Mengejar Cinta Pertama

Mengejar Cinta Pertama
21. Modus


__ADS_3

Di tempat yang berbeda, Bunda Wulan sedang cemas karena sudah hampir petang tapi Satria belum pulang dan tidak memberikan kabar.


" Kemana sih anak itu? " ucap Bunda Wulan cemas.


" Sudahlah, Bun. Palingan juga main atau kerja kelompok sama temennya " ucap Ayah Arif mencoba menenangkan Bunda Wulan.


" Tapi kan Yah, Satria itu bisa hubungin bunda kalau pulang terlambat " jawab Bunda Wulan tetap saja cemas.


" Anak bunda sudah besar lho, sudah SMA. Bunda gak usah terlalu khawatir " ucap Ayah Arif.


Tak lama terdengar suara motor Satria memasuki garasi. Bunda Wulan pun langsung keluar diikutin Ayah Arif.


" Assalamualaikum " ucap Satria mencium tangan kedua orang tuanya.


" Walaikumsalam " jawab Ayah Arif dan Bunda Wulan.


" Ayah sama bunda kok pada di luar? " tanya Satria karena tidak biasanya kedua orang tuanya itu menunggu dirinya.


" Bunda kamu tu khawatir banget sama anak bujangnya. Dari tadi nungguin kamu " jawab Ayah Arif.


" Lagian kamu kemana sih? Kalau mau main dulu tu kabarin bunda biar bunda gak khawatir " omel Bunda Wulan pada Satria.


Satria tersenyum dan langsung memeluk Bunda Wulan.


" Maafin Satria ya, Bunda Sayang. Satria lupa kabarin bunda " ucap Satria mencium pipi wanita yang telah melahirkannya itu.


" Terus kamu dari mana aja? Kenapa baru pulang? " tanya Bunda Wulan.


" Satria tuh dari rukonya Om Lukman sama Tante Santi. Satria sama temen-temen bantuin mereka bersih-bersih sama rapiin rukonya. Mereka mau buka toko kue " jawab Satria.


" Lukman sama Santi mau buka toko kue? " tanya Ayah Arif.


" Iya Yah, dan ayah sama bunda diundang ke opening toko kue mereka " jawab Satria.


" Wah, kapan itu? " tanya Bunda Wulan menjadi antusias.


" Lusa, Bun " jawab Satria.


" Lusa kan minggu tuh. Kita pasti dateng " ucap Bunda Wulan akan datang ke acara itu.


" Harus dong, Bun. Ayah juga pengen ketemu mereka " sambung Ayah Arif.


" Ya sudah, ayok sekarang kita masuk, sudah mau magrib. Kamu juga cepet mandi Satria, bau asem banget ini " ucap Bunda Wulan pada suami dan putranya


" Siap, Bunda Sayang " ucap Satria melepas pelukannya pada Bunda Wulan lalu berlari ke kamarnya.


Satria meletakkan tasnya di atas meja belajarnya lalu melepaskan jaketnya.


" Gerah banget sih " ucap Satria melepaskan seluruh pakaiannya.


Dengan segera Satria mengambil handuk bersih di lemari dan masuk ke kamar mandi. Lima belas menit kemudian, Satria sudah selesai dengan kegiatan mandinya. Satria berganti baju dan segera melaksanakan sholat magrib karena azan sudah berkumandang.


Setelah selesai sholat magrib, Satria merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur.

__ADS_1


" Besok kan libur, gak bisa ketemu Ara dong. Apa besok aku ke sana lagi ya. Pasti mereka juga sibuk mempersiapkan toko. Bantuin aja sekalian modus " ucap Satria sembari menatap langit-langit kamarnya.


Satria pun mengambil ponselnya yang masih berada di dalam tas. Ia mengirimkan pesan pada Kinara.


" Ra, besok pagi kamu langsung ke ruko? " tanya Satria dalam pesannya.


Satria menunggu cukup lama tapi Kinara belum juga membalas pesannya.


" Mungkin Ara lagi sibuk " ucap Satria.


Satria pun meletakkan ponselnya di meja belajar. Ia mengganti sarungnya dengan celana pendek lalu keluar dari kamarnya untuk makan malam bersama.


" Wah, bunda masak sup ayam nih " ucap Satria saat melihat sup ayam kesukaannya di atas meja makan.


" Iya dong. Kan anak bunda suka " jawab Bunda Wulan tersenyum.


" Jadi cuma anak bunda nih yang dimasakin makanan kesukaannya " ucap Ayah Arif cemburu.


" Ih Ayah ni pake cemburu segala sama anak sendiri " ejek Satria.


" Enggak, Ayah gak cemburu tuh " elak Ayah Arif.


" Sudah ah kalian ini. Bunda juga masakin makanan kesukaannya ayah nih " ucap Bunda Wulan menaruh ayam goreng mentega di meja makan.


Bunda Wulan mengambilkan nasi dan lauk untuk Ayah Arif dan Satria lalu untuk dirinya sendiri. Mereka pun makan malam dengan tenang.


Setelah selesai makan malam, Satria membantu Bunda Wulan untuk mencuci piring.


Sedangkan Ayah Arif sudah pergi ke ruang kerjanya.


" Gak papa Bun, biar Satria aja " ucap Satria ingin membantu Bunda Wulan.


" Ya sudah " jawab Bunda Wulan.


Selesai mencuci piring dan menaruhnya di dalam rak, Satria kembali ke kamarnya. Satria mengambil ponselnya lalu merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur. Ternyata Kinara baru saja membalas pesannya.


" Iya Sat, aku bantuin mama bikin kue buat opening lusa " jawab Kinara dalam pesannya.


" Emangnya kenapa? " tanya Kinara.


Satria pun dengan cepat langsung membalas pesannya Kinara. Kebetulan juga Kinara sedang online.


" Besok aku ke ruko ya bantuin kamu lagi. Lagian aku juga gak tau mau ngapain besok " balas Satria.


Tak lama Kinara membalasnya. " Kamu datang aja ke ruko besok. Aku ada di sana kok " jawab Kinara.


" Sampai ketemu besok ya, aku mau istirahat dulu. Kamu juga cepet istirahat ya " ucap Kinara.


Setelah mengirimkan pesan itu Satria melihat status Kinara yang langsung offline.


" Yah, kok offline sih " ucap Satria yang masih ingin berbalas pesan dengan Kinara.


" Ya udah gak papa deh yang penting besok ketemu Ara lagi " lanjut Satria.

__ADS_1


Satria pun mengirim pesan terakhir untuk Kinara di malam itu.


" Iya Ra, happy nice dream. Good night 🥰 " ucap Satria.


Setelah itu Satria pun mematikan ponselnya. Satria beranjak untuk melaksanakan sholat isya dulu lalu pergi tidur.


Keesokkan paginya, Satria sudah bersiap-siap untuk pergi ke ruko. Baru selamam tidak bertemu Kinara tapi Satria sudah rindu. Satria menggunakan celana jeans panjang dan kaos berwarna putih polos dan dibalut oleh jaket jeans.


" Udah ganteng, kan? " tanya Satria pada dirinya sendiri.


Satria memakai jam tangannya, tak lupa juga ia menyemprotkan parfum ke seluruh tubuhnya.


Satria turun ke bawah dan bergabung dengan kedua orang tuanya yang sudah berada di meja makan.


" Aduh, kok udah rapi dan wangi banget ini. Mau kemana sih " tanya Bunda Wulan pada Satria.


" Satria mau ke ruko Ara, Bun. Mau bantu-bantu buat opening besok " jawab Satria mendudukkan tubuhnya di samping Bunda Wulan.


" Mau bantu-bantu atau mau ketemu Ara? " tanya Bunda Wulan menggoda Satria.


Bunda Wulan tahu kalau Satria menyukai Kinara, ia bisa melihatnya dari mata Satria.


" Sekalian, Bun " jawab Satria tersenyum menunjukkan deretan giginya.


" Dasar modus " celetuk Ayah Arif ikut nimbrung.


" Ayah nih, anaknya lagi usaha tu didukung " ucap Satria mendengus kesal.


" Iya Ayah dukung, tapi kalo sampai kamu gak bisa dapetin Ara, awas ya. Bikin malu aja " jawab Ayah Arif.


" Pasti bisa, Yah. Aku bakal buat Kinara juga suka sama aku " ucap Satria yakin.


" Bagus " ucap Ayah Arif tersenyum.


Setelah selesai sarapan, Satria pun langsung pamit untuk pergi ke ruko Kinara.


" Satria berangkat dulu " ucap Satria mencium tangan kedua orang tuanya.


" Hati-hati dijalan, jangan kebut-kebutan " pesan Bunda Wulan.


" Siap, Bunda " ucap Satria mencium pipi Bunda Wulan seperti biasa.


" Assalamualaikum " ucap Satria lalu langsung beranjak pergi.


" Walaikumsalam " jawab Ayah Arif dan Bunda Wulan.


Satria pun pergi membelah jalan Jakarta di pagi itu yang cukup lenggang karena itu adalah akhir pekan.


Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya 😊 Terima kasih 😊🙏 Tetap dukung saya ya 😘


Jangan lupa mampir ke karya saya yang lain di akun yang lain 😊 Cari aja di kolom pencarian " Cinta Si Gadis Lumpuh " dan " Pria Kulkasku " 😊🙏


Tolong follow ig saya juga ya @tyaningrum_05😘

__ADS_1


__ADS_2