasa curiga kepada mereka karena beberapa orang yang menyerang saat itu postur tubuhnya seperti mereka tapi wajahnya berbeda. Apalagi awal kedatangan mereka yang tidak kita ketahui, walaupun tidak ada yang terjadi di desa setelah kedatangan mereka tapi saya merasa curiga dengan kepergian mereka pada hari yang sama pada saat markas kita di serang. Salah satu dari mereka juga sempat tertusuk oleh pisau yang teman kami gunakan. Kita harus mencari tahu jika memang mereka ada yang mendapat luka tusukan di dada bagian kanan berarti mereka adalah orang-orang yang menyerang markas dan merampas barang-barang itu " ucap salah satu anak buah yang ternyata adalah orang yang menguping membicarakan Sandi dan Ayla.


Si bos tadi adalah Tuan Bahadur, orang yang selama ini berpengaruh dan di takuti di desa sekaligus pelaku utama yang sedang Satria selidiki.

__ADS_1


Tuan Bahadur terdiam dan memikirkan kecurigaan serta apa yang dijelaskan oleh anak buahnya itu. Sejak awal kedatangan Satria dan rombongannya memang Tuan Bahadur sudah merasa curiga karena biasanya desa mereka jarang sekali ada yang mengetahui dan tiba-tiba saja ada rombongan mahasiswa yang ingin melakukan penelitian di desa itu. Karena tidak ingin semua rencana terbongkar dengan melarang mereka dan memberikan alasan yang mungkin tidak bisa di terima mereka, akhirnya Tuan Bahadur pun mengizinkan mereka melakukan penelitian selama enam bulan terakhir dan merasa tenang karena mereka tidak membuat masalah selama itu dan benar-benar membantu warga. Hingga kejadian ini membuat ia merasa curiga kembali.


" Mulai sekarang awasi terus mereka dan kalian tetap harus mencari tau siapa yang menyerang markas kita. Jika memang benar itu perbuatan mereka maka kita harus menghabisi nyawa mereka semua agar semua rencana kita tidak kacau karena mereka " ucap Tuan Bahadur pada anak buahnya.


" Baik Bos " jawab mereka.


" Setelah ini kita harus memindahkan dan mengamankan barang-barang terlarang itu ke tempat yang aman dan lakukan penjagaan lebih ketat. Jangan sampai kejadian ini terulang lagi atau nyawa kalian yang akan menjadi taruhannya " ucap Tuan Bahadur mengancam mereka dan memberikan tatapan mata yang sangat tajam.


" Baik Bos, kami akan melakukannya dengan baik " jawab mereka takut dengan ancaman Tuan Bahadur.


Setelah itu semua anak buah pun langsung pergi dan segera menyiapkan semua barang-barang terlarang yang akan mereka pindahkan ke tempat yang lebih aman.


" Siapa sebenarnya mereka? Firasatku memang tidak salah jika mereka bukan orang sembarangan " ucap Tuan Bahadur.


Tuan Bahadur bangkit untuk beristirahat sebelum besok pagi ia akan pergi ke desa untuk melihat para mahasiswa secara langsung dan mencari tahu sesuatu.


Keesokkan paginya, Sandi hendak pergi penyelidikan bersama beberapa rekannya tapi malah semua orang sedang berkumpul karena ada kunjungan dari Tuan Bahadur dan sedang membagi-bagikan uang untuk warga desa. Mau tidak mau Sandi dan rekannya pun ikut berkumpul agar mereka tidak curiga.


Sandi bisa melihat dengan jelas Tuan Bahadur yang menutupi semua kejahatan dengan bersikap baik dan murah hati. Tepat di belakangnya juga Sandi bisa melihat orang-orang yang ia lawan bersama Satria saat itu. Dugaan mereka benar-benar tidak salah jika memang Tuan Bahadur adalah pelaku utamanya.


" Dimana teman kalian yang sangat cerdas itu? Saya tidak melihatnya? " tanya Tuan Bahadur setelah membagikan uang pada Sandi dan rekannya.


Mereka tahu jika yang dimaksud oleh Tuan Bahadur itu adalah Satria karena selama berada di desa itu Satria memang yang sangat menonjol.


" Teman kami itu sedang kembali ke Jakarta karena ada urusan di kampus yang harus diselesaikan " jawab Sandi berkata semeyakinkan mungkin.

__ADS_1


Tuan Bahadur pun menganggukkan kepalanya seolah mengerti.


" Siapa namanya? " tanya Tuan Bahadur.


" Satria, Tuan " jawab Sandi.


" Baiklah, kalau begitu saya titipkan saja pada kamu untuk Satria " ucap Tuan Bahadur memberikan uang untuk Satria pada Sandi.


Sandi pun menerima uang itu dengan ekspresi wajah yang senang agar Tuan Bahadur tidak curiga kepadanya.


" Wah, terima banyak, Tuan. Anda memang sangat baik dan dermawan " ucap Sandi terlihat sangat senang.


" Haha, kamu bisa saja " ucap Tuan Bahadur menepuk pundak Sandi.


Setelah itu Tuan Bahadur pun pergi meninggalkan desa bersama anak buahnya.


" Ada apa Sandi? " tanya Komandan Anton melihat wajah marah Sandi melihat kepergian Tuan Bahadur dan anak buahnya.


" Mereka adalah orang-orang yang melawan saya dan Satria. Sepertinya pengakuan orang-orang itu memang Tuan Bahadur lah pelaku utamanya " jawab Sandi.


Komandan Anton menganggukkan kepalanya mengerti dan setelah itu mereka langsung bersiap-siap. Sebagian akan tetap membantu warga desa dan sebagian lagi akan memulai penyelidikan kembali.


Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya 😊 Terima kasih 😊🙏 Tetap dukung saya ya 😘


Jangan lupa mampir ke karya saya yang lain di akun yang lain 😊 Cari aja di kolom pencarian " Cinta Si Gadis Lumpuh " dan " Pria Kulkasku " 😊🙏

__ADS_1


Ada juga karya baru saya " Menikahi Ayah Nadia dan Suamiku Seorang Bodyguard " 😘


Tolong follow ig saya juga ya @tyaningrum_05😘


__ADS_2