Mengejar Cinta Pertama

Mengejar Cinta Pertama
191. Pemanasan


__ADS_3

Akhirnya resepsi pernikahan Satria dan Kinara pun selesai sehingga seluruh rangkaian acara pernikahan juga selesai karena itu yang terakhir. Kinara merasa kakinya sangat pegal karena lebih dari lima jam berdiri di pelaminan untuk menyalami para tamu undangan.


Kinara terus menggandeng tangan Satria karena jujur saja ia sudah tidak tahan jika harus berjalan sendiri. Kinara juga menyandarkan tubuhnya pada Kinara saat berada di lift untuk menuju kamar mereka yang berbeda dengan kamar tempat ia bersiap tadi. Satria dan Kinara juga mengganti pakaian mereka dan membersihkan diri sehingga mereka bisa langsung beristirahat nanti saat sampai kamar.


" Capek banget ya " ucap Satria saat melihat wajah Kinara.


" Iya Mas " jawab Kinara.


" Sabar ya. Sebentar lagi kita sampai di kamar " ucap Satria tidak tega.


Sebenarnya Satria ingin menggendong Kinara agar tidak lebih pegal lagi tapi Kinara menolaknya dengan alasan malu jika ada yang melihat mereka nanti.


Sesampainya di depan kamar presiden suit yang menjadi kamar pengantin Satria dan Kinara, pasangan pengantin baru itu langsung masuk saja setelah Satria membuka pintu itu dengan kartu yang diberikan oleh pegawai hotel. Kinara sempat terpana melihat kamar itu yang dihias dengan begitu indah.


" Bagus banget kamarnya, Mas " ucap Kinara lalu meletakkan paper bag yang ia bawa ke atas nakas.


" Iya Sayang " jawab Satria setelah mengunci pintu kamar hotel itu kembali.


Kemudian Kinara segera menuju tempat tidur karena ia ingin segera beristirahat, apalagi kakinya terasa semakin pegal.


" Ini apa, Sayang? " tanya Satria menunjuk paper bag yang dari tadi Kinara bawa.


" Gak tau juga, aku belum liat isinya. Elsa cuma bilang itu jangan sampai ditinggalin dan dibawa ke kamar kita " jawab Kinara karena itu adalah pemberian dari sahabatnya sebelum pulang.


Karena merasa penasaran, Satria pun mengambil paper bag itu dan membukanya. Mata Satria langsung melebar saat melihat sesuatu yang begitu membuatnya terkejut, begitu juga dengan Kinara.


" Ini Elsa sih mau nyiksa aku " ucap Satria memandang sesuatu di tangannya.


Sedangkan Kinara tidak bisa menutupi wajahnya yang sudah merah karena benda yang bisa meruntuhkan iman itu.


Sepertinya Elsa sengaja memberikan sebuah lingerie berwarna merah menyala untuk Kinara. Tidak tahu saja Elsa jika karena benda itu, Satria menjadi tersiksa karena ia tidak bisa meminta Kinara untuk memakainya. Jika sampai Kinara memakainya maka ia akan mati menahan hasratnya karena Kinara sedang palang merah.


" Ist, Elsa kalau kasih hadiah sengaja banget " rutuk Kinara pada sahabatnya itu.


Kinara sangat malu hanya melihatnya saja, apalagi jika ia harus memakainya.

__ADS_1


" Lebih baik ini di simpen aja deh, Mas. Jangan kamu lihatin terus " ucap Kinara langsung merebut lingerie itu dari tangan Satria.


Kemudian Kinara kembali memasukkannya ke dalam paper bag dan menyimpannya ke dalam lemari.


" Tapi nanti kalau sudah selesai tamu bulanannya, kamu pakai ya. Kamu pasti seksi banget deh " ucap Satria yang tiba-tiba memeluk Kinara dari belakang. Kinara tentu saja terkejut dan mencoba melepaskan pelukan Satria.


" Biar seperti ini, Sayang " ucap Satria mempererat pelukannya.


Akhirnya Kinara pun pasrah dan membiarkan Satria memeluknya tapi ia juga lelah jika harus berdiri seperti itu terus.


" Tapi jangan di sini, Mas. Aku capek berdiri terus " ucap Kinara pada Satria.


Mendengar itu, Satria pun melepaskan pelukannya dan langsung menggendong tubuh Kinara menuju tempat tidur. Satria benar-benar tidak melepaskan pelukan dan Kinara hanya diam saja karena ia pun menikmati kehangatan di dalam pelukan suaminya itu.


" Sayang " panggil Satria masih dengan berpelukan.


" Iya Mas " jawab Kinara.


Kinara mendongakkan kepalanya hingga ia bisa menatap wajah pria yang telah menjadi suaminya sejak kemarin.


" Masih lama ya? Aku sudah nunggu kita halal tapi aku harus nunggu lagi " ucap Satria pada Kinara dengan wajah lesu.


" Sabar ya, Mas. Mungkin sekitar lima hari lagi " jawab Kinara.


Kinara merasa kasihan dan tidak tega tapi bagaimana lagi, ia juga tidak menginginkannya.


Satria hanya bisa menghela napasnya.


" Ya sudah, tapi kalau pemanasan dulu boleh kan " ucap Satria menatap Kinara.


Kinara mengerutkan keningnya karena ia tahu maksud dari Satria. " Pemanasan? Pemanasan gimana? " tanya Kinara bingung.


" Biar aku tunjukin " ucap Satria tersenyum penuh arti.


Satria segera melepaskan hijab instan yang digunakan oleh Kinara. Satria mengusap rambut Kinara yang kini tergerai indah. Perlahan tapi pasti, Satria mulai mendekatkan wajahnya hingga bibirnya menempel di bibir sang istri. Kinara memejamkan matanya saat merasakan Satria mulai ******* dan menyesap bibirnya. Kinara juga berusaha membalasnya walaupun ia masih mencoba untuk mengimbangi Satria yang sepertinya sudah sangat handal walaupun ini baru kali kedua mereka menyatukan bibir mereka.

__ADS_1


" Yang lebih boleh kan? " tanya Satria mengusap bibir Kinara yang sedikit bengkak karena ulahnya.


Kinara yang sudah terbuai oleh ciuman dan ia juga menginginkan lebih lagi sehingga ia langsung menganggukkan kepalanya.


Satria langsung menyerang bibir Kinara lagi setelah mendapatkan persetujuan dari istrinya itu. Tidak hanya di bibir, Satria juga turun ke leher dan tangannya bergerak membuka kemeja milik Kinara. Hingga dengan cepat, bagian tubuh Kinara bagian atas tidak tertutup apa-apa lagi.


Satria tidak mengedipkan mata saat melihat pemandangan yang tidak ia pernah lihat sebelumnya. Sedangkan Kinara mencoba menutupinya dengan kedua tangannya dan wajahnya sudah sangat merah karena sangat malu.


" Jangan ditutupi, Sayang. Aku berhak liat itu semua " ucap Satria menyingkirkan tangan Kinara.


Setelah itu tangan Satria perlahan menyentuh salah satu dada Kinara yang sangat pas di tangannya. Kinara hanya memejamkan karena ia merasakan sensasi yang aneh saat Satria mencoba memainkan dadanya. Bahkan Satria melahapnya seperti bayi yang sedang menghisap sumber nutrisinya.


" Eghhhh " desah Kinara yang lolos begitu saja dari bibirnya.


Satria semakin melancarkan aksinya di dada sang istri hingga membuat Kinara tidak karuan.


" Hari ini cukup. Kalau diteruskan aku yakin gak bakal bisa nahan lagi " ucap Satria menghentikan kegiatan yang sebenarnya sangat disukainya.


Sebenarnya Kinara merasa kecewa harus terhenti, tapi ia juga tidak tega jika Satria harus menahan hasratnya lebih keras lagi.


Setelah itu Satria segera membantu Kinara untuk memakai pakaiannya kembali lalu menarik Kinara ke dalam pelukannya.


" Tidur ya " ucap Satria pada Kinara.


" Iya Mas " jawab Kinara menyusupkan kepalanya di dada bidang sang suami.


" Selamat malam, istriku " ucap Satria lalu memberikan kecupan di kening Kinara.


" Selamat malam, suamiku " balas Kinara.


Setelah itu mereka pun memejamkan mata masing-masing dan menuju ke alam mimpi.


Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya 😊 Terima kasih 😊🙏 Tetap dukung saya ya 😘


Jangan lupa mampir ke karya saya yang lain di akun yang lain 😊 Cari aja di kolom pencarian " Cinta Si Gadis Lumpuh " dan " Pria Kulkasku " 😊🙏

__ADS_1


Ada juga karya baru saya " Menikahi Ayah Nadia, Suamiku Seorang Bodyguard dan Malam Panas Dengan Kak Aska " 😘


Tolong follow ig saya juga ya @tyaningrum_05😘


__ADS_2