Mengejar Cinta Pertama

Mengejar Cinta Pertama
157. Dinner Romantis


__ADS_3

Setelah matahari terbenam dan langit menjadi gelap, Satria mengajak Kinara untuk ke hotel tidak jauh dari pantai. Satria sudah memesan dua kamar hotel untuk mereka membersihkan diri dan melaksanakan salat magrib. Setelah itu baru Satria akan mengajak Kinara ke sebuah restoran untuk dinner romantis. Satria sudah menyiapkan itu semua sejak dia baru sampai di Jakarta. Satria juga meminta Kinara memakai sebuah dress yang sudah ia siapkan.


" Kamu pakai ini ya. Kita harus tampil sempurna buat dinner romantis malam ini " ucap Satria memberikan sebuah paper bag pada Kinara.


" Iya Mas " jawab Kinara menerima paper bag itu.


Satria dan Kinara masuk ke kamar hotel masing-masing. Kinara memasuki kamar hotel itu dengan perasaan yang berbunga-bunga. Ia merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur lalu memandangi jari manisnya yang terpasang cincin yang diberikan Satria saat melamarnya tadi.


" Aku gak nyangka bener-bener jadi calon istri Mas Satria " ucap Kinara tersenyum memandangi cincin di jari manisnya.


Karena tidak ingin membuang banyak waktu, Kinara segera pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Setelah selesai ia segera melaksanakan salat magrib di kamar hotel itu sendirian. Sepertinya Satria memang sudah menyiapkan semuanya dari awal sehingga di kamar hotel itu sudah tersedia semuanya dengan lengkap termasuk peralatan salat dan juga make up yang akan digunakan oleh Kinara.


" Mas Satria benar-benar menyiapkan semuanya" ucap Kinara saat melihat alat make up di atas meja rias.


Kinara pun segera bersiap-siap dan merias wajahnya dengan make up yang tersedia di sana. Ia ingin tampil cantik untuk dinner romantisnya malam ini bersama dengan Satria. Kinara juga segera memakai dress berwarna peach dengan hijab yang senada yang diberikan oleh Satria tadi. Dan benar saja, Kinara terlihat sangat cantik malam ini. Apalagi dengan make up flawless yang tidak berlebihan di wajahnya.


Tepat pada pukul tujuh malam, Satria mengetuk kamar Kinara karena mereka harus segera berangkat ke restoran. Kinara yang memang sudah siap langsung membuka pintu kamar hotel itu.


Saat pintu kamar hotel itu terbuka dan menampakkan Kinara, Satria begitu terpesona dengan kecantikan Kinara malam ini. Calon istrinya itu memang benar-benar sangat cantik.


" Masya Allah, kamu cantik banget Sayang " puji Satria pada Kinara.


Kinara pun tersenyum dan pipinya memerah mendengar pujian dari Satria. Walaupun bukan Pertama kali Satria memujinya tetapi jantungnya tetap saja berdetak lebih kencang dan hatinya terasa berbunga-bunga.


Sebenarnya bukan hanya Satria yang terpesona dengan kecantikan Kinara, tetapi Kinara juga terpesona melihat ketampanan Satria malam ini yang menggunakan setelan jas.


" Kita berangkat sekarang " ucap Satria memberikan lengan kekarnya untuk digandeng oleh Kinara Kinara.


" Iya Mas " jawab Kinara langsung menggandeng lengan Satria.

__ADS_1


Mereka berdua pun langsung keluar dari hotel itu dan masuk ke dalam mobil Satria. Satria langsung melajukan mobil itu menuju restoran yang sebenarnya juga tidak terlalu jauh dari hotel yang mereka tempati.


***


Sesampainya di restoran yang dimaksud oleh Satria, Kinara langsung di bawah ke rooftop restoran itu yang memang sudah di sewa Satria untuk dinner romantis mereka malam ini. Area rooftop itu sudah dihias dengan lampu-lampu berwarna-warni dan bunga-bunga yang begitu banyak sehingga membuatnya menjadi sangat indah.


Kinara sangat terharu saat baru menginjakkan kaki di sana. Ia tidak menyangka bahwa Satria akan melakukan semua itu untuk dirinya.


" Kamu menyiapkan semua ini buat aku, Mas? " tanya Kinara dengan mata yang berkaca-kaca.


" Iya Sayang. Aku akan melakukan apapun untuk buat kamu senang " jawab Satria tersenyum.


Setelah itu Satria mengajak Kinara untuk duduk di meja yang sudah disiapkan dengan beberapa bunga dan lilin sehingga membuat suasana sangat romantis. Satria juga memberikan bunga mawar merah kepada Kinara.


" Kamu suka kan, Sayang? " tanya Satria pada Kinara.


" Suka, Mas. Suka banget " jawab Kinara tersenyum.


Satria menepukkan tangannya beberapa kali dan tidak lama setelah itu beberapa pelayan datang dengan membawa makanan. Pelayan-pelayan itu meletakkan makanan yang mereka bawa di meja Satria dan Kinara.


" Silahkan dinikmati Tuan, Nona " ucap salah satu pelayan itu.


" Terima kasih " jawab Kinara.


Pelayan-pelayan itu pun langsung pergi setelah pekerjaan mereka selesai.


" Sekarang kita makan ya. Biar lengkap dinner romantis kita " ucap Satria pada Kinara.


Kinara pun menganggukkan kepalanya.

__ADS_1


Satria dan Kinara menikmati makanan itu dengan diiringi dengan alunan musik romantis. Mereka juga sesekali mengobrol dan bercanda di sela-sela kegiatan makan mereka.


" Makanannya enak? " tanya Satria setelah menyuapkan makanan ke dalam mulutnya.


" Enak, Mas " jawab Kinara tersenyum.


Mereka berdua pun memakan makanan itu hingga benar-benar habis tidak tersisa karena memang rasanya yang enak. Jelas saja demikian karena Satria memesan menu-menu andalan dan juga restoran itu merupakan restoran yang sudah sangat terkenal.


Setelah selesai dinner romantis itu, Satria langsung mengajak Kinara untuk pulang. Ia sudah cukup lama membawa Kinara pergi bersamanya dan ia harus mengembalikan Kinara pada kedua orang tuanya.


" Makasih ya buat semuanya, Mas " ucap Kinara pada Satria saat mereka sudah di perjalanan pulang.


" Iya Sayang. Aku bahagia kalau liat kamu bahagia gini " jawab Satria tersenyum.


Kinara pun tersenyum bahagia dan menatap wajah tampan Satria yang sedang menyetir.


" Jangan liatin aku terus, nanti malah aku jadi gak fokus nyetirnya. Aku juga jadi gak sabar buat nikahin kamu. Aku harus cepat-cepat membicarakan ini semua ke orang tua kita. Kalau bisa kita menikah besok aja " ucap Satria saat sadar Kinara terus memperhatikannya.


" Gak bisa dong kalau besok. Lagian banyak persiapan pernikahan dan kamu sebagai aparat negara harus izin juga kan. Sabar ya Mas " ucap Kinara pada Satria.


" Iya juga ya. Aku harus sabar beberapa saat lagi " jawab Satria.


Kinara pun hanya tersenyum mendengar itu.


Hari ini Kinara benar-benar bahagia karena Satria menepati janjinya untuk menjadikannya seorang istri dan itu dimulai saat Satria melamarnya tadi. Bukan hanya itu Satria juga mengajak dirinya dinner romantis dan menyiapkan semuanya hanya untuk dirinya. Rasanya Kinara ingin memberhentikan waktu agar ia selalu bisa menikmati waktu-waktu seperti ini. Mungkin bagi pasangan lain dinner romantis seperti itu adalah hal yang biasa. Tetapi bagi pasangan jarak jauh seperti Satria dan Kinara adalah hal-hal yang begitu spesial apalagi mereka baru bertemu setelah dua tahun.


Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya 😊 Terima kasih 😊🙏 Tetap dukung saya ya 😘


Jangan lupa mampir ke karya saya yang lain di akun yang lain 😊 Cari aja di kolom pencarian " Cinta Si Gadis Lumpuh " dan " Pria Kulkasku " 😊🙏

__ADS_1


Ada juga karya baru saya " Menikahi Ayah Nadia dan Suamiku Seorang Bodyguard " 😘


Tolong follow ig saya juga ya @tyaningrum_05😘


__ADS_2