
Setelah Ayah Arif dan Bunda Wulan keluar dari ruang perawatan itu, Kinara meletakkan sebuah rantang yang dibawanya di atas nakas lalu ia duduk di kursi di sebelah ranjang Satria.
" Gimana keadaan kamu, Mas? " tanya Kinara pada Satria.
" Aku sekarang sudah baik-baik aja " jawab Satria tersenyum.
" Maaf ya Sayang, kemarin aku bentak-bentak kamu " ucap Satria masih merasa bersalah.
" Enggak papa, Mas " jawab Kinara tersenyum.
" Udah ya gak usah dibahas lagi, yang penting sekarang kamu baik-baik aja " ucap Kinara mengusap punggung tangan Satria.
" Iya Sayang " jawab Satria.
Satria melirik ke arah rantang yang dibawa Kinara. Ia penasaran apa yang ada di dalam rantang tersebut.
" Itu kamu bawa apa, Sayang? " tanya Satria pada Kinara.
" Oh, ini bubur. Aku tadi masakin bubur buat kamu " jawab Kinara.
Kinara mengambil rantang itu lalu membukanya. Satria bisa mencium wangi dari bubur itu yang begitu menggugah lidahnya dan perutnya juga langsung berbunyi.
" Wah, itu pasti enak banget. Perut aku langsung keroncong baru cium baunya aja " ucap Satria ingin segera memakannya.
__ADS_1
Kinara tersenyum saat melihat Satria yang sudah tidak sabar untuk memakan bubur buatannya.
" Aku suapin ya " ucap Kinara pada Satria.
Satria tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan itu pun langsung menganggukkan kepalanya. Kinara menyuapkan satu sendok bubur ke dalam mulut Satria.
" Wah, ini sih bener-bener enak gak ada lawan. Ini bubur terenak yang pernah aku makan " ucap Satria saat merasakan bubur yang begitu lezat di mulutnya.
" Syukurlah kalau kamu suka, Mas " ucap Kinara menyuapkan bubur itu lagi ke dalam mulut Satria.
Kinara menyuapi Satria dengan begitu telaten hingga bubur yang dibawa oleh Kinara sudah habis tak tersisa.
" Ini minum dulu " ucap Kinara memberikan segelas air putih pada Satria.
Satria pun menerimanya dan meminum air itu hingga tersisa setengahnya. Satria memberikan lagi gelas itu pada Kinara dan Kinara meletakkan ke atas nakas.
" Iya Mas. Nanti aku masakin itu buat kamu " jawab Kinara tersenyum.
" Aku mau cuci ini dulu bentar " ucap Kinara berdiri dari duduknya.
Kinara pergi ke kamar mandi yang ada di ruang perawatan itu untuk mencuci rantang yang tadi berisi bubur.
Setelah selesai, Kinara pun keluar dari kamar mandi dan duduk kembali di sebelah Satria. Tapi baru saja ia duduk terdengar suara pintu terbuka dan seorang suster masuk ke dalam ruang perawatan itu.
__ADS_1
" Permisi, saya ingin mengantar obat untuk Tuan Satria " ucap Suster itu pada Kinara.
" Silahkan, Sus " jawab Kinara.
Kinara pun berdiri lagi dari kursi itu dan mengambil obat dari suster. Suster itu pun pergi setelah memberikan obat untuk Satria.
" Diminum dulu obatnya, Mas " ucap Kinara memberikan beberapa jenis obat pada Satria.
Kinara juga memberikan segelas air yang sudah ia isi kembali hingga penuh pada Satria.
" Makasih ya, Sayang " ucap Satria setelah meminum obatnya.
" Iya Mas " jawab Kinara.
" Kami gak kuliah hari ini? " tanya Satria.
" Aku kuliah siang Mas hari ini jadi pagi ini aku bisa temenin kamu dulu " jawab Kinara tersenyum.
Setelah itu pun mereka mengobrol sembari menunggu Ayah Arif dan Bunda Wulan kembali ke rumah sakit.
Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya 😊 Terima kasih 😊🙏 Tetap dukung saya ya 😘
Jangan lupa mampir ke karya saya yang lain di akun yang lain 😊 Cari aja di kolom pencarian " Cinta Si Gadis Lumpuh " dan " Pria Kulkasku " 😊🙏
__ADS_1
Ada juga karya baru saya " Menikahi Ayah Nadia " 😘
Tolong follow ig saya juga ya @tyaningrum_05😘